Super Flu Tidak Sama dengan Flu Biasa: Ini Dampaknya pada Pasien Komorbid

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KESEHATAN-Meski sering dianggap mirip karena gejala awalnya tidak jauh berbeda, super flu dan flu biasa memiliki dampak yang sangat berbeda terutama pada pasien dengan penyakit penyerta.

Super flu—istilah populer untuk influenza A H3N2 subclade K—dikenal memiliki kemampuan menular lebih cepat, sehingga berpotensi menimbulkan kasus berat pada kelompok rentan.

Dokter spesialis paru, dr. Erlang Samoedro, Sp.P(K), menegaskan bahwa infeksi influenza pada pasien komorbid tidak bisa dipandang sama dengan pada orang yang sehat. Strain virus yang relatif baru membuat imunitas masyarakat belum terbentuk secara optimal, sehingga penyebarannya lebih mudah terjadi.

“Super flu memiliki tingkat penularan yang tinggi dan banyak orang belum memiliki kekebalan terhadap strain ini,” ujar Erlang, Kamis (15/1/2026).

Pada kondisi awal, gejala super flu dapat tampak seperti flu biasa—demam, batuk, nyeri tenggorokan, dan kelelahan. Namun, perbedaan mulai muncul ketika virus memicu reaksi inflamasi pada pasien dengan komorbid.

Baca Juga :  Resmi ! DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Pelantikan Siang Ini

Sistem imun yang tidak bekerja maksimal membuat infeksi lebih mudah berkembang menjadi pneumonia atau memperburuk penyakit kronis yang sudah ada seperti jantung, paru, maupun diabetes.

Siaran pers Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI) turut menyebutkan bahwa influenza berpotensi memicu perburukan kondisi komorbid hingga menyebabkan komplikasi berat.

Pada sebagian pasien, flu yang tampak ringan dapat berubah cepat menjadi kondisi gawat apabila tidak ditangani sejak awal.

Erlang mengingatkan bahwa tanda perburukan harus segera direspons dengan pemeriksaan medis. Gejala seperti sesak napas, nyeri dada, perubahan warna dahak, serta memburuknya kondisi penyakit penyerta menjadi sinyal bahwa infeksi tidak lagi tergolong flu biasa. Penanganan dini menjadi kunci mencegah komplikasi lebih jauh.

Baca Juga :  Suplemen Penambah Massa Otot Terbaik 2026, Bantu Cepat Bulk Up!

Di tengah kemunculan strain baru, vaksin influenza tetap menjadi perlindungan penting. Walaupun tidak sepenuhnya mencegah infeksi super flu akibat perbedaan strain, vaksin dapat mengurangi keparahan penyakit dan menekan risiko komplikasi berat.

PAMKI menegaskan bahwa vaksinasi influenza tetap direkomendasikan bagi kelompok rentan, termasuk lansia, anak kecil, dan pasien komorbid.

Kesimpulannya, tidak semua flu dapat dianggap ringan. Super flu dan flu biasa memang memiliki gejala serupa, tetapi respons tubuh—terutama pada pasien dengan komorbid—menjadikan risikonya sangat berbeda.

Mengenali tanda bahaya dan melakukan vaksinasi menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi fatal.

Berita Terkait

Bansos Digital Perlinsos Segera Diluncurkan, Begini Cara Registrasi Calon Penerima
Cara Aman Menurunkan Berat Badan dalam Seminggu, Dokter Gizi Ungkap Faktanya
700 Ribu Badan Usaha Diblokir Kemenkum karena Belum Lapor Beneficial Owner
Dedi Mulyadi Pertimbangkan Tunda Bayar Proyek Jabar
Rumah Tasya Farasya Retak Setelah Dibangun 6 Tahun, Ini Temuan Awal Kontraktor
5 Manfaat BPJS Ketenagakerjaan, dari Santunan Kematian hingga Jaminan Pensiun
Ingin Menjalani Pola Makan Sehat? Kenali 5 Makanan Favorit dalam Diet Jepang
9 Gejala Diabetes pada Wanita yang Perlu Diwaspadai, Jangan Abaikan Tandanya
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Bansos Digital Perlinsos Segera Diluncurkan, Begini Cara Registrasi Calon Penerima

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Cara Aman Menurunkan Berat Badan dalam Seminggu, Dokter Gizi Ungkap Faktanya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:00 WIB

700 Ribu Badan Usaha Diblokir Kemenkum karena Belum Lapor Beneficial Owner

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Dedi Mulyadi Pertimbangkan Tunda Bayar Proyek Jabar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:02 WIB

Rumah Tasya Farasya Retak Setelah Dibangun 6 Tahun, Ini Temuan Awal Kontraktor

Berita Terbaru