Pertalite Mulai Sulit Dicari, Pengamat Sebut Era BBM Subsidi Segera Berakhir

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI-Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite mulai dirasakan di sejumlah daerah di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir.

Fenomena ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama pengguna kendaraan roda dua dan roda empat yang selama ini mengandalkan BBM subsidi tersebut.

Di sejumlah wilayah, antrean di SPBU semakin panjang, sementara beberapa stasiun pengisian bahan bakar dilaporkan mulai membatasi distribusi Pertalite.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa pemerintah tengah menjalankan skenario penghapusan bertahap Pertalite.


SPBU Pertamina Signature Semakin Banyak

Salah satu indikator yang ramai diperbincangkan adalah bertambahnya jumlah SPBU Pertamina Signature.

SPBU jenis ini hanya menjual BBM non-subsidi seperti:

  • Pertamax
  • Pertamax Turbo
  • Dexlite
  • Pertamina Dex

Sementara Pertalite tidak lagi tersedia di SPBU tersebut.

Kondisi ini dinilai menjadi bagian dari pergeseran konsumsi masyarakat menuju BBM dengan oktan lebih tinggi.


Pertalite Disebut Memang Akan Dihapus Bertahap

Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menyebut Pertalite memang sejak lama direncanakan untuk dihapus secara bertahap.

Menurutnya, faktor utama berasal dari beban subsidi energi yang semakin besar.

“Pertalite memang sejak dulu mau dihilangkan karena BBM subsidi,” ujarnya.

Selain itu, ketersediaan bahan baku dan tekanan fiskal negara disebut menjadi tantangan besar dalam mempertahankan subsidi BBM.


Pemerintah Dorong Standar Emisi Euro 4

Faktor lingkungan juga menjadi alasan penting di balik rencana pengurangan penggunaan Pertalite.

Pemerintah saat ini tengah mendorong implementasi standar emisi Euro 4 guna menekan polusi udara.

Sementara Pertalite dinilai belum memenuhi standar tersebut.

Baca Juga :  Dolar AS Tembus Rp17.700 Harga iPhone Naik hingga Rp500 Ribu sementara BBM Subsidi Tetap Aman

Menurut Agus Pambagio, emisi kendaraan yang menggunakan Pertalite masih berada pada level Euro 2.

Karena itu, penggunaan BBM dengan oktan lebih tinggi seperti Pertamax dianggap lebih sesuai untuk mendukung standar emisi kendaraan modern.


Pola Penghapusan Mirip Premium

Penghapusan Pertalite disebut akan mengikuti pola yang sebelumnya terjadi pada BBM Premium.

Awalnya distribusi Premium dikurangi di kota besar seperti Jakarta sebelum akhirnya perlahan menghilang dari berbagai daerah.

Setelah itu masyarakat diarahkan menggunakan Pertalite, dan kini mulai diarahkan lagi ke Pertamax.

“Dari Jakarta dulu dihilangkan Premium, kemudian masuk ke Pertalite dulu, terus nanti Pertamax,” kata Agus.


Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

Berkurangnya kuota Pertalite membuat banyak pengendara mulai beralih ke Pertamax meski harganya lebih mahal.

Kondisi ini tentu berdampak langsung terhadap pengeluaran masyarakat, terutama pekerja harian dan pengguna kendaraan pribadi.

Banyak konsumen mengaku terpaksa membeli Pertamax karena stok Pertalite di SPBU sering kosong.


Beban Berat Pertamina

Di sisi lain, kondisi distribusi BBM subsidi juga disebut berkaitan dengan beban finansial PT Pertamina (Persero).

Sebagai penyalur BBM subsidi, Pertamina harus menanggung selisih harga jual dengan harga pasar sebelum kompensasi dibayarkan pemerintah.

Menurut pengamat, keterlambatan pembayaran subsidi membuat arus kas perusahaan menjadi tertekan.

Hal ini dinilai berdampak terhadap rantai distribusi BBM subsidi di lapangan.


Apa Dampaknya Jika Pertalite Dihapus?

Jika Pertalite benar-benar dihapus bertahap, ada beberapa dampak yang diperkirakan akan terjadi:

1. Pengeluaran Transportasi Naik

Masyarakat harus membeli BBM dengan harga lebih tinggi.

Baca Juga :  3 Cara Mudah Dapat Saldo DANA Gratis 2025, Bisa Dicoba Semua Pengguna

2. Kendaraan Lama Berpotensi Terdampak

Sebagian kendaraan lama masih dirancang menggunakan BBM RON rendah.

3. Emisi Kendaraan Lebih Baik

Penggunaan BBM oktan tinggi dapat membantu menurunkan polusi udara.

4. Beban Subsidi Negara Berkurang

Anggaran subsidi energi dapat ditekan.


Pertamina Buka Suara soal Isu Pembatasan

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menyatakan belum ada kebijakan resmi terkait pelarangan kendaraan tertentu membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026.

Namun isu pembatasan distribusi BBM subsidi memang terus berkembang di tengah pembahasan reformasi subsidi energi nasional.


Masyarakat Mulai Cemas

Kelangkaan Pertalite memicu kecemasan di kalangan masyarakat karena BBM tersebut selama ini menjadi pilihan utama kelas menengah dan pekerja harian.

Di media sosial, banyak pengguna mengeluhkan stok Pertalite yang semakin sulit ditemukan di sejumlah SPBU.

Sebagian bahkan menyebut situasi ini mirip dengan masa transisi penghapusan Premium beberapa tahun lalu.


FAQ

Apakah Pertalite akan dihapus?

Belum ada keputusan resmi, namun pengamat menilai pengurangan distribusi menjadi sinyal penghapusan bertahap.

Kenapa Pertalite mulai langka?

Kuota subsidi yang ditekan serta pergeseran SPBU ke BBM non-subsidi disebut menjadi penyebab utama.

Apa alasan Pertalite ingin dihapus?

Faktor subsidi energi, standar emisi Euro 4, dan pengurangan polusi menjadi alasan utama.

Apa pengganti Pertalite?

Masyarakat diarahkan menggunakan Pertamax dengan RON lebih tinggi.

Apakah semua SPBU masih menjual Pertalite?

Tidak. SPBU Pertamina Signature hanya menjual BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Dexlite.

Berita Terkait

Rupiah Nyaris Rp17.800 per Dolar AS, Ancaman Harga BBM hingga Cicilan Makin Berat
iQOO Z11 Series Meluncur di Indonesia, HP Gaming Tahan Banting dengan IP69
Harga Emas Dunia Naik 1 Persen, Investor Ramai Cari Aset Safe Haven di Tengah Pelemahan Dolar AS
BCA Mobile Normal Lagi, Nasabah Masih Tunggu Pengembalian Saldo Tertahan
Purbaya Sebut 10 Perusahaan Sawit Diduga Main Harga Ekspor, Ini Modusnya
Kurs Dolar AS Makin Mahal, Rupiah Ditutup Melemah di Tengah Sentimen The Fed
Restrukturisasi Besar, Telkom Akan Tutup 10 Anak Perusahaan
Pemerintah Siapkan Marketplace UMKM Nasional, Shopee dan TikTok Shop Terancam?
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:17 WIB

Rupiah Nyaris Rp17.800 per Dolar AS, Ancaman Harga BBM hingga Cicilan Makin Berat

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:02 WIB

Pertalite Mulai Sulit Dicari, Pengamat Sebut Era BBM Subsidi Segera Berakhir

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:01 WIB

iQOO Z11 Series Meluncur di Indonesia, HP Gaming Tahan Banting dengan IP69

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas Dunia Naik 1 Persen, Investor Ramai Cari Aset Safe Haven di Tengah Pelemahan Dolar AS

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:00 WIB

Purbaya Sebut 10 Perusahaan Sawit Diduga Main Harga Ekspor, Ini Modusnya

Berita Terbaru