Prabowo Kaget Data Kemiskinan Naik, Pertanyakan Angka BPS yang Selalu Turun

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Presiden Prabowo Subianto mengungkap rasa terkejut dan terpukul setelah menerima laporan terbaru mengenai kondisi kemiskinan di Indonesia. Dalam pidatonya saat rapat paripurna DPR RI membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027, Prabowo menyoroti adanya peningkatan jumlah masyarakat miskin meski ekonomi nasional terus mencatat pertumbuhan positif.

Pernyataan tersebut langsung menjadi perhatian publik karena berbeda dengan data resmi Badan Pusat Statistik atau BPS yang selama ini menunjukkan angka kemiskinan cenderung mengalami penurunan setiap tahunnya. Perbedaan data itu pun memicu perdebatan mengenai kondisi ekonomi riil masyarakat Indonesia saat ini.

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tujuh tahun terakhir berada di kisaran 5 persen per tahun. Jika diakumulasi, ekonomi nasional seharusnya tumbuh sekitar 35 persen dan memberikan dampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Namun fakta yang diterimanya justru menunjukkan kondisi berbeda. Prabowo menyebut angka masyarakat miskin disebut naik dari 46,1 persen menjadi 49 persen, sementara kelompok kelas menengah turun dari 22 persen menjadi 17 persen. Kondisi tersebut membuat Presiden mengaku sangat terpukul setelah menerima laporan tersebut beberapa minggu usai dilantik.

Baca Juga :  BGN Tegaskan Sasaran Utama MBG adalah Balita dan Ibu Hamil, Bukan Siswa Sekolah

Selain menyoroti kemiskinan, Prabowo juga mengkritik rendahnya rasio penerimaan negara terhadap Produk Domestik Bruto atau PDB Indonesia. Ia menyebut rasio penerimaan negara Indonesia hanya berada di kisaran 11 hingga 12 persen dari PDB, lebih rendah dibanding sejumlah negara ASEAN maupun anggota G20 seperti Filipina, India, dan Meksiko.

Menurut Prabowo, Indonesia seharusnya mampu memperoleh penerimaan negara yang lebih besar mengingat sumber daya alam yang dimiliki sangat melimpah. Ia mempertanyakan mengapa Indonesia masih tertinggal dibanding Malaysia maupun Filipina dalam pengelolaan ekonomi dan penerimaan negara.

Pernyataan Presiden tersebut langsung berdampak pada sentimen pasar keuangan. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dilaporkan sempat melemah setelah pidato berlangsung. Investor disebut mulai mencermati stabilitas ekonomi domestik, kondisi fiskal negara, serta daya beli masyarakat yang menjadi perhatian pemerintah.

Di sisi lain, sejumlah pengamat ekonomi menilai perbedaan data antara pemerintah dan BPS kemungkinan disebabkan metode penghitungan yang berbeda. Beberapa ekonom menyebut tekanan terhadap kelas menengah, kenaikan harga kebutuhan pokok, inflasi pangan, hingga suku bunga tinggi memang mulai memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga :  Rupiah Hari Ini Diproyeksi Melemah ke Rp18.000 per Dolar AS, Konflik AS-Iran Jadi Pemicu Utama

Pidato Prabowo kini menjadi salah satu isu ekonomi paling ramai dibahas publik. Banyak pihak menunggu langkah konkret pemerintah dalam memperbaiki distribusi pertumbuhan ekonomi, menjaga stabilitas rupiah, memperkuat penerimaan negara, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.

FAQ

Mengapa Prabowo menyoroti data kemiskinan?

Karena data yang diterimanya menunjukkan jumlah masyarakat miskin meningkat meski ekonomi Indonesia tumbuh stabil.

Apa yang dipertanyakan Prabowo terhadap BPS?

Prabowo mempertanyakan perbedaan data kemiskinan yang diterimanya dengan laporan resmi BPS yang selama ini menyebut angka kemiskinan turun.

Apa dampak pidato Prabowo terhadap pasar?

IHSG sempat melemah setelah pidato karena investor mencermati kondisi ekonomi nasional dan daya beli masyarakat.

Mengapa kelas menengah disebut menurun?

Pengamat menilai inflasi, kenaikan harga kebutuhan pokok, dan tekanan ekonomi global memengaruhi daya beli masyarakat kelas menengah.

Apa fokus pemerintah setelah pidato tersebut?

Pemerintah diperkirakan akan fokus memperkuat penerimaan negara, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjaga stabilitas ekonomi nasional. (Tim)

Berita Terkait

Kabar Baik PPPK, Pemerintah Amankan Anggaran Rp31 Triliun untuk Pengalihan Status
Cara Buat Akun SSCASN BKN 2026 untuk CPNS: Syarat, Dokumen, dan Langkah Pendaftaran
Gaji PNS 2026 Semua Golongan: Tabel Lengkap, Gaji Tertinggi, Tunjangan dan Estimasi Penghasilan
Orang Tua Penerima MBG Bisa Dapat Bedah Rumah dan Rumah Subsidi, Ini Syaratnya
Status PPPK Difinalisasi, Pemerintah Larang Kepala Daerah Rekrut Staf Baru
DPR Setujui Putra Terbaik Jambi Nuzran Joher Jadi Ketua Ombudsman 2026-2031, Gantikan Hery Susanto
ASN 18 Agustus 2026 Tetap Masuk Kerja, Pemerintah Beri Fleksibilitas Rayakan HUT RI
Gaji PNS 2027 Naik atau Tidak? RAPBN 2027 Naikkan Belanja Pegawai Jadi Rp378,9 Triliun
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kabar Baik PPPK, Pemerintah Amankan Anggaran Rp31 Triliun untuk Pengalihan Status

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Cara Buat Akun SSCASN BKN 2026 untuk CPNS: Syarat, Dokumen, dan Langkah Pendaftaran

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Gaji PNS 2026 Semua Golongan: Tabel Lengkap, Gaji Tertinggi, Tunjangan dan Estimasi Penghasilan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:51 WIB

Orang Tua Penerima MBG Bisa Dapat Bedah Rumah dan Rumah Subsidi, Ini Syaratnya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 04:06 WIB

Status PPPK Difinalisasi, Pemerintah Larang Kepala Daerah Rekrut Staf Baru

Berita Terbaru

Hukum

Masa Jabatan Kapolri Digugat ke MK

Selasa, 25 Agu 2026 - 04:00 WIB

Ekonomi

BCA Bagikan Dividen Interim Rp3,07 Triliun

Selasa, 25 Agu 2026 - 02:00 WIB