Susunan Lengkap Pengurus PBNU 2026-2031: Gus Kikin Ketum, KH Miftachul Akhyar Rais Aam

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU resmi mengumumkan susunan kepengurusan masa khidmah 2026-2031. Pengumuman tersebut dilakukan di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Rabu, 30 September 2026 malam.

Kepengurusan baru ini menjadi perhatian karena terdapat sejumlah perubahan pada struktur organisasi PBNU. KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031.

Sementara itu, KH Miftachul Akhyar kembali menempati posisi Rais Aam PBNU. Posisi Katib Aam dipercayakan kepada Prof KH Mohammad Nuh, sedangkan Sekretaris Jenderal PBNU dijabat Gudfan Arif.

Pengumuman tersebut dihadiri Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam Prof KH Mohammad Nuh, Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, serta Sekretaris Jenderal PBNU Gudfan Arif.

Prof KH Mohammad Nuh menjelaskan, penetapan Katib Aam dan Sekretaris Jenderal dilakukan terlebih dahulu. Hal tersebut berkaitan dengan proses penandatanganan Surat Keputusan pengesahan komposisi dan personalia PBNU.

Menurut penjelasan Prof Nuh, SK tersebut ditandatangani oleh empat pihak. Karena itu, posisi Katib Aam dan Sekretaris Jenderal perlu ditetapkan terlebih dahulu sebelum struktur kepengurusan lainnya diumumkan.

Selain perubahan struktur, PBNU juga menyampaikan adanya keterwakilan kelompok disabilitas dalam kepengurusan periode 2026-2031. Hal tersebut menjadi bagian dari komposisi organisasi PBNU periode baru.

Susunan kepengurusan PBNU 2026-2031 ditetapkan melalui SK PBNU Nomor 2/PB.01/A.II.01.01/99/09/2026. Struktur organisasi tersebut mencakup Mustasyar, Pengurus Harian Syuriyah, A’wan, dan Pengurus Harian Tanfidziyah.

Pada jajaran Mustasyar, terdapat sejumlah tokoh nasional dan ulama. Nama-nama yang tercantum antara lain KH Ahmad Mustofa Bisri, Prof KH Ma’ruf Amin, HM Jusuf Kalla, KH M Anwar Manshur, TGK KH Nuruzzahri Yahya, AGH Baharuddin HS, TGH LM Turmudzi Badaruddin, dan KH Taufiqurrahman Subki.

Jajaran Mustasyar juga mencakup Prof KH Said Aqil Siroj, Nyai Hj Shinta Nuriyah A Wahid, Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid, dr KH Umar Wahid, KH Abd Matin Djawahir, KH Fuad Nurhasan, KH Muhtadi Dimyathi, KH Ulin Nuha Arwani, KH Irfan Yusuf, dan sejumlah tokoh lainnya.

Baca Juga :  Kontroversi Materi Mens Rea: Ini Isi Laporan Polisi terhadap Pandji Pragiwaksono

Pada jajaran Syuriyah, posisi Rais Aam ditempati KH Miftachul Akhyar. Adapun Wakil Rais Aam terdiri dari KH Nurul Huda Jazuli, KH Anwar Iskandar, KH Afifuddin Muhajir, KH Muhammad Musthofa Aqiel Siroj, dan KH Ahmad Bahauddin Nur Salim.

Posisi Rais diisi KH Aniq Muhammadun, Prof KH Nasaruddin Umar, KH Ubaidillah Faqih, KH Mudatsir Badruddin, KH Ahmad Sadid Jauhari, KH Abun Bunyamin, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, Prof KH Machasin, KH Abdul Ghafur Maimoen, serta sejumlah ulama lainnya.

Nama lain dalam jajaran Rais antara lain Prof KH Zainal Abidin, KH Muhammad Cholil Nafis, KH Zulfa Mustofa, KH Mahfudz Asirun, KH Ahmad Azaim Ibrohimy, KH Sholahudin Al-Aiyub, KH Abdul Moqsith Ghazali, Prof KH Ali Maschan Moesa, KH Ubaidillah Ruhiyat, dan KH Imam Buchori Cholil.

Kemudian terdapat KH Thontowi Djauhari Musaddad, KH Ahmad Tajul Mafakhir, KH Sayyid Muhammad Hilal Al Aidid, Prof Asrorun Ni’am Sholeh, KH Abdul Wahid Zamas, KH Abdurrahman Al-Kautsar, KH Afifudin Dimyathi, Habib Ibrahim Luthfi bin Ahmad Al-Attas, KH Ahmad Fahrurrozi, KH Imam Jazuli, Prof H Nadirsyah Hosen, dan KH Moch Chozien Adenan.

Untuk posisi Katib Aam, PBNU menetapkan Prof KH Mohammad Nuh. Sementara itu, jajaran Katib terdiri dari KH Sarmidi Husna, Prof H Kamaruddin Amin, KH Taj Yasin Maimoen, KH Hilmy Muhammad, KH Subhan Makmun, KH Reza Ahmad Zahid, KH Hasan Nuri Hidayatullah, H Ikhsan Abdullah, dan sejumlah nama lainnya.

Di jajaran Tanfidziyah, posisi Ketua Umum PBNU ditempati KH Kikin A. Hakim atau Gus Kikin. Posisi Wakil Ketua Umum diisi H Saifullah Yusuf, KH Muhammad Faiz Syukron, Prof H Ganefri, H Muhammad Lukman Edy, KH Abdul Ghoffar Rozin, H Irfan Asy’ari Sudirman Wahid, dan H Juri Ardiantoro.

Sementara itu, jajaran Ketua terdiri dari KH Hasib Wahab Chasbullah, KH Ma’shum Faqih, Prof KH Moh Mukri, Prof H Nizar Ali, H Umarsyah, H Miftah Maulana Habiburrahman, H Ahmad Rafiuddin, H Puji Raharjo, Prof KH Noor Achmad, dan sejumlah nama lainnya.

Baca Juga :  Hasil Voting Muktamar NU: Pemilihan Ketum PBNU Beralih ke Mekanisme AHWA

Beberapa nama lain yang masuk jajaran Ketua Tanfidziyah adalah H Imron Rosyadi Hamid, KH Syamsul Ma’arif, Prof H Zaidi Abdad, H Eman Suryaman, H Abdullah Azwar Anas, H Chamim, Prof H Kacung Marijan, H Basnang Said, KH Lukman Harits Dimyathi, H Iskandar Zulkarnaen, dan KH Khoirul Huda Basyir.

Struktur Ketua juga mencakup H Teguh Dartanto, Gufroni Sakaril, H M Faishal Aminuddin, KH M Syarbani Haira, H Moch Choirur Rofiq, dan H A Saifullah Naji.

Untuk posisi Sekretaris Jenderal PBNU, Gudfan Arif dipercaya memegang jabatan tersebut. Adapun Wakil Sekretaris Jenderal terdiri dari H Nur Hidayat, H M Silahuddin, H S Suleman Tanjung, H A Syarif Munawi, H Lukman Khakim, KH Muhyidin Thohir, dan H Lukman Umafagur.

Jajaran Wakil Sekretaris Jenderal juga diisi Hari Usmayadi, H Saiful Munir, H Abdul Malik Haramain, KH Muhammad Shalahuddin A. Warits, H Faisal Saimima, Muhammad Khoironi, Itkonul Hakim, KH Muhammad Nur Hayid, H Fathurrohman Taufiq, dan KH Najiburrahman.

Nama lainnya adalah Wahid Wahyudi Djafar, H Ali Yusuf, KH Zaimul Umam Nur Salim, H Aminuddin Ma’ruf, Ahmad Ali Fahmi, H Idy Muzayyad, H Abdullah Latopada, Bahrul Fuad, H Ghozi Al-Fatih, H Shofwan Erce, H Abdur Rohim Hasan, H Iwan Alamsyah, Aditya Wardhana, H Moh Arwani Thomafi, dan sejumlah nama lainnya.

Sementara itu, posisi Bendahara Umum PBNU dijabat Prof Dr Ainun Na’im. Bendahara PBNU terdiri dari H Agus Rofiudin, Kawendra Lukistian, H Dimas Wibowo, H Faisal Ali Hasyim, H Rahmat Hidayat, Aris Ariyanto, dan TGH Ibnu Halil.

Dengan diumumkannya susunan tersebut, kepengurusan PBNU masa khidmah 2026-2031 telah memiliki struktur organisasi yang lengkap. Kepengurusan baru ini selanjutnya akan menjalankan agenda organisasi dan program kerja NU untuk periode lima tahun mendatang.

Bagi warga Nahdliyin, informasi mengenai susunan pengurus PBNU 2026-2031 menjadi salah satu informasi penting untuk mengetahui siapa saja tokoh yang berada di jajaran pimpinan organisasi. Nama Ketua Umum, Rais Aam, Katib Aam, Sekjen, hingga jajaran pengurus lainnya kini telah diumumkan secara resmi. (*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Resmi ! DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Pelantikan Siang Ini
Profil Lengkap Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri 2026: Pendidikan, Karier, hingga Perjalanan di BNN
Prabowo Usulkan Suyudi Ario Seto Jadi Calon Kapolri, DPR Langsung Gelar Fit and Proper Test
Anggota DPR Zulkifli Anwar Ingatkan Ombudsman Usai Sidak Lapas Cibinong: “Jangan Kena Santet”
Kabar Gembira dan Terbaru ! Antrean Haji Turun Jadi 14 Tahun
Update Klasemen Asian Games 2026, Indonesia Raih 2 Emas dan 23 Medali
Strategi Tukang Pilah Sampah Menang Pilkades, Kalahkan Petahana 2 Periode
Cara Membuat SIM Digital 2026 lewat HP: Syarat, Langkah, Biaya, dan Cara Cek
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Susunan Lengkap Pengurus PBNU 2026-2031: Gus Kikin Ketum, KH Miftachul Akhyar Rais Aam

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Resmi ! DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Pelantikan Siang Ini

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Profil Lengkap Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri 2026: Pendidikan, Karier, hingga Perjalanan di BNN

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Prabowo Usulkan Suyudi Ario Seto Jadi Calon Kapolri, DPR Langsung Gelar Fit and Proper Test

Rabu, 30 September 2026 - 20:28 WIB

Anggota DPR Zulkifli Anwar Ingatkan Ombudsman Usai Sidak Lapas Cibinong: “Jangan Kena Santet”

Berita Terbaru