JAKARTA-Dunia musik Tanah Air kembali kehilangan salah satu talenta terbaiknya. Lucky Widja, vokalis band Element yang dikenal lewat suara khas dan penampilannya yang penuh energi, meninggal dunia pada usia 49 tahun.
Ia berpulang pada Minggu (25/1) malam di RS Halim, Jakarta, setelah berjuang lama melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya sejak beberapa tahun terakhir.
Kabar duka tersebut langsung mengundang simpati dari para sahabat, terutama rekan-rekan satu band yang selama ini menemani Lucky di panggung musik.
Ferdy Tahier, vokalis Element lainnya, menuliskan pesan penuh haru bahwa Lucky kini telah terbebas dari rasa sakit dan perawatan intensif seperti hemodialisis (cuci darah) yang sebelumnya rutin dijalaninya.
Bagi Ferdy, kepergian Lucky membawa duka mendalam, tetapi juga kelegaan karena sahabatnya tidak lagi merasakan penderitaan berkepanjangan.
Personel Element lainnya, Arya, juga menyampaikan ungkapan duka mendalam. Dalam pesannya, ia memohon doa agar almarhum diterima dengan baik di sisi Tuhan.
Menurut Arya, perjuangan Lucky selama sakit adalah bentuk kesabaran yang luar biasa, di mana ia tetap berusaha menjalani hari-hari dengan semangat meski kondisi tubuhnya terus melemah.
Riwayat Penyakit: TB Ginjal yang Merusak Fungsi Organ Secara Perlahan
Lucky sebelumnya pernah membagikan kondisi kesehatannya kepada publik melalui video bersama Ferdy Tahier pada 2023.
Ia menjelaskan bahwa dirinya mengidap tuberkulosis ginjal, sebuah jenis infeksi TBC yang tidak menyerang paru-paru, melainkan saluran kemih dan organ di sekitarnya.
Penyakit ini dapat menghancurkan ginjal, ureter, kandung kemih, hingga uretra secara perlahan tanpa gejala yang jelas pada awalnya.
Lucky mengaku mulai merasakan kejanggalan pada tubuhnya sejak 2022. Gejalanya muncul tiba-tiba, terutama saat bulan Ramadan. Setiap kali selesai berbuka puasa, ia sering pingsan mendadak.
Tubuhnya melemah begitu parah hingga ia harus merangkak untuk kembali ke tempat tidur. Anehnya, keesokan harinya ia kembali bugar dan tetap melanjutkan puasa seperti biasa, sehingga kondisinya tidak segera terdeteksi.
Pemeriksaan medis kemudian membuka fakta bahwa fungsi ginjalnya telah menurun drastis. Pada hasil CT Scan, salah satu ginjalnya mengecil, sementara yang lain mengalami pembengkakan hebat.
Aliran urin juga terhambat, membuat Lucky harus menjalani beberapa kali operasi pemasangan stent untuk membuka saluran kemihnya.
Kondisinya makin jelas ketika dokter mencurigai dan akhirnya memastikan adanya infeksi tuberkulosis ginjal. Meskipun tidak menular seperti TBC pada paru, jenis infeksi ini menghancurkan organ sedikit demi sedikit.
Berat badan Lucky turun dari 82 kilogram menjadi sekitar 64 kilogram hanya dalam beberapa bulan.
Meski demikian, Lucky tetap berusaha menjalani pengobatan dan sempat menyembunyikan sakitnya dari publik selama hampir satu tahun.
Ia berusaha menjaga aktivitas dan tetap berkarya, menunjukkan sikap pantang menyerah yang dikenal di kalangan sahabat dan penggemarnya.
Jejak Musik yang Tidak Akan Dilupakan
Nama Lucky Widja dikenal luas sejak Element mencapai puncak popularitas di awal 2000-an dengan lagu-lagu seperti “Cinta Tak Bersyarat” dan “Rahasia Hati”. Suaranya yang khas menjadi bagian dari identitas band tersebut.
Hingga akhir hayatnya, Lucky tetap dikenang sebagai sosok yang rendah hati, ramah, dan selalu membawa energi positif dalam setiap pertemuan.
Kini, suara itu telah berhenti, tetapi karya dan kenangannya akan terus hidup dalam hati keluarga, sahabat, dan para penggemarnya di seluruh Indonesia.









