Jakarta- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) kembali menunjukkan performa yang solid pada awal 2026. Hingga akhir kuartal I, bank pelat merah ini berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,4 triliun, meningkat 16,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa sektor perbankan nasional masih mampu menjaga momentum ekspansi bisnis di tengah tantangan ekonomi.
Peningkatan laba Bank Mandiri tidak hanya berasal dari pertumbuhan kredit. Perseroan juga berhasil meningkatkan penghimpunan dana masyarakat dan menjaga kualitas aset pada level yang sehat. Kombinasi ketiga faktor tersebut menjadi fondasi utama yang menopang pertumbuhan kinerja perusahaan sepanjang tiga bulan pertama 2026.
Dari sisi pembiayaan, kredit bank only mencapai Rp1.530 triliun, atau naik 17,4 persen secara tahunan (YoY). Angka tersebut menunjukkan permintaan pembiayaan dari dunia usaha maupun masyarakat masih cukup tinggi. Pertumbuhan kredit yang konsisten juga memperkuat posisi Bank Mandiri sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia.
Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat lebih cepat, yakni 21,1 persen menjadi Rp1.675 triliun. Dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) juga naik 12,7 persen menjadi Rp1.201 triliun, sehingga memberikan ruang yang lebih besar bagi bank untuk menjaga efisiensi biaya dana.
Dari sisi pendapatan, Net Interest Income (NII) atau pendapatan bunga bersih tumbuh 11,1 persen menjadi Rp21,2 triliun. Pendapatan berbasis komisi dan layanan (nonbunga) juga meningkat menjadi Rp8,24 triliun, sehingga total pendapatan perseroan mencapai Rp29,4 triliun, atau tumbuh 9,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kualitas aset Bank Mandiri juga semakin membaik. Rasio Non-Performing Loan (NPL) turun menjadi 0,98 persen dari 1,01 persen pada periode yang sama tahun lalu. Selain itu, Loans at Risk (LAR) membaik menjadi 6,13 persen, sedangkan Cost of Credit (CoC) turun menjadi 0,48 persen. Kondisi tersebut mencerminkan risiko kredit yang tetap terjaga meski penyaluran kredit tumbuh agresif.
Kinerja positif Bank Mandiri turut memperkuat capaian kelompok Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Secara gabungan, Himbara membukukan laba sekitar Rp39,92 triliun pada kuartal I 2026. Capaian tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit, peningkatan dana pihak ketiga, serta transformasi bisnis yang terus berjalan.
Prospek Bank Mandiri hingga akhir 2026 masih dinilai positif. Dengan pertumbuhan kredit yang tetap kuat, likuiditas yang solid, serta kualitas aset yang terjaga, BMRI memiliki peluang mempertahankan kinerja positif sepanjang tahun. Kondisi ini juga menjadi perhatian investor yang mencari saham sektor perbankan dengan fundamental yang kuat.
FAQ
Berapa laba Bank Mandiri pada kuartal I 2026?
Rp15,4 triliun, naik 16,6 persen dibandingkan kuartal I 2025.
Berapa pertumbuhan kredit Bank Mandiri?
Kredit tumbuh 17,4 persen menjadi Rp1.530 triliun.
Berapa Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri?
DPK mencapai Rp1.675 triliun atau meningkat 21,1 persen secara tahunan.
Bagaimana kualitas aset Bank Mandiri?
NPL turun menjadi 0,98 persen, LAR 6,13 persen, dan Cost of Credit 0,48 persen.
Editor : Fanda Yosephta









