JAM Pidum Setujui Restorative Justice untuk Tiga Perkara Narkotika

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 23 November 2025 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM Pidum) Prof. Dr. Asep Nana Mulyana menyetujui penyelesaian tiga perkara penyalahgunaan narkotika melalui mekanisme restorative justice berupa tindakan rehabilitasi. Persetujuan itu diberikan setelah ekspose yang digelar secara virtual pada Senin (17/11/2025).

Ketiga kasus yang disetujui untuk diselesaikan melalui pendekatan keadilan restoratif berasal dari tiga Kejaksaan Negeri berbeda. Para tersangka dinilai memenuhi kriteria sebagai pengguna dan bukan bagian dari jaringan peredaran gelap narkotika.

Tiga Perkara yang Disetujui

1. Ilham bin Salmin dari Kejaksaan Negeri Padang, disangka melanggar primair Pasal 112 Ayat (1) atau subsidair Pasal 127 Ayat (1) huruf a UU No. 35/2009 tentang Narkotika.

2. Andri alias Kapau bin Jailani dari Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara, disangka melanggar Pasal 112 Ayat (1) atau Pasal 127 Ayat (1) huruf a UU No. 35/2009.

Baca Juga :  Pensiunan PNS Bersiap Terima Gaji April dan Gaji ke-13

3. Samsudin alias Udin bin Durahman dari Kejaksaan Negeri Balangan, disangka melanggar Pasal 112 Ayat (1) atau Pasal 127 Ayat (1) huruf a UU No. 35/2009.

 

Alasan Persetujuan Rehabilitasi

JAM Pidum menyampaikan bahwa sejumlah pertimbangan menjadi dasar persetujuan rehabilitasi, antara lain:

Hasil laboratorium menunjukkan para tersangka positif menggunakan narkotika.

Hasil penyidikan dengan metode know your suspect menegaskan para tersangka bukan bagian dari jaringan peredaran gelap.

Para tersangka tercatat sebagai pengguna terakhir atau end user.

Tidak ada tersangka yang pernah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Asesmen terpadu mengkualifikasikan mereka sebagai pecandu, korban penyalahgunaan, atau penyalah guna narkotika.

Baca Juga :  Kejari Bangka Selatan Tetapkan Mantan Bupati dan Camat sebagai Tersangka Kasus Mafia Tanah

Para tersangka belum pernah atau baru menjalani rehabilitasi maksimal dua kali.

Tidak ditemukan peran sebagai produsen, bandar, pengedar, ataupun kurir.

Instruksi kepada Kejaksaan Negeri

JAM Pidum meminta para Kepala Kejaksaan Negeri terkait segera menerbitkan Surat Ketetapan Penyelesaian Perkara Berdasarkan Keadilan Restoratif, sesuai Pedoman Jaksa Agung Nomor 18 Tahun 2021 yang menjadi landasan pelaksanaan rehabilitasi.

“Mekanisme ini menjadi bagian dari pelaksanaan asas dominus litis oleh Jaksa dalam memastikan penanganan perkara lebih berorientasi pada pemulihan,” ujar JAM Pidum dalam pernyataan resmi.

Pendekatan restorative justice terus diperluas sebagai upaya penanganan kasus narkotika yang lebih humanis dan proporsional, khususnya untuk pengguna yang dinilai membutuhkan perawatan, bukan pemenjaraan.(***)

Berita Terkait

KPK Minta Nusron Wahid Kooperatif Usai Dua Kali Absen Pemeriksaan
Kemenkeu Bakal Wajibkan Konsultan Pajak Buka Kantor, Aturan Baru Disiapkan
Empat Marketplace Mulai Pungut PPh 22 Seller, idEA Soroti 3 Masalah
Jadwal Haji 2027: Berangkat 11 April, Wukuf di Arafah 15 Mei
Cek Bansos 2026 Pakai NIK KTP, Begini Cara Mengetahui Status Penerima PKH dan BPNT
Singapura Soroti Karhutla di Indonesia, 7 Perusahaan Masuk Perhatian
Kamarudin Simanjuntak Meninggal Dunia
Cara Cetak SIM Sendiri di Mesin Kiosk SIM, Tak Perlu Antre Lama di Satpas
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:05 WIB

KPK Minta Nusron Wahid Kooperatif Usai Dua Kali Absen Pemeriksaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Kemenkeu Bakal Wajibkan Konsultan Pajak Buka Kantor, Aturan Baru Disiapkan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Empat Marketplace Mulai Pungut PPh 22 Seller, idEA Soroti 3 Masalah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Jadwal Haji 2027: Berangkat 11 April, Wukuf di Arafah 15 Mei

Selasa, 20 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Cek Bansos 2026 Pakai NIK KTP, Begini Cara Mengetahui Status Penerima PKH dan BPNT

Berita Terbaru