Prabowo Tetapkan 10 Tokoh Jadi Pahlawan Nasional 2025, Ini Profil Singkatnya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 10 November 2025 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan 10 tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2025, di Istana Negara, Jakarta.

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) menyebut seluruh nama yang ditetapkan telah melalui proses panjang dan berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, Kementerian Sosial, hingga pembahasan oleh Dewan Gelar sebelum diserahkan kepada Presiden.

“Semua proses sudah dilalui, siapa pun yang ditetapkan Presiden dipastikan telah memenuhi syarat,” kata Gus Ipul, Minggu (9/11).

Dari total 49 usulan—terdiri dari 40 usulan baru dan 9 usulan sebelumnya—terpilih 10 tokoh nasional, termasuk dua presiden RI dan seorang aktivis buruh yang menjadi simbol pergerakan perempuan.

Berikut daftar 10 Pahlawan Nasional 2025 lengkap beserta profil singkatnya:

1. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – Jawa Timur

Presiden RI ke-4, lahir 7 September 1940 di Jombang dan wafat 30 Desember 2009. Gus Dur dikenal sebagai tokoh Muslim, pemimpin Nahdlatul Ulama (NU), pejuang demokrasi, pluralisme, dan pendiri PKB. Masa jabatannya sebagai presiden berlangsung dari 1999 hingga 2001.

2. Jenderal Besar TNI Soeharto – Jawa Tengah

Presiden RI ke-2 yang memimpin Indonesia selama 32 tahun. Lahir di Yogyakarta, 8 Juni 1921, dan wafat 27 Januari 2006. Sebelum menjadi presiden, Soeharto dikenal sebagai perwira militer yang memimpin berbagai operasi penting, termasuk pembebasan Irian Barat dan Serangan Umum 1 Maret.

Baca Juga :  Sinopsis Dilan ITB 1997: Kisah Baru Dilan di Kampus ITB, Dibintangi Ariel NOAH

3. Marsinah – Jawa Timur

Aktivis buruh perempuan kelahiran Nganjuk, 10 April 1969. Marsinah menjadi simbol perjuangan hak-hak pekerja. Ia diculik dan dibunuh setelah memimpin aksi mogok kerja di PT CPS Sidoarjo pada Mei 1993. Namanya dikenang karena keberanian memperjuangkan keadilan bagi kaum buruh.

4. Mochtar Kusumaatmadja – Jawa Barat

Guru besar hukum internasional Unpad dan mantan Menteri Kehakiman (1974–1978) serta Menteri Luar Negeri (1978–1988). Lahir di Jakarta pada 17 Februari 1929, beliau berperan besar dalam diplomasi Indonesia, termasuk perundingan batas-batas wilayah negara.

5. Hajjah Rahmah El Yunusiyah – Sumatera Barat

Pendiri Perguruan Diniyah Putri Padang Panjang dan pelopor pendidikan perempuan di Indonesia. Lahir tahun 1900, Rahmah terjun langsung dalam perjuangan kemerdekaan dan mendapat gelar kehormatan “Syaikhah” dari Universitas Al-Azhar Kairo. Wafat tahun 1969.

6. Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo – Jawa Tengah

Baca Juga :  Hujan Semalaman Picu 11 Titik Banjir di Bekasi

Tokoh militer Indonesia, Komandan RPKAD (kini Kopassus) tahun 1965, dan Gubernur Akademi Militer 1970. Ia juga ayah dari Ibu Ani Yudhoyono. Sarwo Edhie dikenal berperan dalam berbagai operasi pengamanan nasional pada masa awal Orde Baru.

7. Sultan Muhammad Salahuddin – NTB

Sultan Bima ke-XIV (1888–1951). Dikenal tegas melawan penjajahan Belanda di Bima. Ia menjadi tokoh lokal yang berpengaruh dalam menjaga stabilitas dan perjuangan rakyat NTB pada masa kolonial.

8. Syaikhona Muhammad Kholil – Jawa Timur

Ulama besar karismatik, guru para pendiri NU, termasuk KH Hasyim Asy’ari. Lahir tahun 1820 dan wafat 1925. Mendalami qira’at sab’ah di Makkah, beliau berpengaruh besar dalam pembentukan jaringan ulama pesantren di Nusantara.

9. Tuan Rondahaim Saragih – Sumatera Utara

Pejuang dari Kerajaan Raya, Simalungun, yang menentang kolonial Belanda antara 1880–1891. Beliau sukses mempertahankan wilayah Raya dari serangan Belanda hingga akhir hayatnya pada tahun 1891.

10. Sultan Zainal Abidin Syah – Maluku Utara

Sultan Tidore kelahiran 15 Agustus 1912 dan Gubernur pertama Irian Barat (1956–1961). Berperan dalam integrasi dan administrasi awal wilayah Papua.

Berita Terkait

Kontroversi Film Pesta Babi Berlanjut, Tokoh Adat Papua Tempuh Jalur Hukum
CFD Rasuna Said Resmi Digelar Setiap Minggu Mulai 7 Juni 2026, Simak Jadwal dan Aturannya
Update Tarif SIM A dan SIM C 2026, Ini Biaya Resmi serta Syarat Lengkapnya
Purbaya Mengaku Belum Tahu Detail Anggaran Sapi Kurban Presiden Rp 100 Miliar
Rupiah Melemah ke Rp17.830, Pemerintah Pastikan APBN Masih Terkendali
BGN Ancam Cabut Insentif Dapur MBG yang Tak Layani Kelompok 3B
Blackout Sumatera Mulai Terungkap, Polri dan PLN Beberkan Dugaan Penyebab Utama
Dana Rp100 Triliun Digelontorkan ke Sumatera, Proyek Infrastruktur dan Hunian Korban Bencana Diawasi Ketat
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:39 WIB

CFD Rasuna Said Resmi Digelar Setiap Minggu Mulai 7 Juni 2026, Simak Jadwal dan Aturannya

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:06 WIB

Update Tarif SIM A dan SIM C 2026, Ini Biaya Resmi serta Syarat Lengkapnya

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:00 WIB

Purbaya Mengaku Belum Tahu Detail Anggaran Sapi Kurban Presiden Rp 100 Miliar

Kamis, 28 Mei 2026 - 00:09 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.830, Pemerintah Pastikan APBN Masih Terkendali

Rabu, 27 Mei 2026 - 06:00 WIB

BGN Ancam Cabut Insentif Dapur MBG yang Tak Layani Kelompok 3B

Berita Terbaru

Bisnis

Harga Emas Berpotensi Naik? China Borong 86 Ton Emas

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:00 WIB

Bisnis

Rupiah Diprediksi Tembus Rp18.000 Pekan Depan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:00 WIB