Waspada! Ini 10 Gejala Tubuh Kelebihan Gula dan Cara Mengatasinya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KESEHATAN-Konsumsi gula berlebihan ternyata bisa memicu berbagai gangguan kesehatan yang sering tidak disadari. Meski tubuh membutuhkan gula sebagai sumber energi, asupan gula tambahan yang terlalu tinggi dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

Gula alami yang terdapat pada buah dan susu masih tergolong aman karena disertai serat, vitamin, dan mineral. Namun, gula tambahan dari minuman manis, makanan olahan, kue, sirup, hingga soda perlu dibatasi.

Pemerintah Inggris merekomendasikan konsumsi gula bebas maksimal 30 gram atau sekitar 7 sendok teh per hari bagi orang dewasa. Sementara American Heart Association menyarankan batas lebih rendah, yakni 6 sendok teh untuk perempuan dan 9 sendok teh untuk laki-laki.

Berikut tanda-tanda tubuh mulai kelebihan gula yang perlu diwaspadai.

1. Jerawat Muncul Lebih Banyak

Konsumsi gula tinggi dapat meningkatkan kadar insulin yang memengaruhi hormon tubuh. Kondisi ini membuat produksi minyak pada kulit meningkat dan memicu munculnya jerawat.

2. Mudah Lelah Meski Sudah Tidur

Lonjakan gula darah membuat energi naik dengan cepat, lalu turun drastis. Akibatnya tubuh mudah lemas dan terasa lelah sepanjang hari.

Baca Juga :  Kenali Kanker Ginjal Sejak Dini, Ini Gejala dan Cara Mengobatinya

3. Bau Badan Berubah

Gula berlebih dapat memicu pertumbuhan bakteri dan jamur sehingga aroma keringat berubah menjadi lebih asam atau manis.

4. Mood Mudah Berubah

Konsumsi makanan manis berlebihan dapat memengaruhi kestabilan emosi. Setelah gula darah turun, seseorang bisa menjadi lebih mudah marah, sensitif, atau moody.

5. Makanan Alami Terasa Kurang Manis

Jika buah atau makanan alami terasa hambar, bisa jadi tubuh sudah terbiasa dengan kadar gula tinggi sehingga ambang rasa manis meningkat.

6. Lidah Terasa Kasar atau Berlapis Putih

Ketidakseimbangan bakteri di mulut akibat konsumsi gula dapat membuat lidah tampak putih dan terasa tidak nyaman.

7. Kulit Gatal Tanpa Sebab

Peradangan akibat gula tinggi dapat memicu rasa gatal pada kulit tanpa penyebab yang jelas.

8. Sulit Fokus atau Brain Fog

Konsumsi gula berlebih dapat memicu peradangan pada otak yang berdampak pada konsentrasi dan daya ingat.

9. Perut Kembung dan Sering Buang Gas

Kelebihan gula mengganggu keseimbangan bakteri usus sehingga memicu gangguan pencernaan seperti kembung dan gas berlebih.

Baca Juga :  Kasus Campak di Indonesia Tembus 8.372, Menkes Ingatkan Bahaya Hoaks Vaksin

10. Sering Ngidam Makanan Manis

Gula memicu pelepasan hormon dopamin yang membuat tubuh merasa senang. Akibatnya, tubuh terus ingin mengonsumsi makanan manis.


Cara Mengurangi Konsumsi Gula

Untuk menjaga kesehatan, konsumsi gula tambahan perlu dibatasi dengan beberapa langkah sederhana berikut:

  • Kurangi minuman manis seperti soda dan teh kemasan
  • Perbanyak konsumsi makanan utuh dan minim proses
  • Pilih karbohidrat tinggi serat
  • Periksa label kandungan gula pada kemasan
  • Kurangi kebiasaan menambahkan gula ke kopi atau teh
  • Perbanyak minum air putih

Waspadai Risiko Diabetes

Konsumsi gula berlebihan dalam jangka panjang juga meningkatkan risiko diabetes. Beberapa tanda diabetes yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Sering haus
  • Sering buang air kecil
  • Berat badan turun drastis
  • Luka sulit sembuh
  • Penglihatan kabur
  • Kesemutan pada tangan dan kaki
  • Mudah lapar
  • Infeksi jamur berulang

Jika mengalami beberapa gejala tersebut, segera lakukan pemeriksaan gula darah dan konsultasi ke tenaga kesehatan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Berita Terkait

Kabut Asap Kebakaran Hutan Menyebabkan Penyakit Apa? Kenali 8 Dampak Berbahaya bagi Kesehatan
Biaya MRI 2026: Apakah Ditanggung BPJS? Cek Syarat dan Prosedurnya
BPJS Kesehatan 2026: Biaya yang Ditanggung, Cara Klaim, Syarat dan Prosedur Terbaru
Obat Hipertensi yang Ditanggung BPJS 2026: Ini Daftar dan Cara Mendapatkannya
Iuran BPJS Kesehatan 2027 Tak Naik? Ini Penjelasan Menkes dan Menkeu
Kota Sungai Penuh Bangun Gedung KJSU-KIA Senilai Rp14,2 Miliar di RSUD Mayjen H.A. Thalib, Layanan Jantung hingga NICU Makin Lengkap
Sri Kartini Alfin Jadi Ujung Tombak Pemberantasan Stunting di Kota Sungai Penuh
Kelas 1, 2, 3 Resmi Dihapus, Ini Besaran Iuran BPJS Kesehatan Selama Masa Transisi
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 02:08 WIB

Kabut Asap Kebakaran Hutan Menyebabkan Penyakit Apa? Kenali 8 Dampak Berbahaya bagi Kesehatan

Senin, 24 Agustus 2026 - 03:00 WIB

Biaya MRI 2026: Apakah Ditanggung BPJS? Cek Syarat dan Prosedurnya

Senin, 24 Agustus 2026 - 01:00 WIB

BPJS Kesehatan 2026: Biaya yang Ditanggung, Cara Klaim, Syarat dan Prosedur Terbaru

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Obat Hipertensi yang Ditanggung BPJS 2026: Ini Daftar dan Cara Mendapatkannya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Iuran BPJS Kesehatan 2027 Tak Naik? Ini Penjelasan Menkes dan Menkeu

Berita Terbaru

Teknologi

Huawei FreeClip 2 S Resmi Hadir di Indonesia, Harga Rp3,49 Juta

Sabtu, 29 Agu 2026 - 16:00 WIB

Teknologi

5 Laptop Ringan untuk Kuliah 2026, Harga Mulai Rp5 Jutaan

Sabtu, 29 Agu 2026 - 11:07 WIB