Jakarta-Singapura resmi menaikkan tarif listrik dan gas untuk periode Juli hingga September 2026. Kebijakan tersebut diumumkan setelah lonjakan harga energi global akibat memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memengaruhi biaya produksi listrik di negara tersebut.
Otoritas Pasar Energi Singapura (EMA) menjelaskan kenaikan tarif dipicu meningkatnya harga gas alam impor yang menjadi sumber utama pembangkit listrik. Sekitar 95 persen kebutuhan listrik Singapura masih bergantung pada gas alam yang didatangkan dari luar negeri sehingga gejolak geopolitik langsung berdampak pada biaya energi.
Perusahaan utilitas SP Group menetapkan tarif listrik rumah tangga pada kuartal ketiga 2026 menjadi sekitar 31,91 sen Singapura per kWh. Penyesuaian tarif ini berlaku mulai Juli hingga akhir September 2026 mengikuti kenaikan biaya bahan bakar yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Akibat kenaikan tarif tersebut, rata-rata tagihan listrik bulanan rumah tangga untuk hunian empat kamar diperkirakan naik dari sekitar 100,74 dolar Singapura menjadi 117,88 dolar Singapura. Kenaikan tersebut menambah beban pengeluaran masyarakat di tengah biaya hidup yang masih tinggi.
EMA menyatakan situasi di Timur Tengah masih belum stabil. Selama konflik belum mereda, harga gas alam diperkirakan tetap berfluktuasi sehingga biaya produksi listrik masih berpotensi meningkat pada periode berikutnya.
Meski demikian, pemerintah Singapura menyebut tarif listrik berpeluang turun pada kuartal keempat 2026 apabila harga bahan bakar global kembali melemah. Perbaikan kondisi geopolitik dinilai menjadi faktor utama yang dapat menekan biaya impor energi.
Untuk membantu masyarakat menghemat pengeluaran, pemerintah mengimbau warga menggunakan listrik secara lebih efisien. Pengguna AC disarankan mengatur suhu minimal 25 derajat Celsius, mematikan lampu dan perangkat elektronik saat tidak digunakan, serta memilih peralatan berlabel hemat energi.
Kebijakan penghematan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi tagihan listrik rumah tangga, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional. Perang AS-Iran kembali menunjukkan bahwa konflik geopolitik dapat memberikan dampak langsung terhadap biaya hidup masyarakat, bahkan di negara yang jauh dari wilayah konflik.
FAQ
Mengapa tarif listrik Singapura naik?
Karena kenaikan harga gas alam impor akibat ketegangan dan konflik AS-Iran di Timur Tengah.
Kapan tarif baru mulai berlaku?
Mulai Juli hingga September 2026.
Berapa kenaikan tagihan listrik rumah tangga?
Rata-rata naik dari sekitar 100,74 dolar Singapura menjadi 117,88 dolar Singapura per bulan untuk rumah empat kamar.
Mengapa Singapura terdampak perang AS-Iran?
Karena sekitar 95 persen listrik Singapura dihasilkan dari gas alam impor yang harganya dipengaruhi pasar energi global.
Apakah tarif listrik bisa turun lagi?
EMA menyebut tarif dapat menurun pada kuartal keempat 2026 jika harga bahan bakar global kembali melemah. Tim









