Kurs Dolar AS Hari Ini 23 Juni 2026 di BCA, BRI, Mandiri dan BNI, Rupiah Melemah Saat Dolar Kian Perkasa

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

JAKARTA – Pergerakan kurs dolar AS kembali menjadi perhatian pelaku usaha, investor, hingga masyarakat yang memiliki kebutuhan transaksi valuta asing. Pada perdagangan Selasa (23/6/2026), nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), mengikuti tren penguatan mata uang Negeri Paman Sam di pasar global.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya permintaan dolar AS serta sentimen global yang masih mendorong investor mencari aset yang dianggap lebih aman. Kondisi ini membuat kurs dolar di sejumlah bank besar nasional seperti BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI bergerak pada level yang relatif tinggi.

Berdasarkan data perdagangan pagi, rupiah dibuka di level Rp17.859 per dolar AS atau melemah sekitar 16 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya. Sementara itu, indeks dolar AS tercatat menguat ke kisaran 101,02, menunjukkan mata uang AS masih mendominasi pasar keuangan global.

Penguatan dolar AS tidak hanya memberikan tekanan kepada rupiah, tetapi juga sejumlah mata uang Asia lainnya. Yen Jepang dan rupee India terpantau melemah terhadap dolar AS. Di sisi lain, yuan China dan ringgit Malaysia masih mampu mencatatkan penguatan tipis.

Analis pasar menilai pergerakan rupiah dalam jangka pendek masih akan dipengaruhi perkembangan ekonomi Amerika Serikat, arah kebijakan suku bunga bank sentral global, serta kondisi geopolitik internasional. Selama dolar AS masih kuat, ruang penguatan rupiah diperkirakan tetap terbatas.

Bagi masyarakat yang berencana membeli dolar AS untuk kebutuhan perjalanan luar negeri, pendidikan, investasi, maupun bisnis impor, penting untuk memantau kurs yang ditawarkan setiap bank. Selisih kurs beli dan kurs jual antarbank dapat memengaruhi biaya transaksi secara signifikan.

Di PT Bank Central Asia Tbk (BCA), kurs e-rate menunjukkan harga beli dolar AS berada di kisaran Rp17.852 per dolar AS, sementara harga jual mencapai Rp17.872 per dolar AS. Untuk layanan TT Counter dan Bank Notes, kurs jual berada di kisaran Rp17.895 per dolar AS.

Baca Juga :  Purbaya Targetkan Rupiah Kembali ke Rp15.000 per Dolar AS

Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menetapkan kurs e-rate dengan harga beli sekitar Rp17.788 dan harga jual Rp17.812 per dolar AS. Untuk layanan TT Counter, harga jual dolar AS mencapai Rp17.895 per dolar AS.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menawarkan special rate dengan kurs beli sekitar Rp17.850 dan kurs jual Rp17.880 per dolar AS. Adapun pada layanan TT Counter, harga jual dolar AS tercatat menyentuh Rp17.900 per dolar AS, menjadi salah satu yang tertinggi di antara bank besar nasional pada perdagangan hari ini.

Di sisi lain, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menetapkan special rate dengan harga beli sekitar Rp17.842 dan harga jual Rp17.867 per dolar AS. Untuk layanan TT Counter maupun Bank Notes, harga jual dolar AS berada di kisaran Rp17.890 per dolar AS.

Kondisi nilai tukar saat ini menjadi perhatian pelaku usaha yang memiliki ketergantungan terhadap bahan baku impor. Pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya produksi dan menekan margin keuntungan perusahaan. Sebaliknya, eksportir berpotensi mendapatkan keuntungan karena nilai pendapatan dalam dolar menjadi lebih tinggi saat dikonversi ke rupiah.

Bagi investor, fluktuasi kurs dolar juga memengaruhi berbagai instrumen investasi, mulai dari saham, obligasi, reksa dana hingga emas. Ketika dolar AS menguat, sebagian investor biasanya memilih aset lindung nilai untuk menjaga nilai portofolionya.

Selain itu, masyarakat yang memiliki kewajiban pembayaran dalam mata uang asing perlu memperhatikan perkembangan kurs setiap hari. Perbedaan beberapa puluh rupiah saja dapat memberikan dampak cukup besar untuk transaksi bernilai besar.

Baca Juga :  Data Terbaru OJK Utang Pinjol Warga Indonesia Tembus Rp 100 Triliun

Pengamat pasar memperkirakan rupiah masih bergerak fluktuatif sepanjang pekan ini. Rentang pergerakan diprediksi berada pada kisaran Rp17.840 hingga Rp17.890 per dolar AS. Sentimen dari data ekonomi AS dan perkembangan pasar keuangan global diperkirakan menjadi faktor utama yang menentukan arah rupiah selanjutnya.

Meski demikian, stabilitas ekonomi domestik, cadangan devisa yang kuat, serta kebijakan Bank Indonesia tetap menjadi penopang penting dalam menjaga pergerakan rupiah agar tidak mengalami pelemahan yang lebih dalam.

FAQ

Berapa kurs dolar AS hari ini di BCA?

Kurs e-rate BCA pada 23 Juni 2026 berada di kisaran Rp17.852 untuk kurs beli dan Rp17.872 untuk kurs jual per dolar AS.

Bank mana yang menawarkan kurs jual dolar tertinggi?

Pada perdagangan pagi ini, Bank Mandiri mencatat kurs jual TT Counter sekitar Rp17.900 per dolar AS.

Mengapa rupiah melemah terhadap dolar AS?

Pelemahan rupiah dipengaruhi penguatan indeks dolar AS, sentimen global, serta meningkatnya permintaan aset berbasis dolar.

Apakah dolar AS masih berpotensi naik?

Pergerakan dolar AS masih dipengaruhi kebijakan suku bunga AS, inflasi global, dan kondisi ekonomi internasional sehingga peluang kenaikan masih terbuka.

Apakah sekarang waktu yang tepat membeli dolar?

Keputusan membeli dolar bergantung pada kebutuhan masing-masing. Untuk kebutuhan perjalanan, pendidikan, atau bisnis, disarankan memantau pergerakan kurs dan membandingkan harga antarbank.

Bagaimana dampak dolar naik bagi masyarakat?

Dolar yang menguat dapat membuat biaya impor, perjalanan luar negeri, dan pembayaran berbasis mata uang asing menjadi lebih mahal. Tim

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Jelang Pengumuman MSCI 13 Agustus, Investor Wajib Cermati 5 Hal Ini
Harga iPhone 17 Dikabarkan Segera Naik, Ini Penyebab dan Perkiraannya
Kekayaan Elon Musk Melonjak Lagi, Tembus Rp14.276 Triliun Berkat Saham SpaceX
Monetisasi X 2026 Berubah, Ini Syarat Baru Dapat Penghasilan dari Konten
Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal II 2026 Capai 5,29 Persen, Lampaui Prediksi
Sri Mulyani Ditunjuk Bank Dunia Jadi Ketua IDA22, Ini Tugasnya
Pemerintah Gratiskan Sertifikat Hak Milik 2026, Ini Syarat dan Cara Mendapatkannya
PKH hingga BPNT Masih Cair Agustus 2026, Simak Cara Cek Status Penerima
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 04:00 WIB

Jelang Pengumuman MSCI 13 Agustus, Investor Wajib Cermati 5 Hal Ini

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Harga iPhone 17 Dikabarkan Segera Naik, Ini Penyebab dan Perkiraannya

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:08 WIB

Kekayaan Elon Musk Melonjak Lagi, Tembus Rp14.276 Triliun Berkat Saham SpaceX

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Monetisasi X 2026 Berubah, Ini Syarat Baru Dapat Penghasilan dari Konten

Kamis, 6 Agustus 2026 - 02:00 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal II 2026 Capai 5,29 Persen, Lampaui Prediksi

Berita Terbaru

Otomotif

Suzuki Burgman Street 2026 Resmi Meluncur

Rabu, 12 Agu 2026 - 12:00 WIB

Oplus_131072

Kerinci

Bupati Kerinci Lega, Pusat Tambah Dana Transfer ke Daerah

Rabu, 12 Agu 2026 - 10:42 WIB