Persib Bandung menunjukkan rasa empati dan solidaritas atas musibah longsor yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat dengan mengenakan ban hitam pada lengan para pemainnya.
Tindakan tersebut dilakukan saat Persib melakoni pertandingan lanjutan kompetisi Liga 1 musim 2025/2026 sebagai bentuk belasungkawa terhadap para korban bencana alam yang menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat Jawa Barat.
Penggunaan ban hitam ini menjadi simbol duka yang lazim digunakan dalam dunia olahraga internasional ketika terjadi peristiwa kemanusiaan atau tragedi besar. Persib menilai, sebagai klub yang lahir dan tumbuh bersama masyarakat Jawa Barat, sudah sepantasnya ikut merasakan kesedihan yang dialami warga Bandung Barat akibat bencana longsor tersebut.
Musibah longsor diketahui terjadi di wilayah Kampung Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan permukiman warga serta menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, sekaligus memaksa sejumlah warga mengungsi demi keselamatan. Proses pencarian dan evakuasi korban pun sempat melibatkan berbagai unsur, termasuk tim SAR dan relawan.
Manajemen Persib melalui pernyataan resminya menyampaikan doa dan harapan agar seluruh korban yang terdampak diberikan kekuatan serta ketabahan. Klub berjuluk Maung Bandung itu juga berharap proses penanganan pascabencana dapat berjalan lancar dan para korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan.
Aksi simbolis mengenakan ban hitam ini mendapat perhatian dari para suporter dan masyarakat luas. Banyak pihak menilai langkah Persib sebagai bentuk kepedulian sosial yang patut diapresiasi, mengingat sepak bola tidak hanya soal pertandingan di lapangan, tetapi juga memiliki peran moral dan kemanusiaan.
Selain menjadi wujud empati, penggunaan ban hitam oleh Persib juga menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, khususnya di wilayah dengan kondisi geografis rawan longsor.
Curah hujan tinggi dan alih fungsi lahan disebut menjadi faktor yang meningkatkan risiko bencana serupa.
Para pemain Persib tetap tampil kompetitif di lapangan meski mengenakan atribut duka tersebut. Hal ini menunjukkan profesionalisme tim, sekaligus pesan bahwa olahraga dapat menjadi medium untuk menyuarakan solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.
Dengan langkah ini, Persib Bandung kembali menegaskan posisinya sebagai klub yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial. Dukungan moral yang diberikan diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para korban longsor di Kabupaten Bandung Barat untuk bangkit dari musibah.
Editor : Fanda Yosephta









