Pakuwon Mall Diproyeksikan Jadi Mal Terbesar di Indonesia, Siapa Pemiliknya?

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI – Pembangunan Pakuwon Mall Semarang terus dikebut oleh PT Pakuwon Jati Tbk (PWON). Proyek kawasan terpadu yang berada di kawasan Gombel, Kota Semarang, Jawa Tengah, tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia.

Investasi proyek ini diperkirakan mencapai Rp5,6 triliun. Pengembang menyiapkan kawasan tidak hanya sebagai pusat perbelanjaan, tetapi juga sebagai destinasi hiburan, rekreasi, perhotelan, serta kegiatan bisnis dan pameran.

Pakuwon Mall Semarang direncanakan dibangun dalam dua tahap dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2029.

Pakuwon Mall Semarang Punya Area Ritel Sangat Luas

Pada tahap pertama, pusat perbelanjaan ini dirancang memiliki Net Leasable Area (NLA) sekitar 134.000 meter persegi.

Pengembangan tahap berikutnya akan menambah sekitar 80.000 meter persegi area ritel. Jika seluruh rencana terealisasi, luas area komersial tersebut membuat Pakuwon Mall Semarang memiliki skala yang sangat besar dibandingkan pusat perbelanjaan lainnya.

Konsep yang ditawarkan juga tidak sebatas aktivitas belanja. Pengembang menyiapkan ruang terbuka atau piazza yang dapat digunakan sebagai tempat berkumpul dan penyelenggaraan berbagai kegiatan publik.

Area tersebut dirancang mampu menampung hingga 5.000 orang sekaligus menawarkan pemandangan Kota Semarang dan kawasan lapangan golf di sekitarnya.

Dilengkapi Hotel dan Fasilitas MICE

Sebagai kawasan terpadu, Pakuwon Mall Semarang juga akan dilengkapi fasilitas perhotelan dan MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition).

Rencananya terdapat hotel bintang empat dan bintang lima dengan total 538 kamar.

Selain itu, pengembang menyiapkan ballroom yang dapat menampung hingga 3.000 orang. Fasilitas ini dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari pernikahan, konferensi, pertemuan perusahaan hingga acara berskala besar.

Kawasan tersebut juga akan memiliki Exhibition and Convention Hall untuk mendukung kegiatan bisnis, pameran dan pariwisata di Kota Semarang.

Untuk menunjang mobilitas pengunjung, area parkir dirancang memiliki kapasitas hingga 5.000 mobil dan 3.000 sepeda motor.

Baca Juga :  Fakta Video Viral Menkeu Purbaya Berkunjung ke Gonilan Sukoharjo

Siapa Pemilik Pakuwon Mall Semarang?

Pengembangan Pakuwon Mall Semarang dilakukan oleh PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), perusahaan yang berada dalam kelompok usaha Pakuwon Group.

Pakuwon merupakan salah satu pemain besar di industri properti Indonesia dengan portofolio yang mencakup pusat perbelanjaan, apartemen, hotel dan gedung perkantoran.

Perusahaan tersebut didirikan oleh Alexander Tedja pada 1982. Sebelum masuk lebih jauh ke bisnis properti, Alexander lebih dahulu memiliki pengalaman di industri perfilman dan jaringan bioskop.

Ekspansi bisnis properti Pakuwon kemudian berkembang ke sejumlah kota besar di Indonesia, terutama Jakarta dan Surabaya.

Deretan Mal yang Dikembangkan Pakuwon

Di Jakarta, sejumlah proyek pusat perbelanjaan yang terafiliasi dengan Pakuwon antara lain Blok M Plaza, Gandaria City dan Kota Kasablanka.

Sementara di Surabaya, portofolio perusahaan mencakup Pakuwon Mall Surabaya, Tunjungan Plaza, Royal Plaza dan Pakuwon City Mall.

Model bisnis yang dikembangkan tidak hanya berupa pusat perbelanjaan. Sejumlah proyek Pakuwon menggunakan konsep superblok, yakni menggabungkan pusat ritel dengan hunian, hotel maupun perkantoran dalam satu kawasan.

Konsep tersebut pula yang menjadi salah satu pendekatan dalam pembangunan Pakuwon Mall Semarang.

Alexander Tedja dan Perkembangan Bisnis Pakuwon

Alexander Tedja merupakan sosok yang berada di balik perkembangan kelompok usaha Pakuwon.

Mengacu pada informasi perusahaan, Alexander lahir di Medan pada 22 September 1945. Ia terlebih dahulu membangun bisnis di sektor perfilman sebelum memperluas kiprahnya ke properti.

Pada 1982, Alexander mendirikan PT Pakuwon Jati. Salah satu pengembangan awal perusahaan berada di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, yang kemudian berkembang menjadi kawasan Plaza Tunjungan.

Tunjungan Plaza mulai beroperasi pada 1986 dan selanjutnya mengalami sejumlah ekspansi hingga menjadi salah satu pusat perbelanjaan besar di Surabaya.

Baca Juga :  7 Provinsi Masih Buka Program Pemutihan Pajak Kendaraan 2026, Cek Jadwal, Syarat, dan Daftar Lengkapnya

Dalam struktur perusahaan, Alexander Tedja tercatat pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Pakuwon Jati pada periode 1989-1998. Ia kemudian tetap memiliki posisi penting sebagai Presiden Komisaris Pakuwon Group.

Berdasarkan informasi kepemilikan yang dikutip dalam pemberitaan tersebut, kepemilikan Alexander Tedja atas PWON tidak hanya berasal dari kepemilikan saham secara langsung, tetapi juga melalui PT Pakuwon Arthaniaga.

Melalui perusahaan tersebut, Alexander disebut mengendalikan sekitar 68,68 persen saham PT Pakuwon Jati Tbk.

Kapan Pakuwon Mall Semarang Dibuka?

Pakuwon Mall Semarang ditargetkan mulai beroperasi pada 2029. Pembangunannya dilakukan secara bertahap dengan fasilitas yang mencakup pusat perbelanjaan, hotel, ruang konvensi, area pameran, ruang terbuka dan fasilitas parkir.

Dengan skala tersebut, proyek ini berpotensi memperkuat posisi Semarang sebagai salah satu pusat perdagangan, hiburan dan kegiatan bisnis di Jawa Tengah.

Namun, predikat sebagai mal terbesar di Indonesia tetap perlu dilihat berdasarkan realisasi akhir proyek, terutama luas area ritel yang benar-benar beroperasi setelah seluruh tahapan pembangunan selesai.

FAQ Pakuwon Mall Semarang

1. Siapa pemilik Pakuwon Mall Semarang?
Pakuwon Mall Semarang dikembangkan oleh PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), bagian dari Pakuwon Group.

2. Berapa investasi Pakuwon Mall Semarang?
Nilai investasi proyek tersebut diperkirakan sekitar Rp5,6 triliun.

3. Kapan Pakuwon Mall Semarang dibuka?
Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2029.

4. Apakah Pakuwon Mall Semarang akan menjadi mal terbesar di Indonesia?
Proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu mal terbesar di Indonesia. Klaim sebagai yang terbesar perlu dilihat berdasarkan realisasi seluruh tahap pembangunan.

5. Siapa Alexander Tedja?
Alexander Tedja merupakan pengusaha yang mendirikan PT Pakuwon Jati pada 1982 dan menjadi salah satu tokoh utama di balik perkembangan Pakuwon Group.

Editor : Dedi Dora

Berita Terkait

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 16 September 2026 Turun Lagi, Cek Antam, UBS, Galeri 24 dan Buyback
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 16 September 2026: 1 Gram Rp2,631 Juta, Cek Buyback
CLARITY Act Gagal di Senat AS, Bitcoin Tertekan Lebih dari 5 Persen
Harga Laptop Diprediksi Naik 2027, Pasar PC Global Anjlok akibat Krisis Chip
Best Accounting Software for Small Business in 2026: Top Options Compared
Telkomsel Perkuat Loyalitas Pelanggan Lewat MAPrivilege, Ada 45 Benefit
The Fed Naikkan Suku Bunga 16 September 2026? Ini Sinyal Terbaru dan Dampaknya ke Rupiah, Emas, Saham
Suku Bunga The Fed 16 September 2026: Diprediksi Naik 25 Bps, Jadi 3,75%-4%
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:16 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 16 September 2026 Turun Lagi, Cek Antam, UBS, Galeri 24 dan Buyback

Rabu, 16 September 2026 - 07:41 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 16 September 2026: 1 Gram Rp2,631 Juta, Cek Buyback

Rabu, 16 September 2026 - 07:20 WIB

CLARITY Act Gagal di Senat AS, Bitcoin Tertekan Lebih dari 5 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 05:01 WIB

Best Accounting Software for Small Business in 2026: Top Options Compared

Rabu, 16 September 2026 - 04:00 WIB

Telkomsel Perkuat Loyalitas Pelanggan Lewat MAPrivilege, Ada 45 Benefit

Berita Terbaru