Penyebaran Super Flu Terkendali, Indonesia Catat 74 Kasus di 13 Provinsi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ist/Net

Foto : Ist/Net

JAKARTA — Pemerintah kembali memperbarui data terkait penyebaran influenza A (H3N2) subclade K atau super flu di Indonesia. Kementerian Kesehatan memastikan bahwa penyebaran virus tersebut telah melalui masa puncaknya dan kini menunjukkan penurunan yang konsisten.

Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, dr. Prima Yosephine, menjelaskan bahwa perkembangan kasus saat ini jauh lebih terkendali dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

“Pada hasil pemantauan terbaru, grafik kasus influenza menurun. Masyarakat tidak perlu panik, namun tetap perlu menjaga kesehatan,” kata Prima dalam keterangan tertulis, 19 Januari 2025.

Kasus Terbanyak Berasal dari Dua Provinsi

Data nasional yang dihimpun Kemenkes sejak 1 Januari 2025 hingga 10 Januari 2026 mencatat ada 74 kasus super flu dari total 204 spesimen influenza A (H3N2) yang diperiksa laboratorium. Dari temuan tersebut, dua daerah tercatat menjadi penyumbang kasus terbanyak, yaitu:

  • Jawa Timur (18 kasus)
  • Kalimantan Selatan (18 kasus)
Baca Juga :  Purbaya Dukung Efisiensi MBG, Tapi Ingatkan Jangan Korbankan Gizi Masyarakat

Sementara itu, provinsi lain yang turut melaporkan kasus meliputi Jakarta (11), Jawa Barat (10), Sumatera Selatan (5), Sumatera Utara (3), Bali (2), NTT (2), serta masing-masing satu kasus di Jawa Tengah, NTB, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan DI Yogyakarta.

Kemenkes menegaskan bahwa puncak penyebaran terjadi pada minggu ke-40 tahun 2025, sebelum kemudian melandai. Sejak memasuki minggu ke-52, tidak ada konfirmasi kasus baru yang ditemukan.

Mayoritas Kasus Tidak Berbahaya

Menurut Prima, sebagian besar pasien super flu menunjukkan gejala ringan hingga sedang sehingga dapat pulih tanpa penanganan khusus. Ia menekankan bahwa kondisi serius justru ditemukan pada kelompok rentan.

Baca Juga :  Kenali Gejala Virus Nipah Sejak Dini, Awalnya Flu Biasa Bisa Fatal

“Kasus berat umumnya dialami lansia atau pasien dengan komorbid. Virus bisa memperburuk kondisi kesehatan yang sudah tidak stabil,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa laporan kematian yang sebelumnya beredar umumnya bukan murni disebabkan super flu, tetapi dipicu penyakit bawaan yang semakin parah setelah terinfeksi.

“Influenza dapat menjadi pencetus, tetapi sering kali bukan penyebab utama kematian,” ujar Prima menegaskan.

Kemenkes mengimbau masyarakat tetap menjaga daya tahan tubuh, memakai masker saat sakit, dan segera memeriksakan diri bila mengalami gejala influenza berkepanjangan.

Berita Terkait

Ekonomi Indonesia 2026 Diproyeksi Tembus 5,3%, Airlangga Hartarto Pastikan Aman dari Krisis 1998
Usai Pamit dari MK, Anwar Usman Tiba-tiba Pingsan di Gedung Mahkamah Konstitusi
Jaksa Agung Rotasi 14 Kajati April 2026, Ini Nama Kajati Baru dari Jabar hingga Sumut
Biaya Operasi Amandel Anak 2026 Terbaru, Bisa Gratis Pakai BPJS!
Biaya Operasi Hernia di RSUD 2026, Gratis Pakai BPJS atau Bisa Tembus Rp20 Juta untuk Pasien Umum
Shopee hingga Tokopedia Bakal Pungut Pajak Seller, Pemerintah Siapkan Aturan Baru 2026
Thomas Ramdhan Isyaratkan Hengkang dari GIGI, Unggahan Emosional Jadi Sorotan
Kepala BGN Buka Suara Soal Anggaran Rp113 Miliar untuk EO, Ini Penjelasannya
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 15:02 WIB

Ekonomi Indonesia 2026 Diproyeksi Tembus 5,3%, Airlangga Hartarto Pastikan Aman dari Krisis 1998

Selasa, 14 April 2026 - 06:05 WIB

Usai Pamit dari MK, Anwar Usman Tiba-tiba Pingsan di Gedung Mahkamah Konstitusi

Selasa, 14 April 2026 - 01:02 WIB

Jaksa Agung Rotasi 14 Kajati April 2026, Ini Nama Kajati Baru dari Jabar hingga Sumut

Senin, 13 April 2026 - 15:04 WIB

Biaya Operasi Amandel Anak 2026 Terbaru, Bisa Gratis Pakai BPJS!

Senin, 13 April 2026 - 14:00 WIB

Biaya Operasi Hernia di RSUD 2026, Gratis Pakai BPJS atau Bisa Tembus Rp20 Juta untuk Pasien Umum

Berita Terbaru

Daerah

Dari Kantor ke Ladang, Azhar Hamzah Ikut Panen Jagung

Rabu, 15 Apr 2026 - 10:08 WIB