Cuaca Ekstrem! Kayu Tumbang, Longsor, dan Sungai Meluap Landa Kerinci–Sungaipenuh

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 27 November 2025 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAIPENUH – Cuaca ekstrem kembali melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Kamis (27/11), berbagai kejadian bencana dilaporkan terjadi hampir bersamaan, mulai dari kayu tumbang, tanah longsor, hingga beberapa sungai yang mulai meluap dan mengancam permukiman warga.

Di Kota Sungai Penuh, sebuah batang kayu besar tumbang tepat di depan kantor BPBD Kota Sungai Penuh, Desa Koto Renah, Kecamatan Pesisir Bukit. Pohon berukuran besar itu melintang di badan jalan dan sempat menghambat arus lalu lintas. Petugas BPBD bersama warga bergerak cepat mengevakuasi batang kayu agar jalan kembali bisa dilewati.

Tak hanya itu, jalur Puncak Sungai Penuh–Tapan kembali menjadi titik paling rawan. Hujan berintensitas tinggi memicu munculnya longsor di beberapa titik. Di Km 13, peristiwa lebih parah terjadi—sebuah bangunan kafe terseret longsoran tanah hingga ambruk. Beruntung bangunan dalam keadaan kosong dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Baca Juga :  Dewan Panggil Dinkes, RSUD dan BPJS, Kritik Tajam Soal Tata Kelola Pelayanan

Ancaman lain muncul dari meningkatnya debit air sungai. Di Kecamatan Hamparan Rawang, Sungai Batang Merao mulai meluap hingga mencapai bibir sungai dan sebagian badan jalan. Warga mulai diliputi kecemasan jika air terus naik mengingat kondisi cuaca belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Debit air Sungai Batang Bungkal yang melintasi pusat kota juga terlihat meningkat signifikan. Air mengalir deras dan keruh, menandakan tingginya volume air dari hulu. Masyarakat diimbau tetap waspada, terutama yang tinggal di bantaran sungai.

Baca Juga :  Dinas TPH Kerinci Berhasil Datangkan APBN Bangun Irigasi

Sementara itu, di wilayah Kabupaten Kerinci, kondisi tidak jauh berbeda. Di Desa Kubang, Kecamatan Depati Tujuh, permukaan air sungai sudah terlihat naik.

“Air sudah mulai naik, warga mulai cemas,” ungkap Aguspriadi, salah seorang warga setempat.

Pemantauan di Desa Pulau Tengah juga menunjukkan situasi serupa. Debit air meningkat dan berwarna menguning akibat membawa material tanah dari hulu, indikasi kuat adanya intensitas hujan tinggi di kawasan pegunungan.

Hingga berita ini dipublis, petugas BPBD, Kepolisian, dan perangkat desa terus memantau perkembangan situasi di beberapa titik rawan banjir dan longsor. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terutama pada malam hari, mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi.(ded)

Editor : Dedi Dora

Berita Terkait

Kisah Warga Jambi Korban Penipuan di Kamboja, Dipulangkan dengan Bantuan Gubernur
Hadiri Forum Strategis, Wako Alfin Bawa Aspirasi Sungai Penuh
HUT Pesisir Selatan ke-78, Wawako Azhar Dorong Kerja Sama Pembangunan
Wako Alfin Temui Wamenkes, Usulkan Tambahan Dokter Spesialis
Gubernur Al Haris Targetkan HKTI Jadi Penggerak Ekonomi Pertanian
Program Kampung Bahagia Jambi Dapat Apresiasi Wamendagri
Buku “Babad Alas” Dibedah di UNJA, Bima Arya Ungkap Realita Kepemimpinan
Gubernur Al Haris Tegaskan RKPD Jambi Harus Selaras dengan Program Nasional
Berita ini 96 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 10:00 WIB

Kisah Warga Jambi Korban Penipuan di Kamboja, Dipulangkan dengan Bantuan Gubernur

Kamis, 16 April 2026 - 12:30 WIB

Hadiri Forum Strategis, Wako Alfin Bawa Aspirasi Sungai Penuh

Kamis, 16 April 2026 - 10:01 WIB

HUT Pesisir Selatan ke-78, Wawako Azhar Dorong Kerja Sama Pembangunan

Kamis, 16 April 2026 - 08:00 WIB

Wako Alfin Temui Wamenkes, Usulkan Tambahan Dokter Spesialis

Kamis, 16 April 2026 - 06:00 WIB

Gubernur Al Haris Targetkan HKTI Jadi Penggerak Ekonomi Pertanian

Berita Terbaru

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 80?

Ekonomi

Cara Transfer DANA Aman Tanpa Risiko, Ini Tips Anti Penipuan

Jumat, 17 Apr 2026 - 16:00 WIB

Asuransi Kendaraan

Asuransi Mobil TLO Syariah: Premi Murah, Perlindungan Halal dan Aman

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:00 WIB