OTOMOTIF – Vivo mulai membuka informasi mengenai kemampuan kamera Vivo X500, smartphone flagship generasi terbaru yang diperkirakan akan debut di China dalam waktu dekat.
Salah satu sektor yang mendapat perhatian besar adalah kamera. Vivo mengonfirmasi penggunaan sensor Sony Lytia berukuran besar pada kamera utama, sekaligus meningkatkan kemampuan kamera telefoto dibandingkan generasi sebelumnya.
Kamera utama Vivo X500 akan menggunakan sensor 50 MP Sony Lytia-828 dengan ukuran sensor fisik 1/1,28 inci. Sensor tersebut sebelumnya juga digunakan pada Vivo X300 Pro.
Dengan konfigurasi tersebut, Vivo menyebut X500 sebagai model reguler dari lini X yang menggunakan sensor kamera terbesar sepanjang sejarah seri tersebut.
Kamera Utama 50 MP dengan OIS
Sensor Sony Lytia-828 menjadi salah satu peningkatan penting pada Vivo X500.
Kamera utama tersebut dibekali sistem stabilisasi optik atau OIS dengan teknologi stabilisasi setara gimbal Zeiss. Sistem tersebut memiliki rating stabilisasi CIPA 5.5.
Kombinasi sensor berukuran besar dan stabilisasi yang lebih kuat diharapkan dapat membantu kamera menangkap lebih banyak cahaya sekaligus menjaga hasil foto tetap stabil ketika pengguna mengambil gambar dalam kondisi tertentu.
Kemampuan stabilisasi juga berpotensi memberikan keuntungan ketika kamera digunakan untuk merekam video sambil bergerak.
Namun, performa kamera secara keseluruhan tetap tidak hanya ditentukan oleh ukuran sensor dan OIS. Pemrosesan gambar, perangkat lunak kamera, lensa, serta kemampuan chipset juga berperan dalam menentukan hasil akhir.
Telefoto 64 MP Sony Lytia-610
Tidak hanya kamera utama, Vivo juga meningkatkan sektor telefoto.
Vivo X500 akan menggunakan kamera telefoto 64 MP Sony Lytia-610. Sensor tersebut juga digunakan pada kamera telefoto APO yang terdapat pada Vivo X500 Pro.
Kamera telefoto ini turut mendapatkan stabilisasi dengan rating CIPA 5.5.
Salah satu kemampuan yang menarik adalah dukungan perekaman video 4K pada 120 fps. Fitur tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan video gerak lambat atau slow motion dengan detail yang lebih baik.
Sebagai pembanding, Vivo X300 menggunakan kamera telefoto 50 MP.
Dengan peningkatan resolusi sensor telefoto, Vivo tampaknya ingin membuat kemampuan zoom menjadi salah satu nilai jual utama X500.
Bisa Dipasangkan Teleconverter Lipstick 200
Vivo juga menyiapkan aksesori bernama Lipstick 200 untuk Vivo X500.
Aksesori tersebut merupakan teleconverter berukuran relatif ringkas yang dirancang untuk memperluas kemampuan fotografi jarak jauh.
Vivo bahkan menyebut X500 sebagai smartphone pertama di dunia yang mendukung aksesori teleconverter tersebut. Klaim ini merupakan pernyataan dari pihak Vivo dan perlu dilihat kembali dalam konteks produk yang tersedia di pasar saat peluncuran.
Kehadiran aksesori tambahan tersebut menunjukkan bahwa Vivo tidak hanya mengandalkan peningkatan sensor, tetapi juga mencoba menawarkan ekosistem fotografi tambahan untuk pengguna yang membutuhkan kemampuan zoom lebih jauh.
Bocoran Spesifikasi Vivo X500
Vivo memang baru mengonfirmasi sebagian informasi terkait kamera. Spesifikasi lainnya masih berasal dari bocoran dan prediksi yang belum dikonfirmasi secara resmi.
Vivo X500 diperkirakan membawa layar OLED 6,59 inci dengan resolusi 1,5K.
Untuk performa, smartphone ini disebut akan menggunakan MediaTek Dimensity 9500. Artinya, Vivo X500 reguler kemungkinan mendapatkan chipset berbeda dari model Pro yang kabarnya akan menggunakan chipset kelas lebih tinggi.
Sementara itu, kapasitas baterainya disebut mencapai 7.500 mAh.
Jika informasi tersebut benar, kapasitas baterai X500 akan menjadi salah satu aspek menarik karena tergolong besar untuk sebuah smartphone flagship.
Perangkat ini juga diperkirakan mendukung pengisian cepat 90 watt melalui kabel serta pengisian nirkabel 40 watt.
Berpotensi Jalankan Android 17
Dari sisi perangkat lunak, Vivo X500 dikabarkan akan menjalankan OriginOS 8 berbasis Android 17 sejak pertama kali digunakan.
Namun, informasi mengenai sistem operasi tersebut masih perlu menunggu konfirmasi resmi Vivo menjelang peluncuran.
Begitu pula dengan sebagian spesifikasi lainnya yang masih berstatus bocoran. Karena itu, konsumen sebaiknya membedakan antara spesifikasi yang telah diumumkan Vivo dengan informasi yang masih berasal dari rumor.
Kapan Vivo X500 Masuk Indonesia?
Vivo belum mengumumkan tanggal peluncuran resmi X500 di China maupun Indonesia.
Namun, peluang kehadiran smartphone tersebut di pasar Indonesia cukup terbuka. Nama Vivo X500 disebut telah muncul di laman sertifikasi SDPPI/Postel Komdigi pada 2 Juli 2026.
Kemunculan di database sertifikasi dapat menjadi salah satu indikasi bahwa sebuah perangkat sedang dipersiapkan untuk pasar Indonesia. Meski demikian, hal tersebut belum otomatis berarti Vivo telah menetapkan tanggal penjualan resmi.
Sebagai pembanding, Vivo X300 sebelumnya diperkenalkan di China pada Oktober 2025 dan kemudian hadir di pasar global. Perangkat tersebut juga tercatat dalam database Postel sebelum akhirnya resmi dipasarkan di Indonesia.
Jika Vivo mengikuti pola peluncuran generasi sebelumnya, X500 berpotensi hadir di Indonesia sekitar Oktober 2026.
Tetapi sampai ada pengumuman resmi dari Vivo Indonesia, waktu tersebut tetap harus diperlakukan sebagai perkiraan, bukan jadwal peluncuran yang sudah pasti.
Kamera Jadi Daya Tarik Utama Vivo X500
Dari informasi yang sudah terungkap, Vivo X500 tampaknya akan mengandalkan sektor kamera sebagai salah satu senjata utamanya.
Kamera utama 50 MP Sony Lytia-828 berukuran 1/1,28 inci dipadukan dengan OIS CIPA 5.5. Di bagian telefoto, Vivo menggunakan sensor 64 MP Sony Lytia-610 dengan kemampuan video 4K 120 fps.
Ditambah dukungan teleconverter Lipstick 200, konfigurasi tersebut membuat Vivo X500 berpotensi menjadi salah satu smartphone flagship yang menarik bagi pengguna yang mengutamakan fotografi dan videografi.
Meski begitu, sejumlah spesifikasi penting, harga, konfigurasi memori, serta tanggal peluncuran resmi masih menunggu pengumuman Vivo.









