Resmi! Ini 11 Beasiswa Pemerintah Tanpa Syarat IELTS/TOEFL untuk Mahasiswa Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta – Kabar baik bagi pelajar Indonesia yang ingin kuliah ke luar negeri namun belum memiliki sertifikat IELTS atau TOEFL. Sejumlah program beasiswa internasional ternyata tidak mewajibkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris tersebut saat pendaftaran. Skema ini biasanya menggunakan jalur language waiver, surat keterangan bahasa Inggris (Medium of Instruction/MOI), atau seleksi wawancara sebagai pengganti tes resmi.

Beasiswa tanpa IELTS/TOEFL umumnya tersedia di negara yang menggunakan bahasa lokal sebagai bahasa pengantar, atau menyediakan program persiapan bahasa sebelum kuliah dimulai. Meski demikian, kemampuan bahasa Inggris atau bahasa lokal tetap menjadi faktor penting dalam proses seleksi dan perkuliahan.

Berikut daftar beasiswa luar negeri tanpa IELTS/TOEFL yang bisa menjadi referensi:

Beasiswa Pemerintah & Penuh (Fully Funded)

1. Global Korea Scholarship (GKS) – Korea Selatan

Beasiswa untuk jenjang S1, S2, dan S3 ini tidak selalu mewajibkan IELTS/TOEFL. Seleksi lebih menekankan pada kualitas berkas, prestasi akademik, serta wawancara. Peserta juga akan mendapatkan kursus bahasa Korea sebelum memulai perkuliahan.

2. Turkiye Burslari Scholarship – Turki

Program beasiswa pemerintah Turki untuk S1, S2, dan S3 ini tidak mensyaratkan sertifikat bahasa Inggris saat pendaftaran. Penerima beasiswa akan mendapatkan kelas bahasa Turki selama satu tahun.

Baca Juga :  Best Same-Day Payday Loans in the USA (2026) — Even for Bad Credit

3. MEXT Scholarship (Monbukagakusho) – Jepang

Beasiswa untuk S1 hingga S3 ini lebih menekankan pada seleksi berkas, ujian tulis, dan wawancara. Tidak selalu mewajibkan IELTS/TOEFL, terutama jika pelamar lolos seleksi kedutaan Jepang.

4. Chinese Government Scholarship (CSC) – Tiongkok

Beasiswa ini tersedia untuk S1, S2, dan S3. Pelamar dapat memilih program berbahasa Mandarin atau Inggris, tergantung universitas tujuan. Dalam skema tertentu, sertifikat IELTS/TOEFL tidak diwajibkan.

5. Russian Government Scholarship – Rusia

Program ini fokus pada seleksi akademik. Jika mengambil program bahasa Rusia, mahasiswa akan mengikuti kelas persiapan bahasa sebelum kuliah reguler dimulai.

6. Brunei Darussalam Government Scholarship (BDGS)

Beasiswa untuk jenjang D3, S1, hingga S2 ini umumnya tidak mewajibkan IELTS/TOEFL. Namun, kemampuan bahasa Inggris tetap menjadi pertimbangan dalam proses seleksi.

7. Romanian Government Scholarship – Rumania

Beasiswa pemerintah Rumania ini tersedia untuk S1, S2, dan S3. Banyak program menggunakan bahasa Rumania dengan tahun persiapan bahasa.

8. Manaaki New Zealand Scholarship

Untuk jenjang S2 dan S3. Dalam kondisi tertentu, pelamar dari Indonesia dapat menggunakan surat keterangan bahasa Inggris dari kampus asal.

Baca Juga :  Kabar Baik! Peserta BPJS PBI Bisa Aktif Lagi, Ini Cara dan Penjelasannya

9. Stipendium Hungaricum – Hungaria

Program ini tersedia untuk S1, S2, dan S3. Beberapa universitas menerima dokumen MOI sebagai pengganti IELTS.

Alternatif Lain

10. Erasmus Mundus Joint Master Degrees (Eropa)

Beberapa program menerima dokumen Medium of Instruction (MOI) dari kampus asal sebagai pengganti IELTS/TOEFL, tergantung kebijakan konsorsium universitas.

11. DAAD – Jerman

Untuk jenjang S2 dan S3. Tidak selalu wajib IELTS di awal pendaftaran, tetapi sertifikat bahasa Jerman atau Inggris dapat diminta pada tahap lanjutan.

Tips Mengganti IELTS/TOEFL

Surat Keterangan Bahasa Inggris (MOI): Surat resmi dari kampus yang menyatakan perkuliahan menggunakan bahasa Inggris.

Tes Bahasa Internal Universitas: Mengikuti tes yang diselenggarakan langsung oleh kampus tujuan.

Wawancara: Menunjukkan kemampuan bahasa Inggris secara langsung saat proses seleksi.

Sebagai catatan, meskipun tidak diwajibkan sertifikat IELTS atau TOEFL, pelamar tetap harus memiliki kemampuan bahasa yang memadai untuk menunjang proses akademik dan komunikasi sehari-hari di negara tujuan.

Jika Anda mau, saya bisa tambahkan meta description, 5 opsi judul SEO, dan kata kunci seperti format berita yang biasa Anda gunakan. (*/fyo)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 29 Mei 2026: Cek Update Terbaru, Investor Ramai Pantau Peluang Cuan
OPPO Find X9 Ultra Resmi Meluncur di Indonesia, HP Kamera Hasselblad Rp 31 Juta Jadi Buruan Pecinta Flagship
Malaysia Cemas Kebijakan Baru Ekspor Sawit RI, Bisa Picu Lonjakan Harga Global
IHSG Hari Ini Kamis 21 Mei 2026 Dibuka Naik ke 6.353 usai BI Rate Naik, Saham BBCA hingga MORA Jadi Buruan Investor
Ide Jualan Rumahan Modal Kecil Untung Besar
Masyarakat Indonesia Kini Lebih Selektif Memilih Asuransi, Premi hingga Klaim Jadi Sorotan
Jadwal MSC 2026 Esports World Cup Resmi Diumumkan, Peluang Besar Industri Esports dan Sponsor Digital
Perbandingan XChat Dan WhatsApp, Mana Lebih Unggul? Ini Perbandingan Lengkapnya
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 08:00 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 29 Mei 2026: Cek Update Terbaru, Investor Ramai Pantau Peluang Cuan

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:02 WIB

OPPO Find X9 Ultra Resmi Meluncur di Indonesia, HP Kamera Hasselblad Rp 31 Juta Jadi Buruan Pecinta Flagship

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:01 WIB

Malaysia Cemas Kebijakan Baru Ekspor Sawit RI, Bisa Picu Lonjakan Harga Global

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:13 WIB

IHSG Hari Ini Kamis 21 Mei 2026 Dibuka Naik ke 6.353 usai BI Rate Naik, Saham BBCA hingga MORA Jadi Buruan Investor

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:00 WIB

Ide Jualan Rumahan Modal Kecil Untung Besar

Berita Terbaru