JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$459,3 miliar pada Agustus 2026. Angka tersebut tumbuh 5,6 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).
Dalam siaran pers pada Kamis, 15 Oktober 2026, BI menjelaskan kenaikan ULN terutama berasal dari sektor publik. Peningkatan tersebut mencakup utang pemerintah dan bank sentral, sementara utang luar negeri swasta mengalami penurunan.
Posisi ULN pemerintah tercatat sebesar US$220,9 miliar pada Agustus 2026. Nilai tersebut tumbuh 3,3 persen secara tahunan, terutama dipengaruhi aliran masuk investasi pada Surat Berharga Negara (SBN).
Menurut BI, perkembangan tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia. Pemerintah juga berkomitmen memenuhi pembayaran pokok dan bunga utang tepat waktu serta menjaga pengelolaan utang secara hati-hati.
Pemerintah menggunakan ULN untuk membiayai sejumlah sektor produktif. Alokasinya mencakup jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 22 persen, administrasi pemerintahan sebesar 20,7 persen, serta jasa pendidikan sebesar 16,2 persen.
Selain itu, sektor konstruksi memperoleh porsi 11,4 persen, sedangkan transportasi dan pergudangan mencapai 8,5 persen dari total ULN pemerintah. Pembiayaan tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan dengan tetap memperhatikan keberlanjutan fiskal.
Sementara itu, ULN swasta tercatat sebesar US$195,6 miliar atau turun 0,8 persen secara tahunan. Penurunan ini berasal dari kelompok perusahaan nonkeuangan yang menyusut 0,8 persen dan lembaga keuangan yang turun 0,6 persen. Industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan mendominasi ULN swasta dengan pangsa gabungan 80,5 persen.
BI menegaskan struktur ULN Indonesia tetap sehat. Rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) tercatat 30,9 persen pada Agustus 2026, dengan komposisi yang didominasi utang jangka panjang. BI dan pemerintah terus memperkuat koordinasi untuk menjaga pengelolaan utang serta mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. (*)
Penulis : Fanda Yosephta
Editor : Fanda Yosephta









