ACEH – Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke sejumlah lokasi pengungsian di Sumatera kembali menyisakan momen haru. Dalam dua kesempatan berbeda pada Kamis (4/12/2025), Gibran menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada para warga terdampak bencana.
Kunjungan pertama dilakukan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Di hadapan ratusan pengungsi yang terdiri dari orang tua, ibu-ibu, hingga anak-anak, Gibran menyampaikan salam dari Presiden Prabowo dan menyatakan belasungkawa atas musibah yang menimpa warga.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam dari Bapak Presiden Prabowo. Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Saya mohon maaf sebelumnya…,” ucap Gibran dengan nada lirih. Ucapan itu diikuti hening sejenak sebelum ia melanjutkan penuturannya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat memerintahkan percepatan proses pemulihan. “Bapak ibu tidak sendiri. Seluruh warga Sumatera juga tidak sendiri. Pemerintah hadir untuk memastikan pemulihan berjalan secepatnya,” imbuhnya.
Di belakang Gibran tampak sejumlah pejabat daerah seperti Gubernur Mahyeldi, Bupati Agam Benni Warlis, serta anggota DPR Andre Rosiade.
Setelah dari Agam, Gibran melanjutkan perjalanan ke Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, tepatnya ke Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru. Di sana, ia kembali mengulangi permintaan maafnya kepada warga yang menjadi korban banjir.
“Bapak ibu, sekali lagi saya mohon maaf. Kami datang untuk memastikan seluruh penanganan berjalan baik. Bapak ibu tidak sendiri,” ujar Gibran yang didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya dan Bupati Tapanuli Selatan Gus Irwan Pasaribu.
Dalam dua kunjungan tersebut, Gibran tampil dengan ekspresi serius dan tutur kata yang pelan. Permintaan maafnya menjadi sorotan karena disampaikan langsung kepada warga yang tengah menghadapi masa-masa sulit akibat bencana.(***)









