Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa, 7 April 2026. IHSG tercatat melemah 0,26% dan berhenti di level 6.971,03, dipicu tekanan dari saham-saham berkapitalisasi besar yang mengalami koreksi signifikan.
Pergerakan pasar hari ini didominasi oleh pelemahan saham. Ratusan emiten tercatat turun, sementara sebagian lainnya menguat dan stagnan. Meski demikian, nilai transaksi tetap tinggi, menandakan aktivitas investor masih cukup aktif di tengah ketidakpastian pasar.
Saham unggulan menjadi kontributor utama penurunan indeks. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sama-sama mengalami penurunan lebih dari 2%. Selain itu, PT Amman Mineral Internasional Tbk dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk juga ikut melemah dan memperbesar tekanan terhadap IHSG.
Tekanan terhadap pasar saham domestik tidak terlepas dari sentimen global yang memanas. Konflik di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama yang memicu kekhawatiran investor, terutama karena berdampak langsung terhadap harga minyak dunia.
Kenaikan harga minyak mentah global menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia. Beban subsidi energi berpotensi meningkat, yang pada akhirnya bisa memperlebar defisit anggaran negara jika tidak dikendalikan.
Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah turut menambah tekanan terhadap pasar. Kondisi ini berisiko mendorong kenaikan harga barang impor, sehingga berpotensi meningkatkan inflasi dalam negeri.
Pemerintah sendiri memastikan bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun. Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat, meskipun konsekuensinya adalah meningkatnya beban subsidi yang harus ditanggung APBN.
Dengan berbagai tekanan tersebut, IHSG diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dalam waktu dekat. Investor disarankan untuk tetap waspada dan mencermati perkembangan global sebelum mengambil keputusan investasi. (Tim)









