Top Gainers Dan Losers Hari Ini 23 April 2026: Saham

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 12:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 23 April 2026, menunjukkan kondisi pasar yang cenderung fluktuatif dengan pola naik turun yang cukup tajam. Sejumlah saham mencatat kenaikan signifikan, namun di sisi lain tekanan jual masih membayangi saham-saham berkapitalisasi besar, mencerminkan kondisi pasar yang belum stabil sepenuhnya.

Pada daftar top gainers hari ini, beberapa saham berhasil mencatat penguatan yang cukup impresif. Saham BRMS memimpin kenaikan dengan lonjakan sebesar +7,65%, diikuti oleh IMPC yang naik +6,52% serta HRTA yang menguat +5,04%. Penguatan ini menunjukkan adanya minat beli yang cukup tinggi, terutama pada sektor berbasis komoditas dan industri material.

Dari kelompok saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45, kenaikan juga terlihat cukup solid. Saham BRPT mencatat kenaikan +7,48%, diikuti GOTO yang rebound sebesar +5,66% serta MAPI yang naik +4,38%. Pergerakan ini menjadi sinyal bahwa sektor teknologi dan ritel mulai kembali dilirik investor setelah sebelumnya mengalami tekanan.

Secara umum, kenaikan saham hari ini didominasi oleh sektor energi, material, dan ritel. Hal ini mengindikasikan adanya rotasi sektor yang cukup cepat di pasar, di mana investor mulai mengalihkan dana ke saham-saham yang memiliki potensi pertumbuhan jangka pendek maupun momentum teknikal yang kuat.

Baca Juga :  7 Aplikasi Pinjaman Bisnis Terbaik 2026 untuk Modal Usaha Cepat Cair dan Bunga Ringan

Namun di sisi lain, tekanan juga terlihat pada sejumlah saham yang masuk dalam kategori top losers. Saham TCPI mengalami penurunan sebesar -4,99%, disusul BRPT yang terkoreksi -4,93% serta SCMA yang melemah -3,90%. Penurunan ini mencerminkan aksi profit taking yang cukup agresif setelah kenaikan sebelumnya.

Dari indeks LQ45, tekanan lebih dalam terlihat pada saham DSSA yang anjlok hingga -14,98%, diikuti BREN yang turun -9,47% serta BBRI yang melemah -4,94%. Turunnya saham-saham besar ini menjadi salah satu faktor yang menahan laju penguatan IHSG secara keseluruhan.

Pergerakan hari ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam kondisi volatil dengan pola rotasi sektor yang cepat. Kenaikan saham tidak merata dan cenderung selektif, di mana hanya saham tertentu yang mendapatkan aliran dana. Sementara itu, tekanan jual masih cukup kuat terutama pada saham-saham big cap.

Baca Juga :  Rekomendasi Sepatu Running Pria Terbaik di Tokopedia 2026

Dalam kondisi seperti ini, strategi trading jangka pendek seperti scalping dinilai lebih relevan. Investor disarankan untuk fokus pada saham dengan volume transaksi tinggi dan yang berhasil menembus level resistance. Selain itu, penting untuk menghindari mengejar harga pada saham yang sudah naik signifikan karena risiko koreksi yang cukup besar.

FAQ

1. Kenapa IHSG hari ini volatil?

Karena terjadi rotasi sektor cepat dan tekanan jual pada saham big cap seperti perbankan dan energi.

2. Saham apa yang paling naik hari ini?

BRMS, IMPC, dan BRPT menjadi saham dengan kenaikan tertinggi.

3. Kenapa saham besar seperti BBRI turun?

Aksi profit taking dan tekanan pasar global menjadi faktor utama.

4. Apakah kondisi ini bagus untuk trading?

Ya, kondisi volatil cocok untuk strategi jangka pendek seperti scalping.

5. Sektor apa yang paling kuat hari ini?

Energi, material, dan ritel menjadi sektor yang mendominasi penguatan.

Berita Terkait

Obligasi Pemerintah 2026: Investasi Aman dengan Imbal Hasil Menarik untuk Pemula
Harga Emas Antam Turun Rp32.000, Peluang Cuan Investasi Emas atau Saat Tepat Diversifikasi ke Deposito dan Obligasi?
Prabowo Resmi Terapkan Ekspor Sawit dan Batu Bara Satu Pintu via BUMN
Cara Investasi Emas untuk Pemula agar Untung, Simak Strategi yang Tepat di 2026
Cara Melindungi Aset dari Inflasi, Strategi Investasi yang Banyak Dicari pada 2026
Dreame Rilis 3 Smart Home Premium di Indonesia, Robot Vacuum hingga Air Purifier Canggih
Laba Manulife Indonesia Melonjak 161,5% Jadi Rp1,28 Triliun Sepanjang 2025
BCA Resmi Membagikan Dividen Interim Rp2,46 Triliun, Pemegang Saham BBCA Cairkan Dana Mulai 26 Juni 2026
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:02 WIB

Obligasi Pemerintah 2026: Investasi Aman dengan Imbal Hasil Menarik untuk Pemula

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:44 WIB

Harga Emas Antam Turun Rp32.000, Peluang Cuan Investasi Emas atau Saat Tepat Diversifikasi ke Deposito dan Obligasi?

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:00 WIB

Prabowo Resmi Terapkan Ekspor Sawit dan Batu Bara Satu Pintu via BUMN

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:00 WIB

Cara Investasi Emas untuk Pemula agar Untung, Simak Strategi yang Tepat di 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:00 WIB

Cara Melindungi Aset dari Inflasi, Strategi Investasi yang Banyak Dicari pada 2026

Berita Terbaru