Whip Pink Viral: Ini Penjelasan, Kandungan Nitrous Oxide, dan Bahaya Penyalahgunaannya

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 04:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTANama Whip Pink mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah banyak warganet mempertanyakan fungsi dan potensi bahayanya. Meski dalam keterangan resmi produk tersebut dijelaskan sebagai perangkat kuliner berbasis gas nitrous oxide (N₂O) untuk membuat whipped cream dan minuman berbuih, tren di lapangan menunjukkan bahwa sebagian orang justru menyalahgunakannya sebagai zat hirup untuk mendapatkan efek mabuk singkat.

Whip Pink pada dasarnya merupakan bagian dari alat dapur modern yang lazim digunakan di restoran atau industri kuliner. Gas N₂O di dalamnya berfungsi mengembangkan krim agar teksturnya lebih lembut. Namun, di luar tujuan kuliner tersebut, nitrous oxide telah lama dikenal publik sebagai “laughing gas” yang mampu memberikan sensasi euforia dalam waktu singkat bila dihirup secara langsung.

Bagaimana Whippets Disalahgunakan?

Menurut penjelasan kesehatan internasional yang banyak dikutip, penyalahgunaan nitrous oxide terjadi ketika gas dari tabung—termasuk tabung yang diperuntukkan bagi whipped cream—tidak digunakan untuk memasak, melainkan diisap melalui balon atau alat khusus. Dalam beberapa kasus, pelaku penyalahgunaan menggunakan pemecah tabung (cracker) lalu menghirup gas langsung dari perangkat tersebut.

Efek “high” dari gas ini hanya berlangsung beberapa menit, sehingga pengguna cenderung menghirupnya berulang kali. Praktik ini tidak hanya ilegal, tetapi juga sangat berbahaya karena mengurangi pasokan oksigen ke otak.

Baca Juga :  Choosing Private Health Insurance: Premium Costs, Coverage Gaps, and Long-Term Financial Risks

Data dari lembaga kesehatan pemerintah AS pada 2022 menunjukkan bahwa sekitar 13,9 juta orang usia di atas 12 tahun pernah menyalahgunakan nitrous oxide, angka yang meningkat lebih dari satu juta orang dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara di Inggris, gas ini masuk dalam tiga besar zat paling banyak disalahgunakan setelah ganja dan kokain.

Dari Alat Dapur ke Alat Mabuk

Whipped cream dispenser sendiri adalah tabung logam dengan nosel yang menggabungkan krim dengan gas N₂O untuk menghasilkan tekstur berbuih. Dalam penyalahgunaan, alat ini dimodifikasi dengan memasang balon pada ujungnya untuk menampung gas. Bahkan kini beredar tabung kecil yang memang dibuat menyerupai alat portabel yang memudahkan penyalahgunaan.

Namun penggunaan langsung seperti itu dapat menyebabkan:

  • Luka dingin (cold burn) karena suhu gas sangat rendah
  • Kerusakan saluran napas
  • Kehilangan kesadaran mendadak akibat kekurangan oksigen
  • Legal untuk Kuliner, Ilegal Jika Disalahgunakan

Nitrous oxide legal diperjualbelikan untuk tujuan tertentu, seperti:

  • Bahan pembuat whipped cream
  • Penggunaan dalam industri otomotif
  • Penggunaan medis untuk anestesi ringan
Baca Juga :  Aturan Baru BPJS Kesehatan Mulai Juni 2026, Pasien Kontrol Tak Bisa Datang Lebih Awal

Akan tetapi, menghiasapnya untuk tujuan rekreasional merupakan tindakan ilegal dan termasuk bentuk penyalahgunaan zat berbahaya.

Efek Singkat tetapi Berpotensi Fatal

Efek mabuk biasanya muncul dalam 10–15 detik setelah dihirup. Pengguna kerap melaporkan sensasi:

  • Euforia dan rasa ringan
  • Perubahan persepsi atau sensasi melayang
  • Penurunan kepekaan indra
  • Halusinasi, terutama bila digabungkan dengan zat lain

Namun efek singkat ini adalah tanda bahaya karena tubuh kekurangan oksigen.

Efek Samping Jangka Pendek

  • Pusing hebat
  • Gangguan keseimbangan
  • Mual dan muntah
  • Penglihatan kabur
  • Bicara pelo
  • Irama jantung tidak stabil
  • Pingsan akibat hipoksia (kurangnya oksigen)

Efek Jangka Panjang yang Lebih Serius

Penyalahgunaan berulang dapat mengakibatkan:

  • Kerusakan saraf permanen akibat defisiensi vitamin B12
  • Penyakit pada hati dan ginjal
  • Masalah sumsum tulang
  • Gangguan irama jantung
  • Penurunan fungsi pendengaran
  • Masalah pencernaan dan kandung kemih
  • Gangguan mental seperti depresi hingga psikosis
  • Pada ibu hamil, paparan nitrous oxide dapat meningkatkan risiko cacat bawaan.

Fenomena penyalahgunaan Whip Pink menjadi pengingat bahwa produk kuliner tidak boleh digunakan sembarangan. Edukasi dan pengawasan sangat diperlukan agar barang legal tidak berubah menjadi pemicu masalah baru dalam kesehatan masyarakat.

Berita Terkait

Ade Jona Resmi Jadi Ketua Umum HIPMI 2026-2029, Siap Bawa Pengusaha Muda Hadapi Tantangan Ekonomi Nasional
Rekomendasi Vitamin Saraf yang Bagus untuk Kesemutan dan Kebas
Gaji PPPK dan PPPK Paruh Waktu Diusulkan Masuk APBN 2027, AP3KI: Sah Jadi ASN
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Korupsi MBG, Diduga Atur Titik Dapur SPPG
Kenapa Mi Instan di Jepang dan Korea Dianggap Normal, Tapi di Indonesia Disebut Tidak Sehat?
Kolesterol Tinggi? Coba Konsumsi 6 Jus Buah Segar Ini Secara Rutin
Aturan Baru BPJS Kesehatan Mulai Juni 2026, Pasien Kontrol Tak Bisa Datang Lebih Awal
Minum Air Dingin atau Air Hangat? Ini Manfaat dan Waktu Terbaik Mengonsumsinya
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:04 WIB

Ade Jona Resmi Jadi Ketua Umum HIPMI 2026-2029, Siap Bawa Pengusaha Muda Hadapi Tantangan Ekonomi Nasional

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:00 WIB

Rekomendasi Vitamin Saraf yang Bagus untuk Kesemutan dan Kebas

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:05 WIB

Gaji PPPK dan PPPK Paruh Waktu Diusulkan Masuk APBN 2027, AP3KI: Sah Jadi ASN

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:05 WIB

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Korupsi MBG, Diduga Atur Titik Dapur SPPG

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:00 WIB

Kenapa Mi Instan di Jepang dan Korea Dianggap Normal, Tapi di Indonesia Disebut Tidak Sehat?

Berita Terbaru