Terungkap! Ini Alasan Pertamina Naikkan Harga Pertamax

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI-PT Pertamina Patra Niaga akhirnya buka suara terkait kenaikan harga BBM non subsidi Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter mulai Rabu, 10 Juni 2026.

Kenaikan harga tersebut dilakukan di tengah melonjaknya harga minyak dunia akibat tensi geopolitik global yang terus memanas dalam beberapa bulan terakhir.

VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan, menjelaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara keterjangkauan harga bagi masyarakat dan keberlanjutan pasokan BBM nasional.

Harga Minyak Dunia Melonjak

Menurut Pertamina, lonjakan harga minyak dunia dipicu oleh konflik geopolitik internasional, termasuk perang Israel-Iran yang terjadi sejak Februari 2026.

Akibat kondisi tersebut, harga keekonomian Pertamax di pasar internasional disebut sudah berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp21.000 per liter.

Meski demikian, Pertamina mengaku telah lama menahan harga jual Pertamax di dalam negeri agar tidak langsung mengikuti harga pasar global.

“RON 92 di market internasional sudah Rp20.000 sampai Rp21.000 per liter, sementara sebelumnya masih kami tahan di Rp12.300,” ujar Sigit dalam acara Sarasehan Energi DEN di Kampus IPB Bogor.

Baca Juga :  Rupiah Menguat ke Rp17.708 per Dolar AS, Ini Dampaknya bagi Kredit, Investasi, dan Harga Barang Impor

Pertamina Khawatir Pasokan BBM Terganggu

Pertamina menjelaskan bahwa BBM non subsidi tidak mendapatkan bantuan fiskal dari pemerintah sehingga harga jual harus mengikuti mekanisme pasar.

Jika harga terus dipertahankan jauh di bawah harga impor, perusahaan dikhawatirkan akan mengalami kesulitan menjaga pasokan BBM nasional.

Menurut Sigit, uang hasil penjualan BBM digunakan kembali untuk membeli bahan baku impor. Ketika harga jual terlalu rendah, kemampuan membeli stok baru akan menurun.

Hal ini berpotensi menyebabkan gangguan ketersediaan BBM di masyarakat, terutama saat terjadi lonjakan permintaan.

Harga Pertamax Masih Lebih Murah Dibanding Negara Tetangga

Meski mengalami kenaikan, Pertamina menilai harga Pertamax di Indonesia masih lebih murah dibandingkan harga BBM RON 91 dan RON 92 di sejumlah negara ASEAN.

Pertamina juga memastikan akan terus memantau perkembangan pasar energi dunia agar suplai BBM tetap aman.

Selain Pertamax, harga Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan menjadi Rp17.000 per liter.

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Mulai 10 Juni 2026

Berikut daftar harga BBM terbaru di SPBU Pertamina:

  • Solar Subsidi: Rp6.800 per liter
  • Pertalite: Rp10.000 per liter
  • Pertamax (RON 92): Rp16.250 per liter
  • Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp20.750 per liter
  • Dexlite: Rp23.000 per liter
  • Pertamina Dex: Rp24.800 per liter
Baca Juga :  Pertalite Mulai Sulit Dicari, Pengamat Sebut Era BBM Subsidi Segera Berakhir

Dampak Kenaikan Harga Pertamax

Kenaikan harga Pertamax diperkirakan akan berdampak pada:

  • Biaya transportasi masyarakat
  • Pengeluaran harian pengguna kendaraan pribadi
  • Biaya operasional pelaku usaha
  • Potensi kenaikan harga barang dan jasa

Meski demikian, pemerintah tetap mempertahankan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

FAQ

Mengapa harga Pertamax naik?

Karena harga minyak dunia dan biaya impor BBM meningkat akibat konflik geopolitik global.

Berapa harga terbaru Pertamax?

Harga Pertamax mulai 10 Juni 2026 menjadi Rp16.250 per liter.

Apakah Pertalite ikut naik?

Tidak. Harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter.

Apakah harga Pertamax sekarang sudah sesuai harga pasar?

Belum sepenuhnya. Pertamina menyebut harga keekonomian Pertamax sebenarnya berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp21.000 per liter.

Apa dampak kenaikan harga BBM?

Kenaikan BBM dapat memengaruhi biaya transportasi, logistik, dan harga barang di masyarakat.

Berita Terkait

Meta Siapkan Saham Khusus Mark Zuckerberg, Antisipasi Pajak Miliarder
The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga Oktober 2026, Rupiah dan IHSG Jadi Sorotan
Daerah Kesulitan Bayar Gaji Pegawai, Mendagri dan Kemenkeu Siapkan Solusi
Elon Musk Prediksi 200 Perusahaan AI Bangkrut, SpaceX Siapkan Utang Rp 640 Triliun
700 Ribu Badan Usaha Diblokir Kemenkum karena Belum Lapor Beneficial Owner
Rumah Tasya Farasya Retak Setelah Dibangun 6 Tahun, Ini Temuan Awal Kontraktor
DJP Buka Program Penghapusan Sanksi Pajak 2026, UMKM Perlu Tahu Syarat dan Ketentuannya
Sido Muncul Bagikan Dividen Interim Rp300 Miliar, Ini Jadwal Cair dan Nilai per Saham
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Meta Siapkan Saham Khusus Mark Zuckerberg, Antisipasi Pajak Miliarder

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:00 WIB

The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga Oktober 2026, Rupiah dan IHSG Jadi Sorotan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Daerah Kesulitan Bayar Gaji Pegawai, Mendagri dan Kemenkeu Siapkan Solusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Elon Musk Prediksi 200 Perusahaan AI Bangkrut, SpaceX Siapkan Utang Rp 640 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:00 WIB

700 Ribu Badan Usaha Diblokir Kemenkum karena Belum Lapor Beneficial Owner

Berita Terbaru

Teknologi

Infinix XBOOK 14 Neo 2026: Harga Rp7 Jutaan, Bobot 1,2 Kg

Rabu, 28 Okt 2026 - 18:01 WIB