Emiten Low Tuck Kwong Melemah, Saham BYAN Kini Lebih Murah?

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 6 April 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI-Pergerakan saham emiten batu bara milik konglomerat Low Tuck Kwong kembali menjadi sorotan pasar. Saham BYAN milik PT Bayan Resources Tbk tercatat mengalami penurunan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan data perdagangan, saham BYAN turun hingga 14,46% dalam kurun waktu sepekan, yakni sejak 26 Maret hingga 2 April 2026. Bahkan, dalam periode tersebut, pergerakan saham cenderung berada di zona merah.

Pada penutupan perdagangan Kamis (2/4/2026), saham BYAN terkoreksi sebesar 6,78% ke level Rp 10.650 per saham. Volume transaksi tercatat sekitar 134,9 ribu saham dengan frekuensi 350 kali dan nilai transaksi mencapai Rp 1,49 miliar.

Penurunan Lebih Dalam dalam Setahun

Jika dilihat dalam jangka waktu lebih panjang, tekanan terhadap saham BYAN terbilang cukup dalam. Dalam satu tahun terakhir, harga sahamnya telah turun hingga 46,82%. Kondisi ini membuat valuasi perusahaan dinilai lebih murah dibandingkan rata-rata historisnya.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Terbaru Selasa, 21 Juli 2026: Berikut Daftar Harga di Pegadaian

Data dari aplikasi sekuritas menunjukkan bahwa rasio price to book value (PBV) BYAN berada di level 8,26 kali. Angka ini lebih rendah dibandingkan standar deviasi PBV tiga tahun terakhir yang berada di kisaran 12,2 kali.

Sementara itu, rasio price earning ratio (PER) tercatat sebesar 28,06 kali, juga berada di bawah rata-rata historis sekitar 34,82 kali. Hal ini mengindikasikan bahwa saham BYAN mulai berada pada level valuasi yang relatif lebih rendah.

Fundamental Tetap Kuat

Meski harga saham mengalami tekanan, kinerja fundamental perusahaan masih menunjukkan hasil yang solid. Sepanjang tahun 2025, Bayan Resources mencatatkan pendapatan sebesar US$ 3,42 miliar atau setara sekitar Rp 57,5 triliun.

Dari sisi laba, perusahaan membukukan keuntungan bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 767,91 juta, atau sekitar Rp 12,8 triliun.

Baca Juga :  OJK Siapkan Investasi Guaranteed Return 2026, Solusi Aman untuk Dana Pensiun dan Asuransi

Dengan capaian tersebut, Bayan Resources tetap menjadi salah satu emiten batu bara dengan kinerja keuangan yang kuat di Indonesia.

Struktur Kepemilikan

Sebagai informasi, saham Bayan Resources sebagian besar masih dikendalikan oleh Low Tuck Kwong dengan kepemilikan langsung sekitar 40,22%.

Selain itu, anaknya, Elaine Low, juga tercatat memiliki sekitar 22,002% saham perusahaan. Struktur kepemilikan ini menunjukkan bahwa kendali terhadap perusahaan masih berada dalam lingkup keluarga.

Kesimpulan

Penurunan harga saham BYAN dalam beberapa waktu terakhir membuka peluang bagi investor untuk mencermati kembali valuasi emiten ini. Dengan fundamental yang tetap kuat dan laba besar, saham Bayan Resources dinilai masih memiliki daya tarik, meskipun tetap perlu memperhatikan risiko pergerakan harga komoditas global.

Berita Terkait

Rupiah Melemah ke Rp17.744 per Dolar AS, Investor Wajib Cermati 3 Risiko Ini
Harga Bitcoin dan Kripto Terbaru Hari Ini 27 Agustus 2026: BTC Rp1,39 Miliar, Ethereum dan BNB Menguat
Bidik Pasar BSD, Bank Sinarmas Buka Priority Lounge
IHSG Hari Ini 27 Agustus 2026: Dibuka Melemah, BBCA dan UNTR Justru Menguat, Simak Saham Pilihan dan Peluang Rebound
Harga Emas Hari Ini 27 Agustus 2026: Cek Harga Antam Terbaru, 1 Gram Rp2,72 Juta
Harga BBM Pertamina Hari Ini 27 Agustus 2026 di Jambi, Sumbar dan Riau: Pertalite, Pertamax hingga Dexlite
Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Botok Pati, Sampaikan Permintaan Maaf
Promo Terbaru Motor Listrik Honda Agustus 2026: Diskon Rp1,8 Juta, Cek Harga dan Cicilannya
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.744 per Dolar AS, Investor Wajib Cermati 3 Risiko Ini

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:25 WIB

Harga Bitcoin dan Kripto Terbaru Hari Ini 27 Agustus 2026: BTC Rp1,39 Miliar, Ethereum dan BNB Menguat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Bidik Pasar BSD, Bank Sinarmas Buka Priority Lounge

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:44 WIB

Harga Emas Hari Ini 27 Agustus 2026: Cek Harga Antam Terbaru, 1 Gram Rp2,72 Juta

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:43 WIB

Harga BBM Pertamina Hari Ini 27 Agustus 2026 di Jambi, Sumbar dan Riau: Pertalite, Pertamax hingga Dexlite

Berita Terbaru

Teknologi

Penguji iPhone Lipat Apple Puji Desain, Kamera Jadi Sorotan

Kamis, 27 Agu 2026 - 14:06 WIB

Bisnis

Bidik Pasar BSD, Bank Sinarmas Buka Priority Lounge

Kamis, 27 Agu 2026 - 12:00 WIB