JAKARTA – Penulis buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, kembali membuat pernyataan yang menyita perhatian investor. Kali ini, ia memprediksi perak memiliki potensi kenaikan harga yang lebih besar dibandingkan emas maupun Bitcoin. Menurutnya, kombinasi tingginya permintaan industri dan terbatasnya pasokan dapat mendorong harga logam tersebut melonjak dalam beberapa tahun ke depan.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun media sosial X miliknya. Kiyosaki menilai perak kini berada dalam posisi yang menarik karena masih diperdagangkan dengan harga relatif murah dibandingkan emas dan Bitcoin. Kondisi itu dinilai membuka peluang bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi aset.
Ia menjelaskan bahwa kebutuhan perak terus meningkat di berbagai sektor strategis. Logam ini menjadi bahan penting dalam pembuatan panel surya, kendaraan listrik, komputer, perangkat elektronik, hingga teknologi medis modern. Selain itu, perak juga digunakan pada sistem pertahanan dan teknologi pemurnian air.
Di sisi lain, Kiyosaki menilai pasokan perak justru semakin terbatas. Ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan logam tersebut diyakini dapat mendorong kenaikan harga dalam jangka menengah hingga panjang. Menurutnya, kondisi ini berbeda dengan emas maupun Bitcoin yang memiliki karakteristik suplai berbeda.
Kiyosaki bahkan pernah memperkirakan harga perak berpotensi mencapai sekitar US$70 per troy ounce apabila tren permintaan terus meningkat. Ia juga berpendapat bahwa tekanan terhadap harga perak selama ini mulai berkurang sehingga ruang kenaikan menjadi lebih terbuka.
Selain prospek kenaikan harga, Kiyosaki menilai perak merupakan instrumen investasi yang lebih mudah dijangkau masyarakat. Dengan modal yang lebih rendah dibandingkan membeli emas batangan atau satu unit Bitcoin, investor pemula dapat mulai mengoleksi perak secara bertahap sesuai kemampuan finansial.
Meski demikian, prediksi tersebut merupakan pandangan pribadi Kiyosaki dan bukan jaminan bahwa harga perak akan bergerak sesuai perkiraannya. Pergerakan harga logam mulia tetap dipengaruhi kondisi ekonomi global, suku bunga, inflasi, nilai tukar dolar Amerika Serikat, hingga dinamika permintaan industri.
Karena itu, investor disarankan tetap melakukan riset, memahami profil risiko, serta mempertimbangkan diversifikasi portofolio sebelum mengambil keputusan investasi. Perak memang menawarkan peluang menarik, namun setiap instrumen investasi tetap memiliki risiko yang perlu diperhitungkan secara matang.
FAQ
Apakah Robert Kiyosaki lebih memilih perak daripada emas?
Ya. Dalam pernyataannya, Kiyosaki menyebut perak memiliki potensi kenaikan harga lebih besar dibandingkan emas dan Bitcoin.
Mengapa perak diprediksi naik?
Karena permintaan industri terus meningkat, sementara pasokannya dinilai semakin terbatas.
Apa saja penggunaan perak?
Perak digunakan dalam panel surya, kendaraan listrik, elektronik, komputer, teknologi medis, sistem pertahanan, dan pemurnian air.
Apakah perak cocok untuk investor pemula?
Perak relatif lebih terjangkau dibandingkan emas dan Bitcoin sehingga dapat menjadi salah satu pilihan diversifikasi investasi, dengan tetap memperhatikan risiko pasar.
Apakah prediksi Robert Kiyosaki pasti terjadi?
Tidak. Prediksi tersebut merupakan opini yang dapat dipengaruhi berbagai faktor ekonomi dan kondisi pasar global.
Editor : Fanda Yosephta









