Proyek RSUD Kerinci Resmi Dimulai : Hari Ini Kontraktor Pelaksana PT Urban Teken Kontrak, Pengawasan Senilai Rp2,83 Miliar

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI– Proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kerinci resmi memasuki tahap pelaksanaan setelah kontrak pekerjaan ditandatangani oleh pihak terkait. Kabar ini menjadi perhatian publik karena pembangunan fasilitas kesehatan modern dinilai akan memberikan dampak besar terhadap layanan medis, investasi daerah, hingga pertumbuhan ekonomi lokal.

Berdasarkan data pengadaan yang beredar, proyek tersebut melibatkan PT Urban sebagai pelaksana pekerjaan, sementara pengawasan konstruksi dipercayakan kepada PT. Ciriajasa Engineering Consultants. Penunjukan konsultan pengawas menjadi bagian penting dalam memastikan proyek berjalan sesuai spesifikasi teknis, standar mutu, dan target waktu yang telah ditetapkan.

Nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) untuk jasa pengawasan tercatat sebesar Rp2.863.356.000. Setelah melalui proses pengadaan, nilai kontrak yang disepakati mencapai Rp2.835.330.720. Angka tersebut menunjukkan adanya efisiensi anggaran sekaligus komitmen untuk menjaga kualitas pelaksanaan proyek pembangunan rumah sakit daerah yang menjadi salah satu proyek strategis di Kabupaten Kerinci.

Pembangunan RSUD Kerinci diproyeksikan menjadi solusi untuk meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat. Selama ini, sebagian warga masih harus dirujuk ke rumah sakit yang berada di luar wilayah untuk mendapatkan layanan kesehatan tertentu. Dengan hadirnya fasilitas yang lebih lengkap, diharapkan kebutuhan layanan medis dapat dipenuhi lebih cepat dan lebih dekat.

Baca Juga :  Kota Jambi Salurkan Bantuan Rp200 Juta untuk Sumbar, Walikota dan Wakil Walikota Datang Langsung ke Padang

Selain berdampak pada sektor kesehatan, proyek ini juga memiliki nilai ekonomi yang signifikan. Selama masa konstruksi berlangsung, proyek diperkirakan menyerap tenaga kerja lokal dan mendorong aktivitas usaha di sekitar kawasan pembangunan. Efek berganda atau multiplier effect dari proyek infrastruktur kesehatan seperti rumah sakit kerap menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Pengawasan yang dilakukan oleh konsultan independen akan mencakup berbagai aspek, mulai dari kualitas material bangunan, progres pekerjaan, kepatuhan terhadap desain teknis, hingga aspek keselamatan dan kesehatan kerja. Langkah ini penting untuk memastikan dana publik yang digunakan dalam proyek dapat memberikan hasil yang optimal dan sesuai harapan masyarakat.

Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan berkualitas di Indonesia, pembangunan rumah sakit daerah menjadi salah satu program yang terus didorong pemerintah. Kehadiran RSUD Kerinci nantinya diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan kesehatan, mengurangi antrean pasien, dan memperkuat sistem rujukan kesehatan di wilayah Jambi.

Baca Juga :  Negara Tanggung BPJS PBI 3 Bulan, DPR Pastikan Pasien Tetap Dilayani

Masyarakat kini menaruh harapan besar agar proyek dapat berjalan tepat waktu tanpa kendala berarti. Jika seluruh tahapan berlangsung sesuai rencana, RSUD Kerinci berpotensi menjadi salah satu fasilitas kesehatan modern yang mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan daerah dalam jangka panjang.

FAQ

Kapan kontrak pembangunan RSUD Kerinci ditandatangani?

Kontrak proyek dilaporkan telah ditandatangani pada 3 Juni 2026 sehingga proyek memasuki tahap pelaksanaan.

Siapa konsultan pengawas proyek RSUD Kerinci?

Konsultan pengawas yang ditunjuk adalah PT Ciriajasa Engineering Consultants yang berkantor di Jakarta Selatan.

Berapa nilai kontrak pengawasan proyek?

Nilai kontrak pengawasan mencapai Rp2.835.330.720.

Berapa nilai HPS proyek pengawasan?

Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tercatat sebesar Rp2.863.356.000.

Apa manfaat pembangunan RSUD Kerinci?

Pembangunan rumah sakit ini diharapkan meningkatkan akses layanan kesehatan, memperkuat sistem rujukan pasien, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (Fyo)

Penulis : Fanda Yosephta

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Dari RS Tipe D Bukit Kerman hingga RS Tipe C Siulak, Bukti Pembangunan Kesehatan Kerinci yang Berkelanjutan
Tender RSUD Kerinci Rp137,5 Miliar Rampung, Monadi Sebut Kado Bahagia untuk Masyarakat
20 Ton Kopi Fine Robusta Kerinci Diekspor ke Tiongkok
Robusta Kerinci Masuk Panen Raya, Harga Green Bean Tembus Rp50 Ribu per Kilogram
Diskominfo Kerinci Buka Ruang Kebebasan Pers, Wartawan Diajak Liput Langsung Kegiatan Pemda
Inovasi Digital Diskominfo Kerinci Jadi Rujukan Daerah, SIMPERS Permudah Layanan Media
Bupati Kerinci Tunjuk Kadis PU Jadi Plt Direktur Perumda Tirta Sakti 2026, Pelayanan Air Bersih Dipastikan Tetap Normal
Bupati Monadi Buka Jambore Kwarcab Kerinci 2026, Tekankan Pramuka Bentuk Karakter Generasi Muda
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:01 WIB

Proyek RSUD Kerinci Resmi Dimulai : Hari Ini Kontraktor Pelaksana PT Urban Teken Kontrak, Pengawasan Senilai Rp2,83 Miliar

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:15 WIB

Dari RS Tipe D Bukit Kerman hingga RS Tipe C Siulak, Bukti Pembangunan Kesehatan Kerinci yang Berkelanjutan

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:47 WIB

Tender RSUD Kerinci Rp137,5 Miliar Rampung, Monadi Sebut Kado Bahagia untuk Masyarakat

Senin, 25 Mei 2026 - 00:35 WIB

20 Ton Kopi Fine Robusta Kerinci Diekspor ke Tiongkok

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:02 WIB

Robusta Kerinci Masuk Panen Raya, Harga Green Bean Tembus Rp50 Ribu per Kilogram

Berita Terbaru