Jakarta – PT Agrinas Pangan Nusantara merealisasikan impor 105.000 unit kendaraan pikap dari India dengan total nilai mencapai Rp24,66 triliun. Pengadaan kendaraan niaga tersebut dilakukan untuk mendukung operasional program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang tengah dipercepat pemerintah.
Langkah impor ini mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025. Dalam aturan tersebut, Agrinas mendapat penugasan untuk mempercepat pembangunan fisik gerai, pergudangan, serta kelengkapan ekosistem Kopdes Merah Putih, termasuk fleksibilitas dalam metode pengadaan.
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menegaskan bahwa proses pengadaan kendaraan telah melalui mekanisme seleksi terbuka. Agrinas, kata dia, telah mengundang sejumlah produsen kendaraan niaga dalam negeri dari berbagai merek untuk mengikuti tender.
Namun, hasil negosiasi dengan pabrikan lokal belum menghasilkan kesepakatan. Joao menjelaskan bahwa kendala utama terletak pada struktur harga dan kemampuan pasokan dalam jumlah besar (bulk order), yang menjadi kebutuhan utama proyek Kopdes Merah Putih.
Menurutnya, beberapa model pikap 4×2 seperti Daihatsu Gran Max dan Suzuki Carry sempat masuk pembahasan. Akan tetapi, harga yang diajukan dinilai hampir setara dengan pikap 4×4 impor dari India, sehingga dianggap kurang efisien dari sisi anggaran.
Selain pikap, Agrinas juga memutuskan mengimpor 35.000 unit truk ringan dari Tata Motors India. Keputusan itu diambil setelah evaluasi kapasitas produksi pabrikan dalam negeri menunjukkan kemampuan maksimal pasokan sekitar 45.000 unit.
Secara terperinci, kemampuan produksi lokal disebut berasal dari Mitsubishi Fuso, Hino, Isuzu, hingga Foton. Meski demikian, volume tersebut dinilai belum mencukupi kebutuhan distribusi logistik Kopdes Merah Putih secara nasional.
Di sisi lain, ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, menilai diskresi dalam Inpres 17/2025 perlu diimbangi pengawasan ketat. Tanpa transparansi dan pembanding harga yang jelas, risiko moral hazard dalam proyek bernilai besar dinilai dapat meningkat. (***)









