Agrinas Impor 105.000 Pick Up dari India Rp24,66 Triliun, Ekonom Ingatkan Dampaknya

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026 - 00:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dampak impor pikup India. Foto : ist

Dampak impor pikup India. Foto : ist

Jakarta – PT Agrinas Pangan Nusantara berencana mengimpor 105.000 unit pick up dan truk ringan dari India dengan nilai mencapai Rp24,66 triliun. Kendaraan tersebut akan digunakan untuk mendukung operasional program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Rencana impor ini mendapat perhatian dari kalangan ekonom. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara komprehensif, terutama dari perspektif pembangunan industri nasional.

Menurut Yusuf, Indonesia memiliki basis manufaktur otomotif yang kuat, lengkap dengan ekosistem komponen lokal dan tenaga kerja yang telah berkembang selama puluhan tahun. Dalam konteks itu, belanja besar idealnya bisa menjadi instrumen strategis untuk memperkuat produksi dalam negeri dan meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Baca Juga :  Rupiah Terancam Tembus Rp18.300 per Dolar AS, Wacana MSCI Picu Arus Modal Keluar US$4,3 Miliar

“Ketika proyek bernilai besar justru dialokasikan ke produsen luar negeri, ada potensi kehilangan multiplier effect yang signifikan,” ujarnya. Ia menilai dana publik yang seharusnya mendorong aktivitas produksi domestik berisiko mengalir ke luar negeri.

Selain itu, impor kendaraan dalam jumlah besar juga dinilai berpotensi menambah tekanan pada neraca perdagangan. Risiko ini dinilai semakin besar jika tidak diimbangi dengan peningkatan ekspor atau transfer teknologi yang nyata.

Senada, Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyebut rencana impor kendaraan niaga tersebut berada di luar rel kebijakan pengembangan industri. Celios memperkirakan kebijakan itu berpotensi memicu kerugian hingga Rp39 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) dan pendapatan masyarakat.

Bhima menjelaskan, industri otomotif domestik ditopang rantai pasok panjang, mulai dari perakitan, komponen, distribusi, hingga ritel suku cadang. Jika seluruh kebutuhan dipenuhi lewat impor, potensi kehilangan tenaga kerja diperkirakan bisa mencapai 330.000 orang.

Baca Juga :  BI Rate September 2026 Tetap 5,75%, Apa Dampaknya untuk Bunga KPR, Deposito dan Kredit?

Tak hanya itu, pendapatan pekerja juga diproyeksikan tergerus hingga Rp17,38 triliun. Perhitungan tersebut menggunakan asumsi pengurangan produksi domestik setara 105.000 unit dengan harga acuan Rp197 juta per unit.

Agrinas Pangan Nusantara menyatakan sebagian unit kendaraan impor telah tiba di Indonesia, termasuk di Pelabuhan Tanjung Priok. Meski demikian, distribusi dan pemanfaatan kendaraan masih menunggu arahan resmi pemerintah.

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota menegaskan pihaknya akan mengikuti keputusan negara. “Apapun keputusan negara dan DPR, kami akan taat,” ujarnya. (***)

Berita Terkait

IHSG Hari Ini 22 Oktober 2026 Berpeluang Menguat, Intip 4 Saham Pilihan dan Target Harganya
Rupiah Hari Ini 22 Oktober 2026 Tembus Rp18.022 per Dolar AS, Bagaimana Prospeknya?
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 22 Oktober 2026: Antam Rp2,593 Juta, UBS dan Galeri 24 Berapa?
Harga Emas Antam di Pegadaian 22 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,593 Juta, Buyback Rp2,332 Juta
Harga BBM Hari Ini 22 Oktober 2026 di Jambi, Sumbar, dan Sumut: Pertamax hingga Dexlite
Bunga Deposito BCA, BRI, BNI, dan Mandiri Oktober 2026: Simulasi Rp100 Juta, Mana Paling Untung?
IHSG Menguat 0,94%, BBCA dan BREN Jadi Penopang Utama, Ini 10 Saham Penggerak Indeks
Rupiah Di Tutup Melemah ke Rp18.022 per Dolar AS, Harga Barang Bisa Terdampak? Ini Penyebabnya
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:12 WIB

IHSG Hari Ini 22 Oktober 2026 Berpeluang Menguat, Intip 4 Saham Pilihan dan Target Harganya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:04 WIB

Rupiah Hari Ini 22 Oktober 2026 Tembus Rp18.022 per Dolar AS, Bagaimana Prospeknya?

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 22 Oktober 2026: Antam Rp2,593 Juta, UBS dan Galeri 24 Berapa?

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:50 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian 22 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,593 Juta, Buyback Rp2,332 Juta

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Harga BBM Hari Ini 22 Oktober 2026 di Jambi, Sumbar, dan Sumut: Pertamax hingga Dexlite

Berita Terbaru