SUNGAI PENUH – Bupati Kerinci, Monadi, mengajak insan pers, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung dan mengawal pembangunan RSUD Tipe C Kabupaten Kerinci yang saat ini mulai memasuki tahap pelaksanaan.
Ajakan tersebut disampaikan Monadi saat kegiatan penyerahan lahan kepada pihak pelaksana proyek pembangunan rumah sakit yang akan dikerjakan oleh PT PP Urban. Menurutnya, keberhasilan pembangunan fasilitas kesehatan tersebut membutuhkan dukungan semua pihak agar dapat selesai sesuai target.
Monadi menegaskan bahwa pembangunan RSUD Tipe C bukan hanya menjadi program pemerintah daerah, melainkan merupakan kebutuhan masyarakat Kerinci yang harus diperjuangkan secara bersama-sama. Karena itu, ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat ikut mengawal proses pembangunan hingga selesai.
“Proyek ini bukan perjuangan bupati semata, tetapi perjuangan kita bersama. Saya berharap dukungan penuh dari masyarakat, pers, dan LSM agar pembangunan RSUD ini berjalan lancar dan sukses,” ujar Monadi dalam sambutannya.
Secara khusus, Monadi meminta insan pers untuk turut berperan dalam mengawasi jalannya proyek. Ia bahkan membuka ruang komunikasi seluas-luasnya apabila ditemukan kendala maupun persoalan selama proses pembangunan berlangsung.
“Khusus kepada rekan-rekan pers, jika ada kendala atau persoalan di lapangan, silakan komunikasikan langsung kepada saya. Kita ingin setiap masalah dapat segera ditangani sehingga pembangunan tetap berjalan sesuai rencana,” katanya.
Monadi menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Kerinci dan masyarakat sangat bersyukur karena pembangunan RSUD Tipe C mendapat dukungan pendanaan dari pemerintah pusat. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi faktor penting dalam percepatan pembangunan rumah sakit yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Ia mengungkapkan, apabila pembangunan hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), penyelesaiannya akan membutuhkan waktu yang jauh lebih lama. Dengan nilai proyek mencapai sekitar Rp138 miliar, pemerintah daerah memiliki keterbatasan kemampuan fiskal untuk menyelesaikannya dalam waktu singkat.
“Kalau hanya menggunakan APBD, kemampuan anggaran kita terbatas. Mungkin hanya sekitar Rp20 miliar per tahun yang bisa dialokasikan. Dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp138 miliar, pembangunan bisa memakan waktu hingga tujuh tahun,” jelasnya.
Karena itu, Monadi berharap dukungan dan sinergi dari seluruh pihak terus terjaga selama proses pembangunan berlangsung. Ia optimistis RSUD Tipe C Kerinci dapat selesai pada tahun 2026 dan mulai memberikan pelayanan kepada masyarakat pada tahun 2027. (fyo)









