Jakarta-Perusahaan pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia, Strategy Inc., kembali menjadi sorotan setelah mengonfirmasi penjualan Bitcoin untuk pertama kalinya sejak 2022. Langkah tersebut langsung memicu perdebatan di kalangan investor, analis pasar, hingga komunitas kripto global yang selama ini menganggap perusahaan tersebut sebagai simbol strategi akumulasi Bitcoin jangka panjang.
Informasi itu terungkap melalui laporan resmi perusahaan yang dipublikasikan pada 1 Juni 2026. Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa Strategy menjual sebanyak 32 Bitcoin dengan nilai sekitar US$2,5 juta selama periode 26 hingga 31 Mei 2026. Meski jumlah tersebut relatif kecil dibandingkan total kepemilikan perusahaan, keputusan ini tetap dianggap bersejarah karena menjadi penjualan pertama dalam hampir empat tahun terakhir.
Selama ini, nama Michael Saylor identik dengan filosofi “buy and hold” Bitcoin. Sejak 2020, Saylor secara konsisten mengubah sebagian besar strategi treasury perusahaan menjadi berbasis Bitcoin. Bahkan ketika pasar kripto mengalami tekanan besar akibat berbagai krisis ekonomi global dan kejatuhan sejumlah perusahaan aset digital, Strategy tetap menambah kepemilikannya secara agresif.
Sebelum konfirmasi resmi muncul, komunitas blockchain sebenarnya sudah mencurigai adanya aktivitas tidak biasa. Sejumlah analis on-chain menemukan perpindahan Bitcoin dari dompet yang terhubung dengan Strategy menuju Coinbase Prime. Pergerakan tersebut memicu spekulasi bahwa perusahaan mungkin sedang mempersiapkan transaksi penjualan. Dugaan itu akhirnya terbukti benar setelah laporan resmi dipublikasikan kepada publik.
Keputusan menjual Bitcoin ini juga memunculkan cerita menarik di pasar prediksi kripto. Seorang trader diketahui memasang taruhan besar bahwa Strategy akan menjual Bitcoin sebelum akhir Mei 2026. Saat itu peluang kejadian tersebut diperkirakan hanya sekitar 11 persen. Setelah laporan perusahaan dirilis, trader tersebut diperkirakan memperoleh keuntungan sekitar US$200.000 dari posisi yang dianggap berisiko tinggi oleh sebagian besar pelaku pasar.
Walaupun melakukan penjualan, posisi Strategy sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia tetap tidak tergoyahkan. Perusahaan masih menguasai sekitar 843.706 BTC dengan nilai lebih dari US$60 miliar berdasarkan harga pasar saat ini. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan perusahaan publik lain yang juga menjadikan Bitcoin sebagai aset treasury utama.
Menurut laporan perusahaan, dana hasil penjualan digunakan untuk mendukung pembayaran dividen saham preferen serta kebutuhan keuangan tertentu. Manajemen juga mengungkapkan bahwa mereka telah menyiapkan cadangan dana tunai sekitar US$900 juta untuk memenuhi berbagai kewajiban perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan menjual sebagian kecil Bitcoin lebih berkaitan dengan manajemen modal dibandingkan perubahan pandangan terhadap masa depan aset digital tersebut.
Bagi investor, langkah ini menjadi sinyal penting bahwa bahkan perusahaan yang sangat percaya pada Bitcoin tetap menerapkan prinsip pengelolaan risiko dan likuiditas. Dalam dunia investasi modern, memiliki aset bernilai besar tidak berarti aset tersebut tidak akan pernah dijual. Sebaliknya, perusahaan perlu menyesuaikan strategi keuangan dengan kebutuhan operasional, pembayaran dividen, hingga kondisi pasar yang terus berubah.
Menariknya, harga rata-rata penjualan Bitcoin oleh Strategy tercatat sekitar US$77.135 per koin. Angka tersebut berada di atas harga Bitcoin yang saat ini bergerak di kisaran US$73.000 hingga US$74.000. Dengan kata lain, perusahaan berhasil menjual sebagian kecil asetnya pada harga yang relatif lebih tinggi dibandingkan kondisi pasar saat ini. Dari sudut pandang investasi, langkah tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan momentum harga untuk memperkuat posisi keuangan.
Sejumlah analis menilai dampak langsung terhadap harga Bitcoin kemungkinan sangat terbatas. Jumlah yang dijual hanya sekitar 0,004 persen dari total kepemilikan perusahaan sehingga tidak cukup besar untuk menciptakan tekanan jual signifikan di pasar. Namun dampak psikologisnya jauh lebih besar karena ini merupakan perubahan perilaku dari perusahaan yang selama bertahun-tahun dikenal hanya melakukan pembelian.
Pasar kripto sendiri saat ini berada dalam fase yang menarik. Di satu sisi, minat institusional terhadap Bitcoin masih tinggi berkat perkembangan ETF Bitcoin dan meningkatnya adopsi aset digital di berbagai negara. Di sisi lain, investor mulai lebih memperhatikan faktor profitabilitas dan manajemen risiko dibandingkan sekadar narasi akumulasi tanpa batas. Oleh karena itu, langkah Strategy bisa menjadi contoh baru bagaimana perusahaan publik mengelola aset kripto secara lebih dinamis.
Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada langkah berikutnya yang diambil oleh Michael Saylor dan Strategy. Jika perusahaan kembali membeli Bitcoin dalam jumlah besar setelah penjualan ini, pasar mungkin akan menganggap transaksi tersebut sebagai bagian dari strategi pengelolaan kas jangka pendek. Namun jika pola penjualan berlanjut, investor bisa mulai mempertimbangkan kemungkinan perubahan pendekatan perusahaan terhadap investasi Bitcoin.
Bagi investor ritel, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa investasi aset digital memerlukan keseimbangan antara keyakinan jangka panjang dan pengelolaan risiko. Bitcoin memang tetap menjadi aset kripto terbesar dan paling banyak diadopsi di dunia, tetapi keputusan keuangan yang bijak tetap diperlukan untuk menghadapi volatilitas pasar yang tinggi. Itulah sebabnya setiap langkah yang diambil oleh pemegang Bitcoin terbesar dunia selalu menjadi perhatian utama pasar global.
FAQ
Apakah MicroStrategy benar-benar menjual Bitcoin?
Ya. Strategy mengonfirmasi penjualan 32 BTC dalam laporan resmi yang dirilis pada 1 Juni 2026.
Berapa nilai Bitcoin yang dijual?
Perusahaan menjual 32 BTC dengan nilai sekitar US$2,5 juta.
Mengapa Strategy menjual Bitcoin?
Dana hasil penjualan digunakan untuk mendukung pembayaran dividen saham preferen dan kebutuhan keuangan perusahaan.
Berapa Bitcoin yang masih dimiliki Strategy?
Perusahaan masih memiliki sekitar 843.706 BTC dengan nilai lebih dari US$60 miliar.
Apakah penjualan ini berdampak pada harga Bitcoin?
Secara langsung dampaknya kecil karena jumlah yang dijual sangat sedikit, tetapi sentimen pasar dapat terpengaruh karena ini merupakan penjualan pertama sejak 2022.
Apakah Michael Saylor masih mendukung Bitcoin?
Hingga saat ini tidak ada indikasi bahwa Michael Saylor mengubah pandangan jangka panjangnya terhadap Bitcoin. Penjualan disebut sebagai bagian dari strategi pengelolaan treasury perusahaan.









