Utang Pinjol Warga Indonesia Tembus Rp103,73 Triliun, Naik Rp1,66 Triliun dalam Sebulan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026 - 03:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

JAKARTA – Ketergantungan masyarakat terhadap layanan pinjaman online (pinjol) belum menunjukkan tanda-tanda menurun. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pembiayaan industri pinjaman daring atau peer to peer (P2P) lending mencapai Rp103,73 triliun hingga Mei 2026. Nilai tersebut meningkat sekitar Rp1,66 triliun dibandingkan April 2026 yang tercatat sebesar Rp102,07 triliun.

Kenaikan itu juga mencerminkan pertumbuhan sebesar 25,60 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut menunjukkan permintaan masyarakat terhadap akses pembiayaan digital masih tinggi, meski pemerintah dan regulator terus mengingatkan pentingnya penggunaan pinjaman secara bijak.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengatakan industri pinjaman daring masih mencatat pertumbuhan yang kuat sepanjang Mei 2026.

“Outstanding pembiayaan pada Mei 2026 tumbuh 25,60 persen secara tahunan dengan nominal mencapai Rp103,73 triliun,” ujarnya dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulan Juni 2026.

Di tengah meningkatnya nilai pembiayaan, kualitas kredit justru menunjukkan perbaikan. Tingkat risiko kredit macet agregat atau TWP90 tercatat sebesar 4,42 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan April 2026 yang berada di level 4,62 persen.

Baca Juga :  Premi Asuransi Naik 2026? Otoritas Jasa Keuangan Ungkap Dampak El Niño Ekstrem

Penurunan rasio kredit bermasalah itu mengindikasikan kemampuan industri fintech lending dalam mengelola risiko pembiayaan mulai membaik. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau memperhitungkan kemampuan membayar sebelum mengajukan pinjaman agar tidak terjebak dalam beban utang.

Selain sektor pinjaman online, OJK juga melaporkan industri pergadaian mengalami pertumbuhan yang jauh lebih tinggi. Total pembiayaan pergadaian mencapai Rp163,27 triliun atau meningkat 57,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sebagian besar pembiayaan tersebut berasal dari produk gadai dengan nilai Rp137,20 triliun atau sekitar 84,03 persen dari total pembiayaan. Sejalan dengan peningkatan pembiayaan, total aset industri pergadaian juga naik menjadi Rp193,76 triliun pada Mei 2026.

Sementara itu, industri modal ventura mencatat pertumbuhan yang relatif stabil. Nilai pembiayaan mencapai Rp16,36 triliun atau tumbuh 0,09 persen secara tahunan. Total aset industri ini juga meningkat menjadi Rp27,49 triliun dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca Juga :  Cara Memilih Asuransi Mobil Terbaik 2026, All Risk atau TLO? Ini Panduannya

Data terbaru OJK menunjukkan sektor pembiayaan digital masih menjadi salah satu penopang akses keuangan masyarakat. Namun, kenaikan utang pinjol yang terus berlanjut menjadi pengingat agar masyarakat lebih selektif menggunakan layanan pembiayaan, terutama untuk kebutuhan produktif, sehingga risiko gagal bayar dapat ditekan.

FAQ

Berapa total utang pinjol masyarakat per Mei 2026? Outstanding pinjaman online mencapai Rp103,73 triliun.

Berapa kenaikan utang pinjol dibanding April 2026? Naik sekitar Rp1,66 triliun dari Rp102,07 triliun menjadi Rp103,73 triliun.

Bagaimana kondisi kredit macet pinjol? Rasio TWP90 turun menjadi 4,42 persen dari sebelumnya 4,62 persen.

Apa itu TWP90? TWP90 adalah indikator tingkat keterlambatan pembayaran pinjaman lebih dari 90 hari pada industri fintech lending.

Bagaimana kinerja industri pergadaian? Pembiayaan pergadaian mencapai Rp163,27 triliun atau tumbuh 57,97 persen secara tahunan.

Berita Terkait

Prospek Asuransi Properti Semester II 2026 Dinilai Cerah, Premi Berpotensi Terus Tumbuh
IHSG Ditutup Menguat ke 6.176, Saham BBCA, BBRI, BMRI hingga TLKM Jadi Motor Penguatan Bursa
Deposito Bank dengan Bunga Tertinggi Juli 2026, Simulasi Untung dari Dana Rp100 Juta
Harga Emas Hari Ini 17 Juli 2026 dan Prediksi Pekan Depan, Waktu Tepat Beli atau Jual?
Perubahan Aturan OJK dan Aset Digital 2026, Investor Kripto Wajib Tahu Dampaknya
Cara Menghemat BBM Kendaraan Diesel Hingga 20 Persen, Simak Tips yang Terbukti Efektif
Perbedaan Dexlite dan Biosolar, Mana yang Lebih Hemat? Ini Penjelasan Lengkap untuk Pengguna Kendaraan Diesel
Harga Dexlite Naik, Konsumsi Solar Subsidi Melonjak! Ini Penyebab dan Dampaknya bagi Masyarakat
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:02 WIB

Prospek Asuransi Properti Semester II 2026 Dinilai Cerah, Premi Berpotensi Terus Tumbuh

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:20 WIB

IHSG Ditutup Menguat ke 6.176, Saham BBCA, BBRI, BMRI hingga TLKM Jadi Motor Penguatan Bursa

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:52 WIB

Deposito Bank dengan Bunga Tertinggi Juli 2026, Simulasi Untung dari Dana Rp100 Juta

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:00 WIB

Harga Emas Hari Ini 17 Juli 2026 dan Prediksi Pekan Depan, Waktu Tepat Beli atau Jual?

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:00 WIB

Perubahan Aturan OJK dan Aset Digital 2026, Investor Kripto Wajib Tahu Dampaknya

Berita Terbaru