WhatsApp Scam Alert Mulai Diuji, Chat Penipuan Bisa Terdeteksi Otomatis: Begini Cara Kerjanya

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — WhatsApp sedang menguji fitur keamanan baru bernama Scam Alert yang dirancang untuk membantu pengguna mengenali pesan yang berpotensi menjadi penipuan online.

Fitur terbaru WhatsApp ini menggunakan teknologi machine learning yang berjalan langsung di perangkat pengguna. Sistem tersebut menganalisis pola tertentu dalam percakapan dan dapat memberikan peringatan apabila sebuah chat dicurigai memiliki karakteristik penipuan.

Kehadiran Scam Alert menjadi perhatian karena modus phishing, pencurian akun, penipuan berkedok layanan pelanggan, hingga permintaan kode OTP semakin sering digunakan oleh pelaku kejahatan digital.

Apa Itu Scam Alert WhatsApp?

Scam Alert merupakan fitur keamanan opsional yang dikembangkan untuk memberikan lapisan perlindungan tambahan ketika pengguna menerima pesan mencurigakan.

Berbeda dari sistem yang harus mengirimkan seluruh isi pesan ke server, teknologi ini dirancang untuk menjalankan proses klasifikasi langsung pada perangkat.

WhatsApp saat ini masih menguji Scam Alert secara terbatas melalui versi beta sebelum kemungkinan diluncurkan kepada lebih banyak pengguna.

Cara Kerja Scam Alert untuk Mendeteksi Penipuan

Setelah fitur tersedia dan diaktifkan, WhatsApp akan mengunduh model machine learning ke perangkat.

Model tersebut kemudian dapat menganalisis pola komunikasi tertentu, khususnya pada pesan dari nomor yang belum tersimpan di kontak.

Sistem mempertimbangkan struktur percakapan dan sinyal bahasa untuk memperkirakan apakah sebuah komunikasi memiliki pola yang mirip dengan modus scam yang telah diketahui.

Jika ditemukan indikasi mencurigakan, WhatsApp dapat menampilkan peringatan di dalam chat.

Peringatan tersebut hanya dapat dilihat oleh penerima pesan dan tidak ditampilkan kepada pengirim.

Apa yang Bisa Dilakukan Jika Chat Ditandai Scam?

Ketika menerima peringatan, pengguna dapat menentukan tindakan berikut:

  1. Memblokir pengirim jika dianggap mencurigakan.
  2. Melaporkan chat kepada WhatsApp.
  3. Tetap melanjutkan percakapan jika pengguna yakin pesan tersebut aman.
  4. Menandai chat sebagai tepercaya apabila sistem ternyata salah memberikan peringatan.

Fitur ini penting karena sistem deteksi berbasis machine learning tetap memiliki kemungkinan melakukan kesalahan.

Apakah WhatsApp Mengirim Isi Chat ke Server?

Aspek privasi menjadi salah satu bagian penting dari Scam Alert.

Meta menjelaskan bahwa proses deteksi dilakukan langsung pada perangkat. Pesan yang dianalisis oleh model tidak secara otomatis dikirim ke WhatsApp, Meta, ataupun pihak ketiga untuk menentukan apakah pesan tersebut merupakan scam.

Baca Juga :  Fitur AI Terbaru WhatsApp, Google, Samsung, dan Apple yang Wajib Dicoba, Bikin Aktivitas Lebih Praktis

Dengan metode tersebut, Scam Alert dirancang agar dapat berjalan bersama enkripsi end-to-end WhatsApp.

Informasi mengenai dugaan scam juga tidak otomatis dilaporkan hanya karena sistem memberikan peringatan.

Pengiriman informasi kepada WhatsApp baru terjadi apabila pengguna secara aktif memilih untuk melaporkan percakapan.

Waspada Penipuan WhatsApp yang Meminta OTP dan Data Pribadi

Meskipun Scam Alert dapat membantu mendeteksi pola mencurigakan, pengguna tetap harus waspada.

Jangan pernah memberikan:

  • Kode OTP.
  • PIN aplikasi perbankan.
  • Password.
  • Kode verifikasi WhatsApp.
  • Nomor kartu dan data keamanan kartu.
  • Data pribadi sensitif.
  • Informasi rekening untuk keperluan yang tidak jelas.

Pengguna juga sebaiknya tidak sembarangan membuka tautan yang dikirim oleh nomor tidak dikenal.

Pelaku penipuan dapat menggunakan berbagai alasan, seperti hadiah, undangan digital, tagihan, paket, lowongan kerja, investasi, hingga mengaku sebagai petugas bank atau customer service.

Scam Alert Bisa Membantu Mencegah Phishing

Salah satu risiko terbesar dalam komunikasi digital adalah phishing, yaitu upaya menipu korban agar menyerahkan informasi penting atau membuka tautan berbahaya.

Dengan memberikan peringatan ketika pola komunikasi terlihat mencurigakan, Scam Alert berpotensi menjadi salah satu lapisan keamanan tambahan bagi pengguna WhatsApp.

Namun, fitur tersebut bukan pengganti kewaspadaan pengguna.

Jika sebuah pesan meminta Anda melakukan transfer uang, memberikan OTP, memasukkan password, atau membuka tautan yang mencurigakan, sebaiknya lakukan verifikasi melalui kanal resmi.

Cara Menjaga Akun WhatsApp Tetap Aman

Selain mengandalkan fitur keamanan WhatsApp, pengguna dapat melakukan beberapa langkah sederhana:

Aktifkan verifikasi dua langkah.
Fitur ini memberikan lapisan keamanan tambahan pada akun.

Jangan bagikan kode verifikasi.
Kode OTP atau kode verifikasi WhatsApp tidak boleh diberikan kepada orang lain.

Hindari tautan mencurigakan.
Jangan langsung membuka link yang dikirim nomor tidak dikenal.

Gunakan kunci layar dan keamanan perangkat.
Pastikan smartphone memiliki PIN, password, pola, atau biometrik.

Blokir dan laporkan akun mencurigakan.
Jika menemukan indikasi penipuan, gunakan fitur laporan yang tersedia.

Periksa identitas pengirim.
Jika seseorang mengaku sebagai bank, perusahaan, kurir, atau instansi tertentu, lakukan konfirmasi melalui website atau nomor resmi.

Kapan Scam Alert WhatsApp Dirilis untuk Semua Pengguna?

Saat ini Scam Alert masih dalam tahap pengujian terbatas. Belum ada kepastian mengenai waktu peluncuran fitur tersebut untuk seluruh pengguna WhatsApp.

Baca Juga :  Fitur Baru WhatsApp Scam Alert Bisa Deteksi Pesan Penipuan

Meta masih melakukan pengujian untuk melihat kemampuan sistem dalam mendeteksi modus penipuan sekaligus menjaga privasi dan performa perangkat.

FAQ Scam Alert WhatsApp

Apa fungsi Scam Alert WhatsApp?

Scam Alert dirancang untuk memberikan peringatan ketika sistem mendeteksi pola percakapan yang berpotensi merupakan penipuan.

Apakah Scam Alert otomatis aktif?

Tidak. Fitur ini bersifat opsional dan pengguna perlu mengaktifkannya apabila sudah tersedia pada akun atau perangkatnya.

Apakah Scam Alert bisa mendeteksi semua penipuan?

Tidak. Scam Alert merupakan lapisan keamanan tambahan dan tidak menjamin seluruh modus penipuan dapat terdeteksi.

Apakah WhatsApp membaca isi chat pengguna?

Menurut penjelasan Meta, klasifikasi Scam Alert dilakukan langsung di perangkat dan pesan yang dianalisis tidak otomatis dikirim ke server untuk proses deteksi.

Apakah pengirim tahu kalau chat-nya ditandai scam?

Tidak. Peringatan tersebut hanya terlihat oleh penerima pesan.

Apa yang harus dilakukan jika WhatsApp memberikan peringatan scam?

Pengguna dapat memblokir pengirim, melaporkan percakapan, atau tetap melanjutkan percakapan jika yakin pesan tersebut aman.

Bagaimana jika Scam Alert salah mendeteksi chat?

Pengguna dapat menandai percakapan sebagai tepercaya sehingga peringatan tersebut dihapus.

Apakah kode OTP boleh diberikan kepada orang yang mengaku petugas WhatsApp?

Jangan. Kode OTP atau kode verifikasi merupakan informasi keamanan yang tidak seharusnya dibagikan kepada pihak lain.

Apakah WhatsApp Scam Alert bisa mencegah akun diretas?

Fitur ini dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan, tetapi keamanan akun tetap bergantung pada perilaku pengguna, termasuk tidak membagikan kode verifikasi dan menghindari tautan mencurigakan.

Apakah Scam Alert sudah tersedia di Indonesia?

Ketersediaan bergantung pada tahap pengujian dan peluncuran WhatsApp. Karena fitur masih diuji secara terbatas, tidak semua pengguna akan mendapatkannya.

Kesimpulan

Scam Alert WhatsApp menjadi salah satu fitur yang menarik untuk diperhatikan karena menggabungkan teknologi machine learning dengan pemrosesan langsung di perangkat.

Fitur ini dapat membantu pengguna mengenali percakapan yang berpotensi menjadi penipuan, tetapi kewaspadaan tetap menjadi pertahanan utama.

Jangan pernah memberikan OTP, PIN, password, kode verifikasi, atau data perbankan kepada pihak yang tidak dapat diverifikasi. Jika menerima pesan mencurigakan, gunakan fitur blokir dan laporkan yang tersedia di WhatsApp. (*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Kamboja Tutup 700 Pusat Penipuan Online, Hampir 30.000 Tersangka Ditangkap
APBN Malaysia 2027: Subsidi Diperketat, Penghematan Dikembalikan ke Rakyat, Biaya Hidup Jadi Fokus
US Embassy Warns Citizens Ahead of Jakarta Protest on August 27, 2026
Ronaldo Cetak Rekor Baru
Kisah Hui Ka Yan: Dari Miliarder Dunia, Kini Divonis Seumur Hidup
Guardiola Ungkap Masa Sulit di Man City
Esports Nations Cup Riyadh Officially Postponed to November 2027: Reasons, Impact and What Comes Next
Raja Salman Terbitkan 3 Dekrit, Arab Saudi Rombak Sejumlah Posisi Strategis
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 18:04 WIB

WhatsApp Scam Alert Mulai Diuji, Chat Penipuan Bisa Terdeteksi Otomatis: Begini Cara Kerjanya

Selasa, 1 September 2026 - 19:12 WIB

Kamboja Tutup 700 Pusat Penipuan Online, Hampir 30.000 Tersangka Ditangkap

Selasa, 1 September 2026 - 07:00 WIB

APBN Malaysia 2027: Subsidi Diperketat, Penghematan Dikembalikan ke Rakyat, Biaya Hidup Jadi Fokus

Kamis, 27 Agustus 2026 - 04:05 WIB

US Embassy Warns Citizens Ahead of Jakarta Protest on August 27, 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Ronaldo Cetak Rekor Baru

Berita Terbaru