Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (26/5/2026) ditutup berdarah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles 1,23% ke level 6.130,19 setelah dihantam aksi jual investor di hampir seluruh sektor.
Tekanan pasar kali ini menyeret sejumlah saham unggulan kapitalisasi besar. Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menjadi salah satu yang paling terpukul setelah anjlok lebih dari 10% ke level Rp 4.890. Tak hanya itu, saham PT Astra International Tbk (ASII) juga ikut tertekan hingga turun 8,48% ke Rp 5.125 per saham.
Data perdagangan menunjukkan IHSG sempat bergerak di rentang 6.124 hingga 6.286 sepanjang sesi perdagangan. Namun tekanan jual yang terus meningkat membuat indeks gagal bertahan di zona hijau. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 461 saham melemah, 258 menguat, dan sisanya stagnan.
Selain INCO dan ASII, saham ritel PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) ikut longsor lebih dari 8%. Saham sektor tambang seperti MDKA dan MBMA juga mengalami koreksi tajam seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi global dan harga komoditas.
Di tengah pelemahan IHSG, beberapa saham masih berhasil mencuri perhatian investor. Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melesat lebih dari 5% ke Rp 3.090. Kenaikan juga terjadi pada saham BRPT dan CUAN yang masih mampu bertahan di zona hijau saat pasar bergerak volatil.
Analis menilai tekanan terhadap IHSG dipengaruhi sejumlah sentimen eksternal. Mulai dari negosiasi geopolitik Iran-Amerika Serikat, rebalancing indeks MSCI, hingga aksi profit taking menjelang libur panjang bursa. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadi faktor yang memperbesar tekanan di pasar saham domestik.
Meski demikian, pelaku pasar masih melihat peluang rebound terbatas apabila IHSG mampu bertahan di area support 6.100. Investor kini menanti arah kebijakan global berikutnya sambil memantau pergerakan dana asing di pasar modal Indonesia.
Kondisi pasar yang fluktuatif membuat investor disarankan lebih selektif memilih saham. Emiten dengan fundamental kuat dan kinerja stabil dinilai masih memiliki prospek menarik untuk jangka panjang meskipun pasar sedang bergejolak.
FAQ
Kenapa IHSG turun hari ini?
IHSG turun akibat tekanan jual investor, sentimen global, pelemahan rupiah, dan aksi profit taking.
Saham apa yang paling anjlok?
INCO, ASII, dan AMRT menjadi saham yang mengalami penurunan terbesar pada perdagangan hari ini.
Apakah IHSG masih bisa rebound?
Analis melihat peluang rebound terbatas jika IHSG mampu bertahan di atas level support 6.100.
Apa dampak pelemahan rupiah terhadap saham?
Pelemahan rupiah dapat meningkatkan kekhawatiran investor asing sehingga memicu aksi jual di pasar saham.
Saham apa yang masih menguat?
TLKM, BRPT, dan CUAN termasuk saham yang masih mencatat kenaikan di tengah pelemahan IHSG. Tim









