Superbank Raup Laba Rp182,6 Miliar pada Semester I 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 02:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI – PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang semester I 2026. Bank digital tersebut membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp182,6 miliar, meningkat hampir sembilan kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski berhasil membalikkan kinerja menjadi positif, perseroan masih memiliki akumulasi defisit saldo laba sebesar Rp663,5 miliar yang berasal dari kerugian pada tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan hingga akhir Juni 2026, saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya masih berada pada posisi defisit Rp663,52 miliar. Nilai tersebut telah menyusut sekitar 21,58 persen dibandingkan posisi akhir 2025, namun belum sepenuhnya menutup akumulasi kerugian masa lalu.

Penyaluran Kredit Melonjak 61 Persen

Di tengah proses pemulihan saldo laba, Superbank menunjukkan pertumbuhan bisnis yang cukup agresif.

Penyaluran kredit mencapai Rp13,4 triliun, meningkat 61 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, total aset perusahaan tumbuh 81,5 persen menjadi Rp27 triliun.

Baca Juga :  Deposito Bank dengan Bunga Tertinggi Juli 2026, Simulasi Untung dari Dana Rp100 Juta

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami peningkatan signifikan menjadi Rp15,9 triliun, atau naik 89,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan tersebut mendorong pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) meningkat 51,7 persen menjadi Rp1,01 triliun.

Namun, ekspansi bisnis juga diikuti meningkatnya beban operasional serta kebutuhan pembentukan cadangan kerugian kredit.

Efisiensi Operasional Meningkat

Selain pertumbuhan laba, Superbank juga mencatat perbaikan sejumlah indikator profitabilitas.

Rasio Cost to Income Ratio (CIR) turun menjadi 54,8 persen, membaik dibandingkan 74,6 persen pada semester I 2025.

Sementara itu, Pre-tax Return on Equity (ROE) meningkat menjadi 5,7 persen, naik dari 1,2 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, mengatakan perusahaan akan terus memperluas kolaborasi dalam ekosistem digital guna meningkatkan layanan kepada nasabah.

“Kami akan terus memperluas kolaborasi di dalam ekosistem untuk menghadirkan layanan keuangan digital yang semakin relevan, mudah diakses, dan mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi nasabah, mitra, serta pemegang saham,” ujarnya.

Investor Masih Mencermati Kualitas Pertumbuhan

Ke depan, pelaku pasar diperkirakan akan mencermati kemampuan Superbank dalam menjaga kualitas aset di tengah pertumbuhan kredit yang tinggi.

Baca Juga :  Promo Top Up DANA Terbaru 2026, Apakah Ada Cashback 100 Persen?

Selain itu, keberlanjutan profitabilitas dan kemampuan perusahaan menghapus akumulasi defisit saldo laba juga menjadi perhatian investor terhadap prospek jangka panjang bank digital tersebut.


FAQ

Berapa laba Superbank pada semester I 2026?
Superbank mencatat laba bersih sebesar Rp182,6 miliar.

Mengapa masih memiliki defisit saldo laba?
Karena masih terdapat akumulasi kerugian dari tahun-tahun sebelumnya sebesar Rp663,52 miliar.

Berapa pertumbuhan kredit Superbank?
Penyaluran kredit tumbuh 61 persen secara tahunan menjadi Rp13,4 triliun.

Berapa total aset Superbank?
Total aset mencapai Rp27 triliun atau meningkat 81,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Berita Terkait

BLT Kesra Rp900.000 Agustus 2026 Cair atau Tidak? Simak Informasi Terbarunya
DJP Kirim 317.923 Email ke Wajib Pajak, Pelapor SPT Nihil Jadi Sorotan
IHSG Ditutup Naik 1,56% ke 6.186, Saham TLKM, BBCA, dan BBRI Pimpin Penguatan
Mulai 1 Agustus 2026, Shopee, Tokopedia, Lazada, dan Blibli Resmi Pungut Pajak Penjual, Ini Mekanismenya
The Fed Tahan Suku Bunga 3,5%-3,75%, Rupiah Rebound pada Perdagangan Hari Ini
Keputusan The Fed Hari Ini dan Dampaknya terhadap Rupiah, Harga Emas, serta Cicilan Kredit
Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp18.070 per Dolar AS, Pasar Menanti Dampak Keputusan The Fed
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 30 Juli 2026 Masih Bertahan, Cek Daftar Lengkap Antam, UBS, dan Galeri 24
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 02:06 WIB

Superbank Raup Laba Rp182,6 Miliar pada Semester I 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:05 WIB

BLT Kesra Rp900.000 Agustus 2026 Cair atau Tidak? Simak Informasi Terbarunya

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:00 WIB

DJP Kirim 317.923 Email ke Wajib Pajak, Pelapor SPT Nihil Jadi Sorotan

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:37 WIB

IHSG Ditutup Naik 1,56% ke 6.186, Saham TLKM, BBCA, dan BBRI Pimpin Penguatan

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:03 WIB

Mulai 1 Agustus 2026, Shopee, Tokopedia, Lazada, dan Blibli Resmi Pungut Pajak Penjual, Ini Mekanismenya

Berita Terbaru

Bisnis

Superbank Raup Laba Rp182,6 Miliar pada Semester I 2026

Jumat, 31 Jul 2026 - 02:06 WIB