Biaya Operasi Hernia di RSUD 2026, Gratis Pakai BPJS atau Bisa Tembus Rp20 Juta untuk Pasien Umum

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Biaya operasi hernia di rumah sakit pemerintah atau RSUD kembali menjadi perhatian masyarakat pada tahun 2026, terutama bagi pasien yang belum terdaftar dalam program jaminan kesehatan nasional. Berdasarkan berbagai sumber medis, biaya tindakan ini bervariasi tergantung metode operasi, fasilitas rumah sakit, serta tingkat keparahan kondisi pasien.

Untuk pasien umum, biaya operasi hernia di RSUD diperkirakan berada di kisaran Rp7 juta hingga Rp20 juta. Angka ini sudah termasuk biaya tindakan operasi, jasa dokter spesialis bedah, obat-obatan, hingga rawat inap. Metode operasi yang digunakan juga sangat memengaruhi biaya, di mana teknik laparoskopi umumnya lebih mahal dibandingkan metode konvensional.

Namun, kabar baiknya, pasien yang terdaftar dalam program BPJS Kesehatan dapat menjalani operasi hernia tanpa biaya alias gratis. Hal ini berlaku selama pasien mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dan tindakan dilakukan berdasarkan indikasi medis dari dokter.

Prosedur penggunaan BPJS sendiri dimulai dari kunjungan ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) seperti puskesmas atau klinik. Jika diperlukan tindakan lanjutan, pasien akan dirujuk ke rumah sakit pemerintah atau RSUD untuk mendapatkan penanganan dari dokter spesialis bedah.

Baca Juga :  Rincian Biaya Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan, Bisa Tembus Ratusan Juta!

Selain metode operasi, faktor lain yang memengaruhi biaya adalah kelas perawatan yang dipilih pasien. Semakin tinggi kelas kamar rawat inap, maka biaya yang harus dikeluarkan juga akan semakin besar, terutama bagi pasien non-BPJS.

Penting untuk diketahui bahwa biaya tersebut dapat berbeda di setiap daerah karena menyesuaikan kebijakan rumah sakit dan sistem layanan kesehatan setempat. Oleh karena itu, pasien disarankan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu guna mendapatkan estimasi biaya yang lebih akurat.

Dengan adanya program BPJS, masyarakat kini memiliki akses yang lebih luas terhadap layanan kesehatan, termasuk operasi hernia yang sebelumnya tergolong mahal. Ini menjadi solusi penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien tanpa harus terbebani biaya besar.

Ke depan, transparansi biaya layanan kesehatan diharapkan semakin meningkat agar masyarakat bisa lebih mudah merencanakan pengobatan tanpa khawatir akan biaya yang tidak terduga.

Baca Juga :  Ahli Ungkap Manfaat Oatmeal untuk Jantung, Turunkan LDL Cepat

FAQ (Pertanyaan yang Sering Dicari)

1. Berapa biaya operasi hernia di RSUD tanpa BPJS?

Biayanya berkisar antara Rp7 juta hingga Rp20 juta tergantung metode operasi dan fasilitas yang digunakan.

2. Apakah operasi hernia ditanggung BPJS Kesehatan?

Ya, ditanggung penuh selama sesuai prosedur rujukan dan indikasi medis.

3. Apa perbedaan operasi hernia laparoskopi dan konvensional?

Laparoskopi menggunakan sayatan kecil dan alat khusus sehingga pemulihan lebih cepat, namun biayanya lebih mahal dibanding operasi terbuka.

4. Bagaimana cara mendapatkan rujukan BPJS untuk operasi hernia?

Mulai dari puskesmas atau klinik (FKTP), lalu minta rujukan ke dokter spesialis bedah di RSUD.

5. Apakah semua RSUD melayani operasi hernia dengan BPJS?

Sebagian besar RSUD melayani, namun tergantung fasilitas dan ketersediaan dokter spesialis. (Tim)

Berita Terkait

WHO Ungkap Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar Naik Jadi 13 Orang
Waspada! Ini 10 Gejala Tubuh Kelebihan Gula dan Cara Mengatasinya
Kabar Terbaru Tender Pembangunan RSUD Kerinci Masuk Tahap Evaluasi Harga, PP Urban Tawar Rp137,5 Miliar
Apa Itu Hantavirus HFRS? Kasus Pasien Meninggal di Bandung
Kasus Hantavirus di Jakarta, Ahli Ungkap Kelompok Paling Rentan
Dinkes DKI Keluarkan Imbauan Penting Setelah 3 Kasus Hantavirus Terdeteksi
Update Hantavirus Jakarta 2026: Tiga Positif, Enam Suspek Dalam Pengawasan
Kolesterol Tinggi? Ini 5 Herbal Alami yang Bisa Membantu Menurunkannya
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 02:00 WIB

WHO Ungkap Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar Naik Jadi 13 Orang

Senin, 25 Mei 2026 - 12:00 WIB

Waspada! Ini 10 Gejala Tubuh Kelebihan Gula dan Cara Mengatasinya

Senin, 25 Mei 2026 - 10:15 WIB

Kabar Terbaru Tender Pembangunan RSUD Kerinci Masuk Tahap Evaluasi Harga, PP Urban Tawar Rp137,5 Miliar

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:05 WIB

Apa Itu Hantavirus HFRS? Kasus Pasien Meninggal di Bandung

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:05 WIB

Kasus Hantavirus di Jakarta, Ahli Ungkap Kelompok Paling Rentan

Berita Terbaru

Bisnis

Rupiah Diprediksi Tembus Rp18.000 Pekan Depan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:00 WIB