JAKARTA – Persaingan sengit di industri hiburan global berakhir dengan kemenangan Paramount Global. Perusahaan tersebut berhasil mengamankan kesepakatan merger dengan Warner Bros. Discovery (WBD) setelah mengajukan penawaran yang lebih tinggi dibanding rivalnya, Netflix.
Paramount merevisi tawarannya menjadi USD 31 per saham secara tunai. Angka itu melampaui proposal Netflix yang berada di kisaran USD 27,75 per saham. Dewan direksi WBD akhirnya memutuskan menerima proposal Paramount karena dinilai memberikan nilai lebih besar bagi pemegang saham.
Netflix Pilih Tak Naikkan Tawaran
Netflix sebenarnya memiliki kesempatan untuk menyamai atau meningkatkan proposalnya. Namun manajemen perusahaan memilih tidak melanjutkan proses tersebut.
Pihak Netflix menilai harga terbaru yang harus dibayar untuk menandingi Paramount tidak lagi sejalan dengan strategi keuangan perusahaan. Sejak awal, akuisisi ini disebut sebagai peluang strategis, bukan kebutuhan mendesak.
Keputusan tersebut justru disambut positif pasar. Investor melihat langkah Netflix sebagai bentuk kedisiplinan dalam menjaga valuasi dan arus kas perusahaan.
Skema Merger dan Biaya Pembatalan
Kesepakatan Paramount mencakup seluruh aset WBD, termasuk studio film dan jaringan televisi kabel seperti CNN, TNT, serta TBS. Selain menaikkan harga, Paramount juga memasukkan klausul biaya pembatalan senilai USD 7 miliar jika transaksi gagal akibat kendala regulasi.
Tak hanya itu, Paramount bersedia menanggung biaya terminasi sebesar USD 2,8 miliar yang harus dibayarkan WBD kepada Netflix atas pembatalan kesepakatan sebelumnya.
Dampak ke Pasar Modal
Pengumuman ini memicu pergerakan signifikan di bursa saham. Saham Netflix dilaporkan menguat sekitar 10 persen, sementara saham Paramount turut naik sekitar 5 persen. Di sisi lain, saham Warner Bros Discovery terkoreksi tipis.
Analis menilai, konsolidasi ini berpotensi menciptakan raksasa media baru yang menggabungkan kekuatan produksi konten, distribusi global, dan jaringan televisi konvensional dalam satu entitas.
Konsolidasi Industri Kian Ketat
Langkah ini menegaskan tren konsolidasi di sektor hiburan dan streaming global. Persaingan antarplatform semakin tajam, terutama dalam perebutan katalog film, serial, dan hak siar konten premium.
Sementara Paramount memperluas portofolio bisnisnya lewat merger ini, Netflix diperkirakan akan tetap fokus memperkuat konten original dan ekspansi layanan streaming di pasar internasional.









