SUNGAIPENUH-Kapolresta Makassar Kombes Pol Arya Perdana kembali menjadi sorotan publik. Dalam satu minggu, ia memimpin pengungkapan kasus penculikan anak yang terjadi di Makassar. Kasus itu sempat memicu kekhawatiran warga, karena korban masih berusia balita. Keberhasilan ini menunjukkan keseriusan aparat dalam menjaga keamanan kota.
Arya Perdana dikenal sebagai perwira dengan rekam jejak kerja yang kuat. Ia lahir pada 8 Maret 1976 dan merupakan lulusan Akpol 1998. Sejak awal karier, ia menunjukkan dedikasi tinggi dalam setiap tugas. Ia memulai perjalanan sebagai Pamapta B Polres Metro Jakarta Pusat.
Setelah itu, Arya dipercaya menjadi Kanit Reserse Polsek Metro Sawah Besar. Dalam posisi ini, ia menangani berbagai kasus kriminal yang membutuhkan ketelitian dan kecepatan. Kinerjanya mendapat perhatian pimpinan hingga ia dikirim bergabung dalam Satgas People Smuggling di Australia. Ia bertugas sebagai penyidik dalam satuan tugas tersebut.
Pengalaman internasional itu memperluas wawasannya dalam penanganan tindak pidana lintas negara. Usai kembali ke tanah air, Arya menjabat Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Sulut. Ia menangani kejahatan siber dan ekonomi. Jabatan itu menjadi salah satu fase penting dalam pengembangan kariernya.
Tahun 2016, Arya mendapat promosi sebagai Kapolres Minahasa Selatan. Ia membangun sistem pelayanan publik yang lebih cepat dan transparan. Dua tahun kemudian, ia dipercaya menjadi Wakapolresta Manado. Ia membantu memperkuat program keamanan kota dan meningkatkan kehadiran polisi di tengah masyarakat.
Pada 2019, Arya kembali bertugas di Bareskrim Polri sebagai Penyidik Tindak Pidana Madya. Ia menangani kasus penting yang melibatkan skala nasional. Pada tahun berikutnya, ia mendapat kepercayaan besar sebagai sekretaris pribadi Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono. Tugas itu membutuhkan integritas dan profesionalisme tinggi.
Pada 2021, Arya menjabat Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri. Jabatan ini membuatnya lebih banyak terlibat dalam analisis penanganan kejahatan. Setelah itu, ia memimpin Polres Metro Depok. Selama memimpin Depok, Arya mencatat penanganan 4.298 kasus dari Januari hingga November 2024. Angka itu menggambarkan intensitas kriminal yang tinggi di wilayah tersebut.
Kinerja ini membuatnya ditunjuk sebagai Kapolresta Makassar. Penugasan ini menjadi tantangan besar karena Makassar merupakan kota metropolitan dengan 1,4 juta penduduk. Ia mulai bertugas pada akhir 2024.
Memasuki bulan keempat masa tugas, Arya menunjukkan hasil nyata. Pada awal April 2025, ia berhasil mengungkap berbagai kasus menonjol. Salah satunya adalah kasus teror busur yang marak terjadi selama Ramadan. Aksi tersebut meresahkan warga karena dilakukan secara acak. Dalam operasi besar itu, polisi menangkap 27 pelaku.
Selain menangani teror busur, tim yang ia pimpin bergerak cepat dalam kasus penculikan anak yang terjadi pekan lalu. Dalam waktu satu minggu, pelaku berhasil ditangkap dan korban ditemukan dalam kondisi selamat. Operasi ini mendapat apresiasi dari warga dan pihak keluarga korban.
Arya menegaskan bahwa keamanan masyarakat menjadi prioritas utamanya. Ia mendorong semua jajaran untuk menjaga respons cepat dan meningkatkan patroli. Menurutnya, kehadiran polisi harus dirasakan langsung oleh masyarakat.
Keberhasilan ini memperkuat kepercayaan publik terhadap Polresta Makassar. Arya berkomitmen menjaga stabilitas keamanan kota sekaligus meningkatkan pelayanan publik. Ia berharap seluruh masyarakat mendukung setiap upaya kepolisian dalam mencegah tindak kriminal.(***)









