JAKARTA – Persaingan menuju kursi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2026-2029 mulai memanas setelah Steering Committee (SC) Musyawarah Nasional (Munas) XVIII BPP HIPMI resmi menetapkan empat kandidat yang lolos verifikasi. Momentum ini langsung menjadi perhatian kalangan bisnis nasional karena posisi Ketua Umum HIPMI dinilai strategis dalam mendorong investasi, pengembangan UMKM, hingga arah ekonomi digital Indonesia ke depan.
Empat kandidat yang dipastikan maju dalam bursa pemilihan Ketua Umum HIPMI yakni Ade Jona Prasetyo, Anthony Leong, Reynaldo Bryan, dan Afifuddin Kalla. Masing-masing membawa latar belakang kuat di bidang politik, bisnis, teknologi, hingga jejaring pengusaha nasional. Penetapan nama calon dilakukan setelah seluruh kandidat dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi dan ketentuan organisasi.
Ketua SC Munas XVIII HIPMI, Tri Febrianto Damu, menegaskan proses seleksi dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, seluruh tahapan telah berjalan sesuai aturan organisasi sehingga para kandidat kini tinggal melanjutkan ke tahap pengambilan nomor urut yang dijadwalkan berlangsung di Djakarta Theater, Jakarta, pada 24 April 2026.
Munas XVIII HIPMI sendiri direncanakan digelar pada 10 Juni 2026 dan diprediksi menjadi salah satu agenda organisasi pengusaha terbesar tahun ini. Banyak pihak menilai pemilihan Ketum HIPMI kali ini akan menentukan arah organisasi dalam menghadapi tantangan ekonomi global, transformasi digital, hingga peluang investasi baru di Indonesia.
Ade Jona Prasetyo menjadi salah satu kandidat yang mencuri perhatian karena memiliki pengalaman di dunia politik dan bisnis sekaligus. Anggota DPR RI dari Partai Gerindra itu dikenal aktif membahas isu ekonomi, investasi, pertahanan, dan hubungan internasional. Selain itu, ia pernah memimpin BPD HIPMI Sumatera Utara dan memiliki jaringan kuat di kalangan pengusaha muda daerah.
Anthony Leong juga menjadi kandidat yang diperhitungkan dalam kontestasi ini. Ia dikenal luas sebagai pengusaha dan konsultan bisnis yang aktif mendorong transformasi digital, pemasaran modern, dan pengembangan UMKM berbasis teknologi. Kehadirannya dianggap mewakili semangat bisnis digital yang kini berkembang pesat di Indonesia.
Sementara itu, Reynaldo Bryan hadir sebagai representasi generasi muda digital yang aktif di bidang komunikasi publik dan pengembangan komunitas kreatif. Di sisi lain, Afifuddin Kalla membawa pengalaman bisnis keluarga dan jejaring usaha nasional. Keponakan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla itu dinilai memiliki pengalaman dalam pengembangan sektor swasta dan aktivitas sosial ekonomi.
Pengamat menilai perebutan kursi Ketua Umum HIPMI kali ini tidak hanya soal kepemimpinan organisasi, tetapi juga menyangkut arah kebijakan dunia usaha muda Indonesia beberapa tahun ke depan. Dengan meningkatnya perhatian terhadap investasi, startup, ekonomi kreatif, dan digitalisasi bisnis, sosok pemimpin HIPMI berikutnya diprediksi akan memiliki pengaruh besar terhadap iklim usaha nasional.
FAQ
Siapa saja kandidat Ketua Umum HIPMI 2026?
Empat kandidat resmi yakni Ade Jona Prasetyo, Anthony Leong, Reynaldo Bryan, dan Afifuddin Kalla.
Kapan Munas XVIII HIPMI digelar?
Munas XVIII HIPMI dijadwalkan berlangsung pada 10 Juni 2026.
Apa peran HIPMI bagi dunia usaha?
HIPMI merupakan organisasi pengusaha muda Indonesia yang berperan mendorong kewirausahaan, investasi, pengembangan bisnis, dan ekonomi nasional.
Mengapa pemilihan Ketum HIPMI penting?
Ketua Umum HIPMI memiliki pengaruh besar dalam membangun jaringan pengusaha muda, mendorong investasi, dan memperkuat sektor bisnis nasional.
Siapa kandidat yang berasal dari dunia politik?
Ade Jona Prasetyo merupakan anggota DPR RI dari Partai Gerindra sekaligus pengusaha dan kader HIPMI.









