Mulai 2026, PPPK Guru dan Dosen Dihapus

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 13 Januari 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pemerintah melakukan perubahan besar dalam sistem rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) untuk sektor pendidikan. Mulai tahun 2026, skema penerimaan PPPK untuk guru dan dosen tidak akan lagi dibuka, dan seluruh proses rekrutmen akan dipusatkan melalui jalur CPNS.

Langkah ini menandai transisi besar menuju sistem kepegawaian yang lebih stabil dan berorientasi jangka panjang.

PPPK Dihentikan: Apa Alasannya?

Selama bertahun-tahun, PPPK menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik. Namun, status kontrak yang hanya berlaku 1–5 tahun dipandang menimbulkan ketidakpastian bagi guru dan dosen.

Pemerintah menilai:

guru/dosen PPPK sering dihantui kekhawatiran tentang perpanjangan kontrak,

kondisi itu berpotensi mengganggu fokus dalam proses belajar-mengajar,

dan tidak mendukung keberlanjutan pengembangan pendidikan nasional.

Untuk menciptakan kenyamanan kerja yang lebih baik, pemerintah memutuskan menghapus rekrutmen PPPK khusus guru dan dosen mulai 2026.

Baca Juga :  Angka Unik, 999 PPPK Paruh Waktu Resmi Teken Kontrak Kerja di Sungai Penuh

Pernyataan Resmi Pemerintah

Direktur SDM Ditjen Pendidikan Tinggi, Sri Suning Kusumawardani, memastikan bahwa kementerian telah diminta menyiapkan kebutuhan formasi dosen PNS untuk lima tahun mendatang. Penyusunan ini menjadi dasar pelaksanaan rekrutmen dosen melalui jalur CPNS mulai 2026.

Penegasan ini menunjukkan bahwa kebijakan tersebut bukan rencana sementara, melainkan arahan resmi pemerintah untuk jangka panjang.

CPNS Jadi Satu-Satunya Jalur ASN Pendidikan

Mulai 2026, pemerintah memastikan:

tidak ada lagi seleksi PPPK guru,

tidak ada lagi seleksi PPPK dosen,

CPNS menjadi satu-satunya pintu masuk ASN pendidikan.

Dengan status PNS, guru dan dosen memperoleh stabilitas karier hingga masa pensiun, termasuk hak-hak kepegawaian yang lebih lengkap.

Baca Juga :  Dari Politisi ke Komisioner Ombudsman RI, Ini Perjalanan Karier dan Gaji Nuzran Joher

Apa yang Harus Dipersiapkan Calon Guru dan Dosen?

Perubahan skema ini menuntut calon pendidik untuk menyesuaikan strategi:

Memahami pola rekrutmen baru. Mulai 2026, semua diarahkan ke seleksi CPNS.

Mengalihkan fokus belajar ke materi CPNS. Mulai dari TWK, TIU, TKP, hingga kompetensi bidang.

Menata ulang rencana karier. Peluang menjadi PNS terbuka lebih lebar, namun seleksi akan lebih kompetitif.

Investasi Jangka Panjang untuk Pendidikan

Pemerintah memandang kebijakan ini sebagai pijakan jangka panjang untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik, sekaligus memperkuat fondasi sistem pendidikan Indonesia.

Dengan hilangnya ketidakpastian kontrak PPPK, guru dan dosen diharapkan lebih fokus untuk meningkatkan mutu pembelajaran tanpa kekhawatiran masa depan karier.

Berita Terkait

Kontroversi Film Pesta Babi Berlanjut, Tokoh Adat Papua Tempuh Jalur Hukum
Kabar Baik PPPK 2026: Kemendagri Bahas Pengangkatan Full Time dan Gaji APBN
CFD Rasuna Said Resmi Digelar Setiap Minggu Mulai 7 Juni 2026, Simak Jadwal dan Aturannya
Efisiensi Anggaran, BGN Stop Paket Makanan MBG untuk Hari Libur
Update Tarif SIM A dan SIM C 2026, Ini Biaya Resmi serta Syarat Lengkapnya
Purbaya Mengaku Belum Tahu Detail Anggaran Sapi Kurban Presiden Rp 100 Miliar
Pemerintah Godok KPR Subsidi 40 Tahun, Cicilan Rumah Makin Ringan
Rupiah Melemah ke Rp17.830, Pemerintah Pastikan APBN Masih Terkendali
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 00:05 WIB

Kontroversi Film Pesta Babi Berlanjut, Tokoh Adat Papua Tempuh Jalur Hukum

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:39 WIB

CFD Rasuna Said Resmi Digelar Setiap Minggu Mulai 7 Juni 2026, Simak Jadwal dan Aturannya

Jumat, 29 Mei 2026 - 02:00 WIB

Efisiensi Anggaran, BGN Stop Paket Makanan MBG untuk Hari Libur

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:06 WIB

Update Tarif SIM A dan SIM C 2026, Ini Biaya Resmi serta Syarat Lengkapnya

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:00 WIB

Purbaya Mengaku Belum Tahu Detail Anggaran Sapi Kurban Presiden Rp 100 Miliar

Berita Terbaru

Bisnis

Rupiah Diprediksi Tembus Rp18.000 Pekan Depan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:00 WIB

Bisnis

Indosat Ungkap Strategi Hadapi Pelemahan Rupiah

Jumat, 29 Mei 2026 - 23:00 WIB