Bos Lapak Meradang, Paska Penataan Pasar Tanjung Bajure Klaim Rugi Ratusan Juta

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 30 Maret 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131074

Oplus_131074

SUNGAI PENUH – Penataan Pasar Tanjung Bajure oleh pemerintah kota Sungai Penuh menimbulkan gelombang protes dari para pemilik lapak. Beberapa bos lapak mengaku rugi hingga ratusan juta rupiah pasca penertiban, memicu ketegangan di kalangan pedagang.

Para bos lapak sempat ingin menyampaikan keluhan langsung kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota, namun permintaan pertemuan mereka ditolak. Situasi ini menambah ketidakpuasan pedagang yang terdampak.

Wakil Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hardizal, menegaskan praktik pungutan liar dan mafia lapak tidak akan dibiarkan. Pedagang didorong melapor ke pihak kepolisian agar aktivitas jual beli tetap aman dan nyaman.

Baca Juga :  Menghadapi Nataru 2026, Wawako Azhar: Semua Sektor Harus Siap dan Terkoneksi

Ketua DPC PDI-P Kota Sungai Penuh menyatakan dukungan penuh terhadap penataan pasar. Ia menekankan bahwa relokasi pedagang harus transparan, tertib, dan tidak merugikan masyarakat maupun pedagang.

Wakil Ketua Komisi II DPRD, Indra Apdi Saputra, menambahkan pengawasan dan validasi data pedagang menjadi prioritas. Komunikasi intensif antara DPRD, pemerintah, dan pedagang perlu dijaga agar kebijakan relokasi berjalan adil bagi semua pihak.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Uang Rp5 Ribu hingga Rp20 Ribu Mendadak Hilang di Sungai Penuh dan Kerinci, Pedagang Panik Cari Kembalian

Hearing antara pedagang dan DPRD menjadi wadah bagi pedagang menyampaikan aspirasi. Para pedagang berharap fasilitas pengganti memadai dan dampak ekonomi akibat relokasi diperhatikan pemerintah.

Relokasi pedagang komoditas seperti ikan, sayur, dan ayam berlangsung tertib. Pemerintah menjamin fasilitas pasar baru akan mendukung kebutuhan pedagang sekaligus menumbuhkan ekonomi lokal.

Koordinasi DPRD, pemerintah, dan pedagang diharapkan menciptakan Pasar Tanjung Bajure yang aman, nyaman, dan bebas pungli. Dengan demikian, relokasi diharapkan berjalan lancar sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. (fyo)

Berita Terkait

Plt Pimpin 8 Dinas di Sungai Penuh, Simak Kewenangan yang Boleh dan Dilarang
Gaji ke-13 ASN Kota Sungai Penuh Segera Cair, BKAD Pastikan Dibayar Besok atau Paling Lambat Minggu Ini
Distribusi Air Perumda Sungai Penuh Terganggu Hari Ini, Cek Wilayah Terdampak dan Jadwal Normal Kembali
Wako Alfin dan Bupati Monadi Sepakat Bentuk LAAK Sakti Alam Kerinci, Adat Bersatu Kembali
1 OPD di Sungai Penuh Hampir 2 Tahun Dipimpin Plt, Kinerja BKPSDM Dipertanyakan
Lelang Jabatan 8 Kepala OPD Sungai Penuh Belum Dijadwalkan, BKPSDM: Masih Menunggu Pansel
Delapan Jabatan Kepala OPD Kota Sungai Penuh Kosong, Publik Menanti Lelang Jabatan
750 Pemangku Adat 6 Lurah Sungai Penuh Dilantik Hari Ini dalam Kenduri Sko, Tonggak Pelestarian Warisan Leluhur
Berita ini 216 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:33 WIB

Plt Pimpin 8 Dinas di Sungai Penuh, Simak Kewenangan yang Boleh dan Dilarang

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:35 WIB

Gaji ke-13 ASN Kota Sungai Penuh Segera Cair, BKAD Pastikan Dibayar Besok atau Paling Lambat Minggu Ini

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:56 WIB

Distribusi Air Perumda Sungai Penuh Terganggu Hari Ini, Cek Wilayah Terdampak dan Jadwal Normal Kembali

Rabu, 8 Juli 2026 - 00:05 WIB

Wako Alfin dan Bupati Monadi Sepakat Bentuk LAAK Sakti Alam Kerinci, Adat Bersatu Kembali

Selasa, 7 Juli 2026 - 08:00 WIB

1 OPD di Sungai Penuh Hampir 2 Tahun Dipimpin Plt, Kinerja BKPSDM Dipertanyakan

Berita Terbaru