Kejari Bangka Selatan Tetapkan Mantan Bupati dan Camat sebagai Tersangka Kasus Mafia Tanah

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

BANGKA-Kejaksaan Negeri Bangka Selatan resmi menetapkan dua orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait penerbitan legalitas lahan negara di Kecamatan Lepar Pongok, Kabupaten Bangka Selatan. Penetapan tersangka tersebut dilakukan pada Kamis, 11 Desember 2025, setelah penyidik Tindak Pidana Khusus menyelesaikan rangkaian pemeriksaan saksi serta pengumpulan alat bukti.

Dilansir melalui akun Facebook Kejaksaan Agung RI, Dua tersangka yang ditetapkan yakni JN selaku Bupati Kabupaten Bangka Selatan periode 2016 hingga 2021 dan DK yang menjabat sebagai Camat Lepar Pongok pada periode 2016 sampai 2019. Keduanya sebelumnya berstatus sebagai saksi sebelum akhirnya dinaikkan status hukumnya oleh penyidik.

Penetapan tersangka terhadap JN dilakukan berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor TAP-06/L.9.15/Fd.2/12/2025 tanggal 11 Desember 2025 yang didukung Surat Perintah Penyidikan Nomor PRIN-1896/L.9.15/Fd.02/12/2025 tertanggal 5 Desember 2025. Sementara penetapan tersangka terhadap DK tertuang dalam Surat Nomor TAP-07/L.9.15/Fd.2/09/2025 tanggal 11 Desember 2025.

Baca Juga :  Perlindungan Konsumen Diperkuat, OJK Bisa Gugat PUJK Tanpa Bebankan Biaya

Selain itu, penyidikan terhadap DK juga didasarkan pada Surat Perintah Penyidikan Nomor PRIN-1935/L.9.15/Fd.02/12/2025 yang diterbitkan pada 11 Desember 2025. Seluruh proses penetapan tersangka disebut telah melalui prosedur hukum yang berlaku serta didukung alat bukti yang cukup.

Perkara ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam penerbitan legalitas lahan negara yang diduga melibatkan penyelenggara negara bersama pihak-pihak yang tergabung dalam praktik mafia tanah. Dugaan perbuatan tersebut terjadi di Kecamatan Lepar Pongok dalam rentang waktu tahun 2017 hingga 2024.

Baca Juga :  Masa Jabatan Kapolri Digugat ke MK

Kejaksaan menilai praktik penerbitan legalitas lahan negara secara melawan hukum berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara serta merugikan hak masyarakat atas tanah negara. Oleh karena itu, penanganan perkara ini menjadi prioritas penegakan hukum di wilayah Bangka Selatan.

Pihak Kejaksaan Negeri Bangka Selatan menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan akuntabel. Proses hukum terhadap para tersangka akan terus dikembangkan guna mengungkap peran pihak lain yang diduga terlibat.

Kejaksaan juga mengimbau masyarakat untuk mendukung upaya penegakan hukum dengan memberikan informasi yang relevan serta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang dapat mengganggu proses penyidikan. Informasi resmi terkait perkembangan perkara dapat diakses melalui situs resmi Kejaksaan Negeri Bangka Selatan. (***)

Berita Terkait

Nadiem Makarim Tempuh Kasasi, Ini Rincian Vonis dan Uang Pengganti Rp548 Miliar
Paradigma Baru Pelayanan Polri: 8 Perubahan yang Jadi Sorotan, dari Respons Aduan hingga Penegakan Hukum
OTT KPK di BNPB: 14 Orang Diamankan, Uang Rp1,4 Miliar dan Emas Disita
Putusan MK-RI Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 dalam Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024
Perpres Ojol 2026 Resmi Disahkan, Ini 4 Aturan Penting bagi Driver
Sidang Perdana Febrie Adriansyah, Jaksa Ungkap Dugaan Aliran Uang Rp346,7 Miliar
38.796 Rekening Judol Diblokir, OJK Minta Bank Telusuri NIK Pemilik
DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Ini Isi dan Tahapan Pengesahannya
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Nadiem Makarim Tempuh Kasasi, Ini Rincian Vonis dan Uang Pengganti Rp548 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Paradigma Baru Pelayanan Polri: 8 Perubahan yang Jadi Sorotan, dari Respons Aduan hingga Penegakan Hukum

Rabu, 14 Oktober 2026 - 03:01 WIB

OTT KPK di BNPB: 14 Orang Diamankan, Uang Rp1,4 Miliar dan Emas Disita

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Putusan MK-RI Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 dalam Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024

Jumat, 9 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Perpres Ojol 2026 Resmi Disahkan, Ini 4 Aturan Penting bagi Driver

Berita Terbaru