Editorial: PU-PR Gencar Lobi APBN, Bagaimana dengan Dinkes Kota Sungai Penuh?

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SUNGAI PENUH — Upaya Wali Kota Alfin Bakar dalam menggenjot pembangunan melalui dana APBN patut diapresiasi. Dalam beberapa waktu terakhir, kepala daerah Kota Sungai Penuh itu tampak aktif mendatangi kementerian dan balai teknis di tingkat pusat. Teranyar, bersama jajaran PU-PR, Wali Kota menyambangi Balai Wilayah Sungai Sumatera VI untuk melanjutkan program strategis normalisasi Sungai Batang Merao.

Program normalisasi sungai yang berjalan pada 2025 terbukti memberi dampak nyata. Banjir lebih terkendali, lahan pertanian terlindungi, dan aktivitas UMKM kembali bergairah. Tahun ini, program tersebut kembali berlanjut—sebuah bukti bahwa lobi yang terarah dan konsisten mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dalam pertemuan itu, Wali Kota memaparkan usulan komprehensif terkait pengendalian banjir, normalisasi dan revitalisasi sungai, hingga pemeliharaan infrastruktur sumber daya air. Langkah ini menunjukkan perencanaan yang matang: bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya berkelanjutan mengurangi risiko bencana dan meningkatkan kualitas lingkungan kota.

Baca Juga :  HUT Pesisir Selatan ke-78, Wawako Azhar Dorong Kerja Sama Pembangunan

Tak berhenti di sektor sumber daya air, Wali Kota juga menyuarakan kebutuhan infrastruktur jalan dan jembatan ke Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Jambi. Sejumlah ruas vital—mulai dari preservasi jalan hingga pembangunan dan penggantian jembatan—diusulkan demi memperlancar mobilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Namun, di balik geliat keberhasilan sektor PU-PR menarik dana pusat, muncul pertanyaan besar: bagaimana dengan sektor kesehatan? Pemerintah pusat menempatkan kesehatan sebagai prioritas utama. Sayangnya, kondisi fasilitas kesehatan di Sungai Penuh—termasuk puskesmas dan RSUD May Jend H A Thalib—masih memerlukan pembenahan serius. Bangunan sempit, usia infrastruktur yang menua, serta kerusakan di berbagai titik menuntut perombakan menyeluruh.

Realitas fiskal daerah tak bisa dipungkiri. APBD Kota Sungai Penuh jelas terbatas untuk membiayai perbaikan berskala besar. Karena itu, perjuangan mengakses APBN di sektor kesehatan menjadi keniscayaan, bukan pilihan. Tanpa langkah proaktif dari Dinas Kesehatan untuk melobi program pusat, ketertinggalan layanan kesehatan berisiko semakin lebar.

Baca Juga :  Kabar Bahagia Dibawa Wako Alfin untuk Warga Rawang dan Tanah Kampung, Ini Penjelasannya

Perbandingan dengan daerah tetangga menjadi alarm keras. Kabupaten Kerinci terus membenahi infrastruktur kesehatannya. Jika Sungai Penuh tak bergerak cepat, kepercayaan publik bisa bergeser. Padahal, layanan kesehatan yang maju dan nyaman bukan hanya soal kesejahteraan warga, tetapi juga pengungkit PAD dan penggerak ekonomi UMKM.

Akhirnya, publik menunggu gebrakan serupa dari Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh—seberani dan seagresif langkah PU-PR. Ketika pembangunan fisik dan layanan dasar berjalan seiring, barulah visi kota yang maju dan berdaya saing benar-benar terwujud. (fyo)

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Kota Sungai Penuh Raih WTP ke-14 dari BPK RI, Bukti Tata Kelola APBD dan Transparansi Keuangan Daerah Makin Kuat
Wako Alfin Lantik Dewan Pengawas PDAM Tirta Khayangan 2026-2030, Fokus Tingkatkan Layanan Air Bersih dan Tata Kelola
Hindari Kebocoran PAD, DPRD Sarankan Pemkot Sungai Penuh Gunakan EDC dan Virtual Account untuk Retribusi
Pemkot Sungai Penuh Pungut Biaya Kebersihan Rp45 Ribu per Bulan, Pedagang Harap Layanan Pengangkutan Sampah Makin Optimal
Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo di Sungai Penuh Jadi Tontonan Warga, Bobotnya Capai 842 Kg
Walikota Sungai Penuh Alfin Segera Pilih Dewas PDAM Tirta Khayangan 2026–2030
Harga LPG 3 Kg di Sungai Penuh Tembus Rp40 Ribu, Ibu Rumah Tangga Mengeluh Beban Hidup Makin Berat
Masjid Raya Sungai Penuh Terima Sapi Kurban Presiden Prabowo, Ini Kabar Dari Walikota Sungai Penuh Alfin Bakar
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:35 WIB

Kota Sungai Penuh Raih WTP ke-14 dari BPK RI, Bukti Tata Kelola APBD dan Transparansi Keuangan Daerah Makin Kuat

Senin, 1 Juni 2026 - 11:57 WIB

Wako Alfin Lantik Dewan Pengawas PDAM Tirta Khayangan 2026-2030, Fokus Tingkatkan Layanan Air Bersih dan Tata Kelola

Senin, 1 Juni 2026 - 09:08 WIB

Hindari Kebocoran PAD, DPRD Sarankan Pemkot Sungai Penuh Gunakan EDC dan Virtual Account untuk Retribusi

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:52 WIB

Pemkot Sungai Penuh Pungut Biaya Kebersihan Rp45 Ribu per Bulan, Pedagang Harap Layanan Pengangkutan Sampah Makin Optimal

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:00 WIB

Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo di Sungai Penuh Jadi Tontonan Warga, Bobotnya Capai 842 Kg

Berita Terbaru