JAKARTA – Harga Bitcoin hari ini, Senin 28 September 2026, kembali menjadi perhatian pasar kripto. Bitcoin bergerak di sekitar US$84.150 setelah mengalami koreksi tipis dalam 24 jam terakhir.
Data Ajaib menunjukkan harga BTC turun 0,38 persen. Kapitalisasi pasar kripto juga melemah 0,27 persen menjadi sekitar US$2,86 triliun.
Meski Bitcoin terkoreksi, aliran dana institusional justru menunjukkan perkembangan menarik. ETF Bitcoin spot mencatat net inflow US$2,39 miliar pada pekan keempat September.
Angka tersebut menjadi arus masuk mingguan terbesar sejak pekan pertama Oktober 2025. Total aset kelolaan ETF Bitcoin spot juga disebut mencapai US$108,42 miliar.
Bitcoin Masih Bergerak di Area Konsolidasi
Dalam lima hari terakhir, Bitcoin bergerak pada rentang US$83.500 hingga US$86.000. Sebelumnya, BTC sempat menyentuh level US$87.395.
Pergerakan tersebut menunjukkan pasar masih mencari arah berikutnya. Karena itu, pergerakan Bitcoin tetap menjadi salah satu faktor penting bagi altcoin.
Saat BTC bergerak terbatas, perhatian trader mulai bergeser ke sejumlah altcoin. SPX, KAITO, dan POPCAT termasuk aset yang disorot dalam analisis Ajaib hari ini.
SPX, KAITO dan POPCAT: Ini Level yang Dipantau
Ajaib mencantumkan sejumlah level trading untuk tiga altcoin tersebut. Level ini dapat digunakan sebagai referensi analisis, bukan jaminan pergerakan harga.
| Aset | Entry | Take Profit | Stop Loss |
|---|---|---|---|
| SPX | Rp7.700 | Rp9.250 | Rp7.100 |
| KAITO | Rp6.200 | Rp7.300 | Rp5.800 |
| POPCAT | Rp990 | Rp1.200 | Rp915 |
SPX berada dalam kategori memecoin. Level entry yang dicantumkan berada di sekitar Rp7.700, dengan target take profit Rp9.250.
Sementara itu, KAITO menarik perhatian dari sisi perkembangan ekosistem kecerdasan buatan. Level entry yang dicantumkan berada di Rp6.200.
Target take profit KAITO berada di Rp7.300. Adapun level stop loss yang dicantumkan berada di Rp5.800.
Berikutnya ada POPCAT, salah satu memecoin yang masuk radar perdagangan hari ini. Level entry berada di sekitar Rp990.
Target take profit POPCAT berada di Rp1.200. Level stop loss yang dicantumkan berada di Rp915.
KAITO Punya Katalis dari Ekosistem AI
Perhatian terhadap KAITO tidak hanya berasal dari pergerakan harga. Kaito AI disebut meluncurkan Kaito Pulse pada September 2026.
Fitur tersebut dilengkapi teknologi verifikasi zero-knowledge atau zkTLS. Teknologi tersebut memungkinkan pengguna membuktikan posisi trading tanpa membagikan password.
Kaito juga disebut memiliki akses data real-time resmi dari X sejak Juli 2026. Perkembangan tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam ekosistem KAITO.
Altcoin Lain Juga Bergerak Tajam
Selain SPX, KAITO, dan POPCAT, sejumlah altcoin mengalami pergerakan besar dalam 24 jam terakhir.
Quant (QNT) tercatat sebagai salah satu top gainer dengan kenaikan 55,70 persen. Soon (SOON) naik 42,50 persen, sedangkan Infinex (INX) menguat 29,75 persen.
Sebaliknya, tekanan terlihat pada Saga (SAGA) yang turun 18,20 persen. Phala (PHA) melemah 13,25 persen, sedangkan Ark (ARK) turun 12,65 persen.
Data tersebut dicatat sekitar pukul 08.00 WIB. Harga aset kripto dapat berubah sewaktu-waktu karena pasar bergerak secara real-time.
Apa yang Perlu Diperhatikan Trader?
Pergerakan Bitcoin tetap menjadi perhatian utama. Selama BTC masih berada dalam rentang konsolidasi, altcoin berpotensi menghadapi perubahan harga yang cepat.
Arus dana ETF juga menjadi indikator yang patut diperhatikan. Inflow mingguan sebesar US$2,39 miliar menunjukkan adanya peningkatan arus dana ke produk ETF Bitcoin spot.
Namun, data tersebut tidak berarti harga Bitcoin atau altcoin pasti naik. Pasar kripto tetap memiliki risiko volatilitas yang tinggi.
Level entry, take profit, dan stop loss SPX, KAITO, serta POPCAT dalam artikel ini merupakan acuan dari analisis Ajaib pada 28 September 2026.
Investor perlu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan. Jangan menggunakan dana yang tidak siap menanggung risiko kerugian.
Disclaimer: Informasi ini merupakan rangkuman data dan analisis pasar, bukan ajakan membeli atau menjual aset kripto. Harga dapat berubah secara real-time dan hasil masa lalu tidak menjamin hasil pada masa mendatang. (*)
Editor : Fanda Yosephta









