Dari Bengkel Las ke Negeri Kincir Angin: Kisah Haru Hen Madura, Ayah Tunggal dari Sungaipenuh

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 1 November 2025 - 23:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hen Madura/Inspiratif

Hen Madura/Inspiratif

SUNGAIPENUH— Di sebuah bengkel las sederhana di sudut Kota Sungai Penuh, terdengar dentuman besi beradu api las. Di balik percikan api itu, berdiri sosok pria berambut gondrong dengan syal melilit kepala.

Hen Madura, tukang las rumahan yang kisah hidupnya menginspirasi banyak orang.

Dua puluh tahun lalu, hidup Hen berubah drastis. Istri tercintanya meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Saat itu, anak bungsunya baru berusia tiga bulan, sementara si sulung baru tiga tahun.

“Saya sempat hilang arah. Tapi kalau saya jatuh, siapa yang akan membesarkan anak-anak ini?” kenang Hen dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga :  Ketua DPRD Hutri Randa Hadiri Permainan KIM Semarak Hari Bhayangkara ke-80 Polres Kerinci

Sejak saat itu, Hen berjuang sendirian. Ia sempat menjadi sopir truk lintas pulau, berpindah dari satu daerah ke daerah lain demi sesuap nasi.

Namun, nasib membawanya kembali ke kampung halaman. Ia pun memutuskan membuka bengkel las kecil di rumahnya.

Dengan tangan terampil, ia merangkai besi menjadi pintu, pagar, hingga rak. Meski tampil sederhana, hasil karyanya dikenal rapi dan kuat. Perlahan, pelanggan pun berdatangan.

“Kalau kerja, saya selalu niatkan buat anak-anak. Besi keras pun bisa lunak kalau ingat mereka,” ujarnya sambil tersenyum tipis.

Kerja kerasnya tak sia-sia. Kini, kedua anak Hen telah tumbuh menjadi kebanggaannya. Anak sulungnya berhasil lulus dari Universitas Andalas, Sumatera Barat, dan kini tengah melanjutkan studi S2 di Belanda.

Baca Juga :  Menanti Wajah Baru Para 'Pembantu' Alfin - Azhar

Sementara anak bungsunya lulus sebagai PNS guru SD dan bertugas di Kota Sungai Penuh.

“Yang penting bukan besar kecilnya pekerjaan, tapi keikhlasan dan tanggung jawabnya,” kata Hen, menatap bengkel kecil yang menjadi saksi perjuangannya.

Bagi Hen Madura, besi mungkin keras, tapi hati seorang ayah jauh lebih kuat.

Dari bengkel las di pinggir kota kecil, ia membuktikan bahwa cinta dan keteguhan bisa mengantarkan anak-anaknya menembus batas dunia, bahkan sampai ke negeri kincir angin.(fyo)

Penulis : Fanda Yosephta

Editor : Dedi Dora

Berita Terkait

Dewan Minta Dinkes Cek Kesehatan Balita dan Lansia Terdampak Kabut Asap Secara Door to Door
ISPU Sungai Penuh Capai 106,94, Balita Mulai Batuk Kering di Tengah Kabut Asap
Wartawan Senior dan Pengusaha yang Rutin Bersedekah, Ini Sosok Mardizal Sumara, S.Sos.
MotoGP Mandalika 2026: Marc Marquez Bertekad Berdamai dengan Sirkuit
Kualitas Udara Sungai Penuh Capai ISPU 99,34, Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Dukungan Penuh Tokoh Tiga Dusun untuk Alfin–Azhar dalam Membangun Kota Sungai Penuh
Tokoh Pondok Tinggi Dukung Pembangunan Sungai Penuh, Wako Alfin dan Wawako Azhar Tampung Aspirasi
Perpres Ojol 2026 Resmi Disahkan, Ini 4 Aturan Penting bagi Driver
Berita ini 184 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Dewan Minta Dinkes Cek Kesehatan Balita dan Lansia Terdampak Kabut Asap Secara Door to Door

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:56 WIB

ISPU Sungai Penuh Capai 106,94, Balita Mulai Batuk Kering di Tengah Kabut Asap

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Wartawan Senior dan Pengusaha yang Rutin Bersedekah, Ini Sosok Mardizal Sumara, S.Sos.

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:00 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Marc Marquez Bertekad Berdamai dengan Sirkuit

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Kualitas Udara Sungai Penuh Capai ISPU 99,34, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Berita Terbaru

Otomotif

Honda Umumkan Nama Baru Sistem Hybrid, Meluncur Mulai 2027

Sabtu, 10 Okt 2026 - 17:00 WIB