JAKARTA – Pemerintah meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan sebagai solusi pembiayaan murah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program ini menawarkan bunga hanya 0,5 persen dengan pinjaman hingga Rp100 juta tanpa agunan untuk mendorong akses pembiayaan yang lebih mudah.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, meyakini kebijakan tersebut mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir. Menurutnya, pelaku UMKM tidak lagi memiliki alasan menggunakan pinjaman berbunga tinggi jika pembiayaan murah tersedia.
Ia menjelaskan bahwa kredit di bawah Rp100 juta tidak memerlukan jaminan. Selain itu, bunga yang sangat rendah diharapkan menjadi daya tarik bagi masyarakat yang selama ini kesulitan memperoleh akses perbankan.
Maruarar menilai pemerintah harus memastikan pembiayaan yang diberikan kepada masyarakat berlangsung cepat, mudah, aman, dan terjangkau. Jika akses kredit formal semakin baik, ruang bagi praktik rentenir akan semakin sempit.
Program KUR Perumahan juga menjadi bagian penting dalam mendukung Program 3 Juta Rumah. Skema ini tidak hanya membantu masyarakat yang ingin membeli, membangun, atau merenovasi rumah, tetapi juga memperkuat sektor usaha yang berkaitan dengan perumahan.
Untuk sisi permintaan, plafon pembiayaan berkisar Rp10 juta hingga Rp500 juta. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembelian rumah, pembangunan, maupun renovasi rumah yang mendukung aktivitas usaha.
Sementara itu, dari sisi penyediaan, pengembang perumahan, kontraktor, hingga pedagang bahan bangunan dapat memperoleh pembiayaan mulai Rp500 juta sampai Rp5 miliar. Dengan demikian, ekosistem pembangunan perumahan diharapkan semakin berkembang.
Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mengoptimalkan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Mulai 1 Juli 2026, data kredit yang telah lunas wajib diperbarui paling lambat tiga hari kerja. Selain itu, informasi debitur kini hanya menampilkan tunggakan kredit di atas Rp1 juta sehingga penilaian kredit dinilai lebih relevan dan proporsional.
FAQ
Apa itu KUR Perumahan?
KUR Perumahan adalah program pembiayaan pemerintah untuk mendukung sektor perumahan melalui kredit berbunga rendah bagi UMKM.
Berapa bunga KUR Perumahan?
Bunga KUR Perumahan ditetapkan sebesar 0,5 persen.
Apakah pinjaman Rp100 juta memerlukan agunan?
Tidak. Pinjaman KUR Perumahan hingga Rp100 juta dapat diajukan tanpa agunan.
Berapa plafon pinjaman KUR Perumahan?
Untuk masyarakat berkisar Rp10 juta hingga Rp500 juta, sedangkan pelaku usaha penyedia perumahan dapat memperoleh pembiayaan Rp500 juta hingga Rp5 miliar.
Apa tujuan program ini?
Program ini bertujuan memperluas akses pembiayaan murah, mendukung Program 3 Juta Rumah, serta mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir. Tim
Editor : Fanda Yosephta









