Gulai Merah-Putih, Hidangan Wajib di Setiap Kenduri Adat di Sungai Penuh

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 22 November 2025 - 03:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 100?

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 100?

SUNGAIPENUH – Kota Sungai Penuh memiliki kekayaan kuliner yang tak lekang oleh waktu. Di setiap gelaran kenduri adat—mulai dari syukuran naik rumah, pesta pernikahan, turun mandi hingga acara kematian—selalu hadir dua menu yang menjadi ciri khas masyarakat setempat: gulai merah dan gulai putih.

Meski berbagai hidangan lain turut tersaji, kedua gulai ini seolah menjadi menu wajib. Nasi pun biasanya disajikan dengan ciri khas tradisional: dibungkus daun pisang, menambah aroma dan cita rasa khas masakan daerah.

Ciri Khas Dua Gulai Wajib di Sungai Penuh

Gulai Merah
Terbuat dari campuran daging dan nangka dengan kuah merah yang kaya rempah. Rasanya gurih pedas dengan aroma kuat khas masakan tradisional Sungai Penuh.

Baca Juga :  Update Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Senin 15 Desember 2025

Gulai Putih
Dikenal sebagai gulai korma lokal, berisi daging dan kentang dengan kuah berwarna putih kekuningan. Rasanya lebih lembut namun tetap kaya bumbu.

Kedua gulai ini tak hanya lezat, tetapi juga sarat makna budaya karena telah menjadi bagian dari tradisi turun-temurun masyarakat Sungai Penuh dan Kerinci.

Diburu untuk Berbagai Acara Adat dan Hajatan

Heni Gustiati dari Hj. Jalisah Catering, yang berlokasi di Dusun Baru, membenarkan bahwa gulai merah dan gulai putih selalu menjadi pilihan utama dalam berbagai acara.

Baca Juga :  Dulu Rival di Pilkada, Kini Tokoh Adat Enam Luhah Anugerahkan Gelar Kehormatan untuk Wali Kota Alfin Bakar

Menurut Heni, pesanan untuk kedua gulai tersebut datang hampir di setiap hajatan, mulai dari pesta pernikahan, syukuran keluarga, hingga acara adat besar.

“Kedua gulai ini memang ciri khas di Sungai Penuh dan Kerinci. Sepertinya sudah menjadi gulai wajib di setiap hajatan,” ujar Heni, mantan Guru SMPN 1 Sungai Penuh yang kini meneruskan usaha catering peninggalan ibunya.

Keberadaan gulai merah-putih bukan hanya soal rasa, namun juga bagian dari identitas kuliner yang memperkaya budaya masyarakat Sungai Penuh.(fyo)

Penulis : Fanda Yosephta

Editor : Dedi Dora

Berita Terkait

Sungai Penuh dan Kerinci Tak Masuk Daftar Bantuan Karhutla Rp85 Miliar, Dedi Dora: Kita Hanya Menikmati Asapnya
Jalur Sungai Penuh–Tapan Kembali Lancar, Langkah Wako Alfin Bantu Selamatkan Roda Ekonomi Tiga Wilayah
Warga Apresiasi Pemkot Sungai Penuh, Bantuan Dua Alat Berat Bantu Lancarkan Jalan Sungai Penuh–Tapan
Jalan Sungai Penuh–Tapan Belum Bisa Dilewati Pagi Ini, Mobil Menumpuk di Jangki Ayam dan Puncak
Mantan Wartawan dan Mantan Anggota DPRD, Calon Kuat Dirut PDAM Kerinci. Ini Profilnya
Buyer Eropa Bidik Kayu Manis Kerinci, Peluang Ekspor Langsung Terbuka
Pipa Induk Bocor, Perumda Tirta Sakti Hentikan Sementara Aliran Air di Siulak hingga Semurup
Dewan Minta Dinkes Cek Kesehatan Balita dan Lansia Terdampak Kabut Asap Secara Door to Door
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Sungai Penuh dan Kerinci Tak Masuk Daftar Bantuan Karhutla Rp85 Miliar, Dedi Dora: Kita Hanya Menikmati Asapnya

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Jalur Sungai Penuh–Tapan Kembali Lancar, Langkah Wako Alfin Bantu Selamatkan Roda Ekonomi Tiga Wilayah

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Warga Apresiasi Pemkot Sungai Penuh, Bantuan Dua Alat Berat Bantu Lancarkan Jalan Sungai Penuh–Tapan

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Jalan Sungai Penuh–Tapan Belum Bisa Dilewati Pagi Ini, Mobil Menumpuk di Jangki Ayam dan Puncak

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Mantan Wartawan dan Mantan Anggota DPRD, Calon Kuat Dirut PDAM Kerinci. Ini Profilnya

Berita Terbaru

Teknologi

Mouse Komputer Terbaru 2026: Fitur, Jenis, dan Tips Memilih

Selasa, 13 Okt 2026 - 14:00 WIB