JAKARTA- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan update peringatan dini cuaca untuk wilayah Jabodetabek yang berlaku selama lima hari, mulai 24 hingga 28 Januari 2026. Dalam periode tersebut, hujan diprakirakan masih menjadi kondisi cuaca dominan di Jakarta dan daerah penyangga.
BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi hampir setiap hari, terutama pada siang hingga malam. Di beberapa waktu tertentu, hujan dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang, seiring aktifnya dinamika atmosfer musim hujan.
Pada 24 Januari 2026, hujan diprediksi mulai muncul sejak pagi di sejumlah wilayah dan meningkat pada siang hingga malam hari. Wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Bogor, Bekasi, dan Tangerang menjadi area yang perlu meningkatkan kewaspadaan.
Memasuki 25 hingga 26 Januari 2026, potensi hujan berulang masih cukup tinggi. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko genangan air, banjir lokal, serta gangguan aktivitas masyarakat, terutama di kawasan perkotaan dan daerah rawan drainase.
Sementara itu, pada 27 dan 28 Januari 2026, cuaca Jabodetabek diprakirakan tetap berawan dengan peluang hujan ringan hingga sedang. Meski intensitasnya cenderung fluktuatif, hujan lokal masih berpotensi terjadi pada sore dan malam hari.
BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap dampak cuaca, seperti genangan, jalan licin, dan berkurangnya jarak pandang. Aktivitas luar ruangan sebaiknya menyesuaikan kondisi cuaca harian yang dapat berubah dengan cepat.
Selama periode ini, suhu udara di Jabodetabek diperkirakan berada di kisaran 23 hingga 29 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang relatif tinggi, mencerminkan puncak musim hujan yang masih berlangsung.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi agar dapat mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem secara lebih dini. (***)
Editor : Fanda Yosephta









