GOTO Keluar dari MSCI, tetapi Masih Bertahan di Indeks Utama BEI

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali menjadi perhatian investor setelah MSCI mengumumkan hasil August Index Review 2026. Dalam keputusan tersebut, GOTO akan dikeluarkan dari MSCI Global Standard Indexes. Perubahan ini berlaku setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026.

Keputusan MSCI tersebut berkaitan dengan kondisi likuiditas saham GOTO yang dinilai sangat rendah. Saham GOTO diketahui masih berada di level harga minimum Rp50 sejak penutupan perdagangan 13 Mei 2026. Kondisi itu menjadi perhatian karena dapat menyulitkan proses replikasi indeks oleh investor institusi.

Meski kehilangan posisi di indeks MSCI, GOTO belum sepenuhnya tersingkir dari kelompok indeks saham unggulan di Indonesia. Saham GOTO masih tercatat sebagai konstituen LQ45, IDX30, dan IDX80. Selain itu, GOTO juga masih masuk dalam indeks KOMPAS100.

Baca Juga :  IHSG Melemah Tajam, Aksi Jual Asing Semakin Menekan Pasar

Kondisi tersebut membuat investor perlu membedakan antara keputusan MSCI dan evaluasi indeks yang dilakukan Bursa Efek Indonesia (BEI). Keduanya memiliki metodologi dan periode penilaian yang berbeda. Karena itu, keluarnya GOTO dari MSCI tidak otomatis membuat saham tersebut keluar dari seluruh indeks utama BEI.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy sebelumnya menjelaskan bahwa evaluasi likuiditas indeks utama tidak hanya melihat aktivitas perdagangan satu atau dua bulan terakhir. Penilaian menggunakan rata-rata dalam periode yang lebih panjang, termasuk sekitar enam hingga 12 bulan sebelum evaluasi.

Dengan mekanisme tersebut, aktivitas perdagangan GOTO pada periode sebelumnya masih menjadi salah satu faktor penting. Saham yang pernah memiliki transaksi tinggi masih dapat memenuhi persyaratan indeks meskipun likuiditasnya berubah dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga :  Saham BUMI Berpotensi Naik, Analis Bidik Target hingga Rp181

Bagi investor, kondisi ini menjadi sinyal yang perlu dicermati. Keluarnya GOTO dari MSCI berpotensi memengaruhi minat investor yang menggunakan indeks MSCI sebagai acuan. Namun, keberadaan GOTO di LQ45, IDX30, IDX80, dan KOMPAS100 menunjukkan bahwa saham tersebut masih memiliki posisi dalam ekosistem indeks utama BEI.

Investor sebaiknya tidak menjadikan status indeks sebagai satu-satunya dasar keputusan membeli atau menjual GOTO. Pergerakan harga, volume transaksi, kinerja keuangan, prospek bisnis, serta risiko likuiditas tetap perlu diperhatikan. MSCI sendiri menggunakan sejumlah kriteria dalam proses indeksnya, termasuk aspek ukuran, likuiditas, dan keterjangkauan investasi.

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.868 per Dolar AS, Sentimen MSCI Jadi Sorotan
Kabar Baik UMKM! Biaya Layanan E-Commerce Dipotong 50%
Hasil Review MSCI Agustus 2026: GOTO Terdepak, CPIN Turun Kelas
Harga BBM Pertamina Terbaru Agustus 2026 di 38 Provinsi, Cek Pertamax hingga Dexlite
Cara Cek 5 Desil Prioritas Bansos PKH, BPNT, Sembako, dan BLT Kesra Rp900.000
Bunga Pinjaman Mekaar Terbaru Turun Jadi 8% Mulai September 2026, Ini Dampaknya bagi Nasabah
MSCI Umumkan Hasil Review Hari Ini, Investor Wajib Waspadai Risiko GOTO
Resmi ! Promo Bright Gas Agustus 2026: Diskon Rp8.100 per Tabung, Berlaku 15–23 Agustus
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:56 WIB

GOTO Keluar dari MSCI, tetapi Masih Bertahan di Indeks Utama BEI

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:48 WIB

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.868 per Dolar AS, Sentimen MSCI Jadi Sorotan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:08 WIB

Kabar Baik UMKM! Biaya Layanan E-Commerce Dipotong 50%

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:28 WIB

Hasil Review MSCI Agustus 2026: GOTO Terdepak, CPIN Turun Kelas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:26 WIB

Harga BBM Pertamina Terbaru Agustus 2026 di 38 Provinsi, Cek Pertamax hingga Dexlite

Berita Terbaru

Bisnis

Kabar Baik UMKM! Biaya Layanan E-Commerce Dipotong 50%

Kamis, 13 Agu 2026 - 14:08 WIB