Trump Umumkan Serangan Gabungan AS-Israel ke Iran, Operasi Militer Besar Dimulai

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan dimulainya serangan militer besar terhadap Iran dalam operasi gabungan dengan Israel. Pengumuman itu disampaikan dalam pernyataan resmi dari Gedung Putih, Sabtu (28/2/2026), dengan menyebut operasi tersebut sebagai “major combat operations” atau operasi tempur besar yang telah berlangsung.

Trump menyatakan langkah tersebut diambil untuk melindungi kepentingan nasional Amerika dan menekan ancaman militer yang dinilai berasal dari Iran. Ia menegaskan serangan ditujukan pada fasilitas strategis, termasuk infrastruktur pertahanan dan instalasi yang diduga terkait pengembangan kemampuan militer jarak jauh.

Tak lama setelah pengumuman itu, laporan dari ibu kota Tehran menyebutkan terdengar sejumlah ledakan keras di beberapa titik. Asap terlihat membumbung di langit kota pada malam hari, sementara sistem pertahanan udara Iran dilaporkan aktif merespons serangan tersebut. Hingga kini belum ada data resmi terkait korban maupun tingkat kerusakan.

Baca Juga :  Daftar Film Terbaru Hollywood 2026 yang Diprediksi Pecah Box Office

Pemerintah United States menyebut operasi dilakukan secara terkoordinasi dengan Israel setelah meningkatnya ketegangan regional dalam beberapa pekan terakhir. Otoritas Israel sebelumnya telah meningkatkan status siaga militer dan memperkuat sistem pertahanan udara untuk mengantisipasi potensi serangan balasan.

Sebagai respons awal, Iran dilaporkan menutup wilayah udaranya dan meningkatkan kesiapsiagaan militer nasional. Media lokal juga menyebutkan adanya pembatasan sementara pada sejumlah jaringan komunikasi di area terdampak. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari otoritas tinggi Iran terkait langkah balasan yang akan diambil.

Eskalasi ini langsung memicu kekhawatiran global. Sejumlah negara menyerukan penahanan diri dan mendorong penyelesaian diplomatik guna mencegah konflik meluas di kawasan Timur Tengah. Pasar keuangan internasional turut bereaksi dengan fluktuasi tajam, sementara harga minyak mentah dilaporkan mengalami lonjakan signifikan.

Baca Juga :  Amerika Untung di Tengah Krisis Minyak Dunia, Selisih Harga Jadi Kunci

Analis geopolitik menilai operasi militer ini berpotensi menjadi titik balik hubungan antara Washington dan Teheran. Risiko konflik terbuka dinilai meningkat apabila Iran melakukan serangan balasan langsung maupun melalui sekutu regionalnya. Situasi ini juga dinilai bisa berdampak terhadap stabilitas keamanan kawasan Teluk.

Hingga berita ini diturunkan, situasi masih berkembang dan dunia internasional terus memantau dinamika terbaru. Pemerintah AS menegaskan akan memberikan pembaruan resmi dalam waktu dekat, sementara komunitas global menunggu langkah selanjutnya dari kedua pihak dalam krisis yang berpotensi mengubah peta geopolitik kawasan. (*/AI/fyo)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

10 Best Online MBA Programs in the USA for 2026: Tuition, Rankings, and Admission Requirements
WhatsApp Scam Alert Mulai Diuji, Chat Penipuan Bisa Terdeteksi Otomatis: Begini Cara Kerjanya
Kamboja Tutup 700 Pusat Penipuan Online, Hampir 30.000 Tersangka Ditangkap
APBN Malaysia 2027: Subsidi Diperketat, Penghematan Dikembalikan ke Rakyat, Biaya Hidup Jadi Fokus
US Embassy Warns Citizens Ahead of Jakarta Protest on August 27, 2026
Ronaldo Cetak Rekor Baru
Kisah Hui Ka Yan: Dari Miliarder Dunia, Kini Divonis Seumur Hidup
Guardiola Ungkap Masa Sulit di Man City
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 05:00 WIB

10 Best Online MBA Programs in the USA for 2026: Tuition, Rankings, and Admission Requirements

Kamis, 3 September 2026 - 18:04 WIB

WhatsApp Scam Alert Mulai Diuji, Chat Penipuan Bisa Terdeteksi Otomatis: Begini Cara Kerjanya

Selasa, 1 September 2026 - 19:12 WIB

Kamboja Tutup 700 Pusat Penipuan Online, Hampir 30.000 Tersangka Ditangkap

Selasa, 1 September 2026 - 07:00 WIB

APBN Malaysia 2027: Subsidi Diperketat, Penghematan Dikembalikan ke Rakyat, Biaya Hidup Jadi Fokus

Kamis, 27 Agustus 2026 - 04:05 WIB

US Embassy Warns Citizens Ahead of Jakarta Protest on August 27, 2026

Berita Terbaru