JAMBI — Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Dr. H. Sudirman, SH, MH, resmi mengukuhkan Hj. Hesti Haris sebagai Bunda Literasi Provinsi Jambi. Pengukuhan itu tertuang dalam Keputusan Gubernur Jambi Nomor 1049/KEP.GUB/DPAD/2025 yang ditetapkan pada 17 November 2025 dan digelar bertepatan dengan puncak peringatan HKG PKK ke-53 di Ev Garden Kota Jambi, Selasa (25/11/2025).
Pemerintah Provinsi Jambi memberikan mandat penuh kepada Hesti Haris untuk memperkuat gerakan literasi, terutama pada lingkup keluarga. Pengukuhan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam upaya meningkatkan budaya membaca di seluruh lapisan masyarakat.
Dalam sambutannya, Sekda Sudirman menilai HKG PKK ke-53 menjadi momentum refleksi perjalanan panjang PKK yang lebih dari lima dekade berperan dalam pemberdayaan keluarga. Ia mengatakan PKK telah menjadi penggerak penting dalam proses pembangunan masyarakat dan tetap konsisten menghadapi berbagai tantangan sosial.
Sekda menekankan pentingnya sinergi antara PKK, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ia berharap peringatan HKG PKK serta Rakerda Tahun 2025 mampu memperkuat kolaborasi untuk mendukung program pemerintah, khususnya implementasi Jaringan Majukan Jambi (Pro-Jambi) yang meliputi lima pilar utama: Pro-Jambi Cerdas, Sehat, Responsif, Tangguh, dan Agamis.
Ia juga memaparkan peran langsung PKK dalam setiap pilar tersebut, mulai dari peningkatan literasi keluarga, pencegahan stunting, kesiapsiagaan sosial, pembangunan ketahanan pangan, hingga penguatan nilai moral dan keagamaan dalam keluarga. Menurutnya, kemampuan PKK menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput menjadi kunci untuk mempercepat transformasi sosial.
Sekda Sudirman menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PKK se-Provinsi Jambi atas dedikasi dalam mendampingi masyarakat. Ia berharap pengukuhan Bunda Literasi dapat menjadi energi baru bagi gerakan literasi di Jambi.
Usai dikukuhkan, Hj. Hesti Haris menegaskan komitmennya untuk memperkuat budaya literasi mulai dari ruang keluarga. Ia mengajak masyarakat kembali membiasakan membaca buku, karena menurut para ahli, membaca lewat buku memberikan fokus dan daya ingat yang lebih baik dibandingkan melalui gawai yang sarat distraksi.
Hesti juga menyampaikan imbauan Mendikbudristek agar masyarakat kembali membudayakan membaca dan menulis dengan tangan, serta tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi seperti aplikasi digital atau kecerdasan buatan. Ia menekankan bahwa teknologi hanyalah alat bantu, sementara kemampuan dasar membaca dan berpikir tetap harus terus dilatih.
Pemerintah Provinsi Jambi berharap kehadiran Bunda Literasi dapat memperkuat gerakan literasi dari tingkat PAUD, sekolah, komunitas hingga keluarga, sehingga tercipta generasi Jambi yang lebih cerdas, berkarakter, dan berperadaban.(ded)
Editor : Dedi Dora









